MALANG, Tugumalang.id – Hasil tangkapan ikan layur di perairan selatan Kabupaten Malang meningkat setidaknya 233 persen. Sepanjang Januari-September 2025, nelayan telah menangkap 5 ribu ton ikan layur. Sedangkan di tahun 2024, hasil tangkapan ikan layur hanya berada di angka 1.500 ton.
Produksi ikan layur tertinggi berada di perairan Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Melonjaknya tangkapan ikan ini bahkan membuat jumlah kapal nelayan meningkat hingga hampir 10 kali lipat.
Sebelumnya, hanya ada 30 unit kapal nelayan di pesisir Desa Pujiharjo. Setelah tren tangkapan layur bergerak positif, jumlah kapal nelayan di desa tersebut bertambah menjadi 320 unit.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring mengatakan, lonjakan ini disebabkan adanya pergeseran wilayah ikan layur. Sebelumnya, ikan layur banyak ditemukan di perairan Kabupaten Pacitan.
Baca juga: Penangkapan Ikan di Kabupaten Malang Capai 14 Ribu Ton di Semester Pertama 2025
Perlahan, ikan layur bergerak ke arah timur dan kini banyak ditemukan di Kabupaten Malang, tepatnya di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo. Peningkatan hasil tangkapan ikan ini membuat Desa Pujiharjo ditetapkan sebagai lokasi pembangunan program Kampung Nelayan Merah Putih oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
“Dua tahun terakhir ini, penangkapan layur di Desa Pujiharjo memang sangat pesat,” kata Victor.
Secara keseluruhan, hasil tangkapan ikan di laut selatan Kabupaten Malang menunjukkan kenaikan dari tahun sebelumnya. Sepanjang Januari-September 2025, tangkapan ikan laut di perairan selatan Kabupaten Malang telah mencapai 24 ribu ton.
Jumlah ini telah melampaui hasil tangkapan selama setahun di tahun 2024. Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Malang, hasil tangkapan ikan laut pada tahun 2024 hanya berada di angka 21 ribu ton.
Di tahun 2025, Dinas Perikanan Kabupaten Malang menetapkan target tangkapan ikan laut sebesar 23 ribu ton. Target tersebut pun sudah tercapai per September 2025 lalu.
“Tren penangkapan ikan di Sendangbiru juga positif,” kata Victor.
Baca juga: Kampung Nelayan Merah Putih Akan Dibangun di Pantai Sipelot Tirtoyudo
Saat ini para nelayan telah memanfaatkan teknologi untuk mencari ikan, sehingga penangkapan dilakukan secara efektif, efisien, dan hasilnya melimpah. Teknologi yang digunakan di antaranya adalah fish finder, handy talkie (HT), GPS, dan sebagainya.
“Mereka saling berkomunikasi. Begitu ada ikan muncul, mereka berbondong-bondong ke area tersebut. Ini membuat penangkapan tahun ini cukup besar,” terang Victor.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























