MALANG, Tugumalang.id – Selama pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2025, Polres Malang berhasil mengungkap 107 kasus peredaran minuman keras (miras) ilegal. Dari ungkap tersebut, polisi menyita 1.491 botol miras ilegal yang kemudian dimusnahkan pada Kamis (20/3/2025).
Operasi Pekat Semeru 2025 berlangsung mulai 26 Februari 2025 hingga 9 Maret 2025. Selain mengungkap peredaran miras ilegal, operasi ini juga menyasar tindak pidana premanisme, prostitusi, perjudian, penyalahgunakan bahan peledak, dan narkoba.
Baca Juga: 2 Pemuda Poncokusumo Tewas di Sungai, Sempat Minum Miras sebelum Alami Kecelakaan
Dalam kurun waktu 12 hari, polisi berhasil mengungkap 36 kasus premanisme, delapan kasus prostitusi, 11 kasus perjudian, tiga kasus penyalahgunaan bahan peledak, dan lima kasus penyalahgunaan narkoba. Dari total 170 kasus ini, polisi mengamankan 186 tersangka.
Barang bukti miras yang disita dalam operasi dimusnahkan agar tidak disalahgunakan. Pemusnahan ini dilaksanakan di Mapolres Malang dan dihadiri oleh Bupati Malang, Sanusi.
Ribuan botol miras yang dimusnahkan berasal dari berbagai jenis dan merek yang disita dari sejumlah tempat selama operasi berlangsung. Barang bukti ini dihancurkan dengan menggunakan alat berat.
Baca Juga: Tim Gabungan Sita Ratusan Botol Miras Ilegal dari Toko-toko di Kota Batu
“Operasi ini merupakan upaya Polres Malang dalam menekan peredaran miras ilegal yang dapat mengancam keselamatan masyarakat,” ujar Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo Pambudi.
Ia menambahkan, miras ilegal sering kali menjadi pemicu utama tindak kriminal, seperti perkelahian, kecelakaan lalu lintas, hingga aksi kekerasan. Oleh karena itu, Polres Malang terus menggencarkan operasi serupa guna menekan angka kejahatan yang berawal dari penyalahgunaan minuman keras.
“Kami berharap dengan pemusnahan ini, tingkat kejahatan di wilayah Malang dapat ditekan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tutup Danang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A