MALANG, Tugumalang.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim telah menjalin kemitraan dengan 138 perguruan tinggi sebagai penyelenggara Beasiswa Pemprov Jatim. Di antaranya 11 Universitas Islam Negeri (UIN), 104 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), 22 Ma’had Aly, dan Universitas Al-Azhar.
Beasiswa ini telah menyasar 6.876 penerima manfaat dari kader pesantren dan diniyah. Per Agustus 2025 sebanyak 4.168 dari total penerima tersebut telah berhasil lulus dari pendidikan tinggi di tingkat Doktor, Magister, dan Sarjana.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, di masa mendatang Pemprov Jatim akan fokus pada beasiswa program Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM). Hal ini ia ungkapkan saat Apel Peringatan Hari Santri Tingkat Provinsi Jawa Timur 2025 di Pondok Pesantren An Nur II Al Murtadlo, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, pada Rabu (22/10/2025).
Baca juga: Dibuka Beasiswa Santri Baznas, Untuk Santri Berprestasi, Insentif Rp 6 juta“Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi santri untuk mengambil profesi yang ingin digeluti. Santri bisa menjadi apa saja, mulai dari jenderal, politisi, pejabat publik, atau ulama besar,” kata Khofifah.
Di momen Hari Santri yang bertema ‘Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia’ ini, Khofifah mengajak para santri untuk menjadi generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia mendorong para santri agar melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Santri dan pesantren memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul, berdaya saing global, dan berkarakter mulia,” kata Khofifah.

Sebagai upaya untuk mewujudkan santri berdaya saing, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur telah menerbitkan payung hukum bagi pengembangan pesantren. Hal ini ditandai dengan lahirnya Perda Nomor 3 Tahun 2022 tentang Fasilitasi Pengembangan Pesantren serta Pergub Nomor 43 Tahun 2023 tentang Pelaksanaan Perda Nomor 3 Tahun 2022.
Baca juga: Para Santri Jangan Sampai Terlewat! Berikut Ini Persyaratan Beasiswa Maroko 2024 dari PBNU
“Langkah tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat ekosistem pesantren sebagai pilar pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi umat,” jelas Khofifah.
Peringatan Hari Santri Tingkat Provinsi Jawa Timur 2025 ini juga dimeriahkan dengan gelaran Jatim Bersholawat dan Tabligh Akbar. Acara yang diselenggarakan pada Rabu (22/10/2025) pukul 19.00 di Gedung Negara Grahadi Surabaya ini menghadirkan Gus lqdam.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























