MALANG, Tugumalang.id – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan segera membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Sumber Diyeng II yang terletak di Desa Sukorejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.
SPAM ditargetkan dapat mengaliri air bersih ke 23.920 sambungan rumah di lima kecamatan yang masuk dalam kategori rawan kekeringan. Lima kecamatan tersebut adalah Kepanjen, Pagak, Bantur, Kalipare, dan Donomulyo.
“Semua perizinan sudah rampung dan sosialisasi pada masyarakat juga telah kami lakukan,” ujar Kepala Bagian Perencanaan Perumda Tirta Kanjuruhan, Hadi Wijaya, Senin (25/8/2025).
Baca Juga: PDAM Kabupaten Pasuruan Beli Air Bersih dari Sumber Kalibiru Lawang Tanpa Izin
Berdasarkan Surat Izin Pengambilan Air (SIPA), total debit air yang bisa didapatkan dari Sumber Diyeng II adalah 240 liter per detik. Pada tahap awal, air akan dipompa sebanyak 60 liter per detik dari Sumber Diyeng II ke reservoir di Gampingan.
Pembangunan tahap pertama akan didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar kurang lebih Rp60 miliar.
Infrastruktur yang akan dibangun meliputi bangunan penangkap air (broncaptering), bak penampung, instalasi perpompaan, jaringan distribusi utama, serta dua unit reservoir.
Baca Juga: 90 Persen Kafe dan Resto di Kota Malang Manfaatkan Lahan Rumah, PDAM Bakal Petakan Golongan Tarifnya
Reservoir akan dibangun di dua titik, yaitu di Dusun Gampingan dan di area SMA Taruna Nusantara. Reservoir di Gampingan akan difokuskan untuk distribusi ke wilayah selatan, sedangkan reservoir di area SMA Taruna Nusantara ditujukan untuk kebutuhan internal dan sekitarnya.
Panjang jaringan pipa distribusi utama yang akan dibangun mencapai 11 kilometer, menggunakan pipa berdiameter 20 dan 18 inci dari sumber hingga ke dua titik reservoir tersebut. Luas lahan yang disiapkan untuk reservoir di Gampingan mencapai 1.200 meter persegi, sementara di kawasan SMA Taruna sekitar 600 meter persegi.
“Selain fasilitas utama, pembangunan juga mencakup rumah jaga,” kata Hadi.
Ia menambahkan, saat ini lahan untuk seluruh infrastruktur sudah atas nama Perumda Tirta Kanjuruhan. Pembebasan lahan di titik-titik utama seperti Gampingan dan Taruna juga sudah rampung.
Untuk menjaga keberlangsungan sumber air, Perumda juga rutin menjalankan program konservasi. Penghijauan akan dilakukan setiap tahun di area tangkapan air (catchment area).
Pembangunan fisik ditargetkan mulai pada awal Oktober 2025 usai proses lelang oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur yang digelar pada minggu kedua September. Jika sesuai jadwal, konstruksi akan memakan waktu sekitar 10 bulan dan selesai pada Agustus 2026.
“Setelah itu, akan dilanjutkan dengan pemasangan jaringan distribusi dan sambungan rumah,” tutup Hadi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























