Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Pengaruh Budaya Tionghoa di Malang, Jejak Sejarah dan Harmoni Multikultural

Redaksi by Redaksi
Oktober 12, 2024 7:45 am
in Asli Malang
Pengaruh budaya Tionghoa di Malang menjadi bagian penting dari identitas kota ini, mengingatkan akan sejarah dan keberagaman kehidupan masyarakat. Foto: Pinterest 

Pengaruh budaya Tionghoa di Malang menjadi bagian penting dari identitas kota ini, mengingatkan akan sejarah dan keberagaman kehidupan masyarakat. Foto: Pinterest 

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Malang, kota dengan pesona alam dan sejarah yang kaya, juga memiliki keberagaman budaya yang membuatnya semakin menarik. Salah satu budaya yang memberi warna kuat pada kehidupan sosial dan sejarah kota ini adalah budaya Tionghoa.

Sejak berabad-abad lalu, komunitas Tionghoa telah menetap di Malang dan berperan penting dalam perkembangan ekonomi, sosial, dan budaya kota ini.

READ ALSO

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Pengaruh budaya Tionghoa tidak hanya tercermin dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dalam arsitektur, kuliner, serta tradisi dan perayaan yang hingga kini masih dipelihara.

Jejak Sejarah Komunitas Tionghoa di Malang

Keberadaan komunitas Tionghoa di Malang dapat ditelusuri sejak masa kolonial Belanda. Pada masa itu, banyak orang Tionghoa datang ke Malang sebagai pedagang atau pekerja dalam sektor perkebunan dan pertanian yang dikelola oleh pemerintah kolonial.

Baca Juga: Mengenang KH Abdurrahman Wahid Sebagai Bapak Tionghoa di Haul Gus Dur ke-13

Komunitas ini kemudian berkembang pesat dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial dan ekonomi Malang.

Salah satu jejak sejarah penting komunitas Tionghoa di Malang adalah Klenteng Eng An Kiong, sebuah klenteng yang didirikan pada tahun 1825.

Klenteng ini merupakan salah satu tempat ibadah tertua dan paling terkenal di Malang. Selain berfungsi sebagai pusat spiritual bagi umat Konghucu, Buddha, dan Tao, Klenteng Eng An Kiong juga menjadi saksi sejarah bagaimana komunitas Tionghoa mempertahankan identitas budaya mereka sambil hidup berdampingan dengan masyarakat lokal.

Arsitektur dan Warisan Budaya

Pengaruh budaya Tionghoa di Malang juga dapat dilihat melalui bangunan-bangunan bergaya arsitektur Tionghoa yang menghiasi beberapa sudut kota.

Selain Klenteng Eng An Kiong, bangunan-bangunan tua yang bergaya campuran antara arsitektur kolonial dan Tionghoa dapat ditemukan di kawasan-kawasan lama Malang.

Baca Juga: Lestarikan Budaya Tionghoa, Universitas Ma Chung Gelar Festival Kampung Pecinan

Beberapa rumah toko (ruko) dengan ciri khas atap melengkung dan ornamen khas Tionghoa adalah contoh bagaimana komunitas ini beradaptasi dengan kehidupan kota Malang sambil tetap menjaga identitas budayanya.

Selain arsitektur, pengaruh budaya Tionghoa juga terlihat dalam tradisi kuliner Malang. Masakan seperti Cwie Mie Malang, yang merupakan adaptasi dari hidangan mie Tionghoa, telah menjadi salah satu kuliner ikonik yang digemari oleh masyarakat luas.

Makanan-makanan lain seperti lumpia, bakpao, dan kue bulan juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner Malang yang dipengaruhi oleh budaya Tionghoa.

Tradisi dan Perayaan

Komunitas Tionghoa di Malang juga masih menjaga tradisi dan perayaan-perayaan khas mereka. Perayaan Imlek (Tahun Baru Cina) adalah salah satu momen penting yang dirayakan dengan meriah oleh komunitas Tionghoa di Malang.

Setiap tahunnya, masyarakat Tionghoa akan mengadakan berbagai acara, mulai dari pertunjukan barongsai, pembagian angpao, hingga upacara sembahyang di klenteng.

Perayaan ini tidak hanya diikuti oleh komunitas Tionghoa saja, tetapi juga diramaikan oleh masyarakat umum yang turut merayakan kegembiraan bersama.

Selain Imlek, Cap Go Meh adalah perayaan lainnya yang tak kalah penting bagi komunitas Tionghoa di Malang. Acara ini diadakan 15 hari setelah Imlek dan menjadi puncak perayaan tahun baru, dengan berbagai atraksi budaya seperti barongsai dan liong yang menarik perhatian banyak orang.

Harmoni dalam Keberagaman

Salah satu hal menarik tentang komunitas Tionghoa di Malang adalah bagaimana mereka berhasil mempertahankan identitas budaya mereka sambil hidup harmonis dengan masyarakat lain yang berbeda latar belakang etnis dan agama.

Pengaruh budaya Tionghoa di Malang adalah cerminan nyata dari harmoni multikultural yang terbentuk selama berabad-abad.

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Tionghoa tidak hanya berdagang dan berbisnis, tetapi juga berkontribusi dalam bidang pendidikan, seni, dan sosial di kota Malang.

Pengaruh budaya Tionghoa di Malang adalah bagian integral dari sejarah dan keberagaman kota ini. Mulai dari arsitektur klenteng yang megah, kuliner yang menggiurkan, hingga tradisi perayaan yang meriah, semua unsur ini menunjukkan betapa eratnya hubungan antara komunitas Tionghoa dengan kehidupan masyarakat Malang secara keseluruhan.

Kehadiran komunitas Tionghoa yang tetap menjaga tradisi dan nilai-nilai mereka, sekaligus beradaptasi dengan lingkungan lokal, menjadikan Malang sebagai contoh nyata dari harmoni multikultural di Indonesia.

Dengan begitu banyak warisan budaya yang masih bertahan hingga hari ini, pengaruh budaya Tionghoa di Malang akan terus menjadi bagian penting dari identitas kota ini, mengingatkan kita akan sejarah panjang dan keberagaman yang memperkaya kehidupan masyarakat.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Lutfa Putri Valentina (Magang)
Editor: Herlianto. A
Tags: Budaya TionghoaMalang RayaPengaruh Budaya TionghoaTionghoa di Malang

Related Posts

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang
Asli Malang

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Minggu, 30 Agu 2026
Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
Alat musik tradisional Gamelan yang tetap dilestarikan hingga sekarang ini. Foto/Pixabay

Tetap Dilestarikan, 6 Alat Musik Tradisional Khas Jawa Timur yang Sangat Populer

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.