Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Penutupan Ngabuburead: Membincang Rahmah El Yunusiyyah, Perempuan Revolusioner dari Tanah Minangkabau

Redaksi by Redaksi
Maret 25, 2024 10:44 pm
in News
Ngabuburead
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id-Berbicara tentang sejarah pergerakan perempuan dalam meraih kemerdekaan Bangsa Indonesia tidak lepas dari sosok Cut Nyak Dien, R.A Kartini, dan Dewi Sartika. Tokoh-tokoh yang sangat fenomenal memperjuangkan hak-hak perempuan untuk mendapatkan otoritas yang sama di dunia pendidikan.

Dari tokoh-tokoh tersebut ternyata ada salah satu tokoh yang tak kalah revolusioner dari tanah Padang yang juga memiliki tekad berjuang demi tercapainya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.

READ ALSO

772 Gempa Bumi Terjadi di Jawa Timur Selama Mei 2026, Empat Di Antaranya Dirasakan Masyarakat

Prakiraan Cuaca Kota Malang Rabu 3 Juni 2026: Merata Udara Kabur

Gubuk Tulis, Duta Damai BNPT-RI Regional Jawa Timur, dan Oase institute melaksanakan Ngabuburead Jilid IV dengan membincang buku ‘’Perempuan yang Mendahului Zaman’’ karya Khairul Jasmi.

Baca Juga: Ngabuburead Jilid III: Ketaqwaan Tidak Dilihat dari Jenis Kelamin

Buku biografi dari seorang tokoh bernama Rahmah El Yunusiyyah yang ditulis oleh mantan wartawan Republika tersebut sangat ringan dan wajib untuk dibaca terutama oleh aktivis perempuan. Kegiatan yang sekaligus penutupan Ngububuread pada Senin, 25 Maret 2025 dihadiri oleh Nilam Andriani sebagai pembedah dan Jefry Hadi selaku moderator.

‘’Rahmah El Yunusiyyah namanya sangat jarang didengar sebagai pejuang perempuan dibanding R.A Kartini. Beliau adalah Literally actor dalam memperjuangkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dari Minangkabau. Perempuan yang mendapat gelar Syekkah ini mendirikan Diniyyah Puteri Padang Panjang sebuah lembaga pendidikan khusus perempuan yang sampai saat ini kokoh berdiri. Terlahir dari keluarga pesantren, Syekkah Rahmah terdorong untuk mendirikan lembaga pendidikan khusus perempuan sebagai jawaban atas kegelisannya sendiri tentang pelajaran pesantren terutama Fiqh Perempuan yang diajarkan oleh laki-laki. Sedangkan santri perempuan tidak menemukan jawaban atas permasalahan yang dialami ketika membahas secara mendalam dengan laki-laki,’’ Jelas Nilam Andriani yang merupakan Co. Founder Santri Cendikia.

Syekkah Rahmah yang terlahir dari keluarga priyayi kemudian dinikahkan dengan Bahauddin Latif, seorang laki-laki dari Nagari Sumpur, tepian Singkarak yang juga dari keluarga pesantren. Menjalankan tugasnya sebagai istri dan patuh terhadap suami sudah dijalaninnya. Akan tetapi gelora jiwanya yang masih dalam kecamuk semangat pendidikan membuatnya memilih bercerai dan kembali menikmati kemerdekaan sebagai perempuan yang memperjuang keseteraan.

Baca Juga: Ngabuburead Jilid II: Pentingnya Problem Solving Terhadap Gangguan Mental

Khairul Jasmi melalui karya buku ini berusaha menyadarkan pembaca bahwa segala rintangan pasti akan muncul seiring dengan gerak langkah menuju perubahan. Seperti halnya perjuangan Syekkah Rahmah yang awalnya disebut ‘’yang tidak-tidak, dicibir, digunjingkan, dan dianggap aneh’’ ketika memperjuangkan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan terutama di bidang pendidikan.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Penulis: Moh Yajid Fauzi

editor: jatmiko

Tags: NgabubureadRahmah El Yunusiyyah

Related Posts

Gempa bumi
News

772 Gempa Bumi Terjadi di Jawa Timur Selama Mei 2026, Empat Di Antaranya Dirasakan Masyarakat

Rabu, 3 Jun 2026
Prakiraan cuaca Kota Malang
News

Prakiraan Cuaca Kota Malang Rabu 3 Juni 2026: Merata Udara Kabur

Rabu, 3 Jun 2026
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi saat memberi keterangan pada media. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
News

Kasus Dugaan Penganiayaan dan Perusakan di Pantai Wediawu Malang Berakhir Damai

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi karhutla di Kota Batu. Foto: BPBD Kota Batu
News

Musim Kemarau Tiba, BPBD Kota Batu Petakan Wilayah Rawan Kebakaran Hutan

Selasa, 2 Jun 2026
Candi Kidal
News

Wisata Edukasi Sejarah di Malang, Candi Kidal Jadi Favorit saat Libur Hari Lahir Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
KEmarau panjang
News

Kemarau Panjang, 13 Desa di Kabupaten Malang Rawan Kekeringan

Senin, 1 Jun 2026
Next Post
PDI Perjuangan

DPD PDI Perjuangan Jatim Apresiasi Jalan Damai Abah Gunawan dan Saifudin Zuhri

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.