Tugumalang.id – Kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang diproyeksikan akan menjadi lokasi ngabuburit muda mudi jelang berbuka puasa dalam momentum Ramadan 2026.
Untuk menjaga ketertiban, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang akan memperketat pengawasan agar tak ada motor yang parkir sembarangan di tepi jalan sepanjang kawasan Kayutangan Heritage.
Dishub Kota Malang telah memetakan titik titik potensi kepadatan lalu lintas seiring dengan operasional pasar takjil. Seperti di Jalan Raya Sulfat, Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Muharto, Jalan Veteran hingga Jalan Jakarta (belakang kampus UM) hingga Jalan Soekarno-Hatta (Suhat).
Baca Juga: Motor Dilarang Parkir di Kayutangan Heritage Mulai 7 Januari 2026
Selain itu, kawasan Kayutangan Heritage juga akan menjadi titik yang menjadi perhatian lantaran berpotensi terjadi kepadatan. Mengingat, Kayutangan sebagai icon wisata Kota Malang cukup menarik untuk menjadi lokasi ngabuburit.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan bahwa pihaknya bersama jajaran terkait akan menerjunkan personel di kawasan Kayutangan Heritage. Hal ini untuk meningkatkan pengawasan agar aturan larangan sepeda motor parkir di tepi jalan yang telah dijalankan tetap dipatuhi.
“Kami akan melakukan pengawasan agar tetap tertib lalu lintas. Tentu kami akan bersinergi dengan perangkat daerah terkait,” ucapnya, Rabu (18/2/2026).
Baca Juga: Wajah Kayutangan Heritage Akan Diekspansi, Diintegrasikan dengan Pertunjukan Seni Budaya di DKM
Ia mengajak pengunjung yang ngabuburit di kawasan Kayutangan hendaknya memarkir sepeda motornya di Gedung Parkir Kayutangan yang telah dibangun beberapa waktu lalu. Sentra parkir itu dibangun untuk memfasilitasi kendaraan pengunjung sekaligus menata parkir Kayutangan.
Kayutangan harus teratur. Mohon tidak memarkir sepeda motor di sembarang tempat. Kami sudah sediakan Gedung Parkir Kayutangan, silakan dimanfaatkan,” tuturnya.
Widjaja mengakui bahwa aturan larangan sepeda motor parkir di tepi jalan sepanjang Kayutangan masih aa saja yang melanggar. Akhir pekan lalu, petugas Dishub telah mengangkut puluhan sepeda motor di tepi jalan Kayutangan yang memang dilarang.
“Kemarin ada puluhan motor, itu memang mereka melanggar aturan sehingga kami tindak sebagai bahan edukasi kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan Kayutangan Heritage saat ini telah menjadi icon wisata Kota Malang yang banyak dikunjungi masyarakat. Kemacetan menjadi salah satu konsekuensi kepadatan destinasi wisata yang terletak di jantung kota itu.
“Kami akan terus melakukan edukasi untuk membudayakan ketaatan berlalu lintas di kawasan Kayutangan,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























