Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Penutupan Ngabuburead: Membincang Rahmah El Yunusiyyah, Perempuan Revolusioner dari Tanah Minangkabau

Redaksi by Redaksi
Maret 25, 2024 10:44 pm
in News
Ngabuburead
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id-Berbicara tentang sejarah pergerakan perempuan dalam meraih kemerdekaan Bangsa Indonesia tidak lepas dari sosok Cut Nyak Dien, R.A Kartini, dan Dewi Sartika. Tokoh-tokoh yang sangat fenomenal memperjuangkan hak-hak perempuan untuk mendapatkan otoritas yang sama di dunia pendidikan.

Dari tokoh-tokoh tersebut ternyata ada salah satu tokoh yang tak kalah revolusioner dari tanah Padang yang juga memiliki tekad berjuang demi tercapainya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.

READ ALSO

Wisata Edukasi Sejarah di Malang, Candi Kidal Jadi Favorit saat Libur Hari Lahir Pancasila

Kemarau Panjang, 13 Desa di Kabupaten Malang Rawan Kekeringan

Gubuk Tulis, Duta Damai BNPT-RI Regional Jawa Timur, dan Oase institute melaksanakan Ngabuburead Jilid IV dengan membincang buku ‘’Perempuan yang Mendahului Zaman’’ karya Khairul Jasmi.

Baca Juga: Ngabuburead Jilid III: Ketaqwaan Tidak Dilihat dari Jenis Kelamin

Buku biografi dari seorang tokoh bernama Rahmah El Yunusiyyah yang ditulis oleh mantan wartawan Republika tersebut sangat ringan dan wajib untuk dibaca terutama oleh aktivis perempuan. Kegiatan yang sekaligus penutupan Ngububuread pada Senin, 25 Maret 2025 dihadiri oleh Nilam Andriani sebagai pembedah dan Jefry Hadi selaku moderator.

‘’Rahmah El Yunusiyyah namanya sangat jarang didengar sebagai pejuang perempuan dibanding R.A Kartini. Beliau adalah Literally actor dalam memperjuangkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dari Minangkabau. Perempuan yang mendapat gelar Syekkah ini mendirikan Diniyyah Puteri Padang Panjang sebuah lembaga pendidikan khusus perempuan yang sampai saat ini kokoh berdiri. Terlahir dari keluarga pesantren, Syekkah Rahmah terdorong untuk mendirikan lembaga pendidikan khusus perempuan sebagai jawaban atas kegelisannya sendiri tentang pelajaran pesantren terutama Fiqh Perempuan yang diajarkan oleh laki-laki. Sedangkan santri perempuan tidak menemukan jawaban atas permasalahan yang dialami ketika membahas secara mendalam dengan laki-laki,’’ Jelas Nilam Andriani yang merupakan Co. Founder Santri Cendikia.

Syekkah Rahmah yang terlahir dari keluarga priyayi kemudian dinikahkan dengan Bahauddin Latif, seorang laki-laki dari Nagari Sumpur, tepian Singkarak yang juga dari keluarga pesantren. Menjalankan tugasnya sebagai istri dan patuh terhadap suami sudah dijalaninnya. Akan tetapi gelora jiwanya yang masih dalam kecamuk semangat pendidikan membuatnya memilih bercerai dan kembali menikmati kemerdekaan sebagai perempuan yang memperjuang keseteraan.

Baca Juga: Ngabuburead Jilid II: Pentingnya Problem Solving Terhadap Gangguan Mental

Khairul Jasmi melalui karya buku ini berusaha menyadarkan pembaca bahwa segala rintangan pasti akan muncul seiring dengan gerak langkah menuju perubahan. Seperti halnya perjuangan Syekkah Rahmah yang awalnya disebut ‘’yang tidak-tidak, dicibir, digunjingkan, dan dianggap aneh’’ ketika memperjuangkan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan terutama di bidang pendidikan.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Penulis: Moh Yajid Fauzi

editor: jatmiko

Tags: NgabubureadRahmah El Yunusiyyah

Related Posts

Candi Kidal
News

Wisata Edukasi Sejarah di Malang, Candi Kidal Jadi Favorit saat Libur Hari Lahir Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
KEmarau panjang
News

Kemarau Panjang, 13 Desa di Kabupaten Malang Rawan Kekeringan

Senin, 1 Jun 2026
Gus IQdam
News

Gus Iqdam Bakal Isi Pengajian di Stadion Gajayana Kota Malang Peringati Hari Bhayangkara

Senin, 1 Jun 2026
Prakiraan cuaca Malang, terutama di wilayah Kota Malang pada hari Senin, 1 Juni 2026 diperkirakan dominan berawan dan udara kabur. /Foto: Ilustrasi dibuat dengan AI.
News

Prakiraan Cuaca Malang Senin 1 Juni 2026: Berawan dan Kabut

Senin, 1 Jun 2026
PEsantren Cabul
News

Tanggapi Pernyataan Soal Banyak Pesantren Cabul di Malang, Gus Fahrur: Tidak Boleh Menggeneralisir!

Minggu, 31 Mei 2026
Satlantas Polres Malang
News

Satlantas Polres Malang Bekali 80 Warga Lewat Coaching Clinic Keselamatan Berkendara

Minggu, 31 Mei 2026
Next Post
PDI Perjuangan

DPD PDI Perjuangan Jatim Apresiasi Jalan Damai Abah Gunawan dan Saifudin Zuhri

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.