Kota Batu, Tugumalang.id – Pemerintah Kota Batu di era kepemimpinan Nurochman – Heli Suyanto mulai merealisasikan janjinya untuk menghadirkan layanan Satu Desa Satu Dokter pada 2026. Program ini menjadi bentuk komitmen nyata dalam pemerataan akses layanan kesehatan masyarakat, sehingga warga tidak lagi harus mengantre panjang di fasilitas kesehatan utama.
Program tersebut diaktivasi sebagai langkah strategis untuk memangkas jarak layanan kesehatan sekaligus mempercepat penanganan keluhan warga. Dalam konsep ini, dokter tidak lagi hanya menunggu pasien datang, tetapi menerapkan sistem jemput bola dengan hadir langsung di desa-desa.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, Aditya Prasaja, membenarkan implementasi program tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa konsep satu desa satu dokter tidak dimaknai sebagai satu dokter siaga penuh 24 jam di satu lokasi.
“Tenaga dokter kami terbatas, jadi kami terapkan sistem jadwal. Jadi, dokter bertugas secara bergilir di Polindes atau Pustu. Dengan begitu, pelayanan tetap berjalan efektif dan sesuai kebutuhan wilayah,” terang Aditya, Rabu (28/1/2026).
Skema Layanan Bergilir di Tingkat Desa
Pengaturan jadwal layanan, kata Aditya, disusun secara terstruktur agar tepat sasaran. Setiap desa memiliki karakteristik dan intensitas kebutuhan kesehatan yang berbeda, sehingga pola layanan disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing.
Dengan sistem ini, dokter dapat lebih fokus menangani kasus-kasus yang membutuhkan perhatian medis secara optimal, tanpa mengabaikan pemerataan pelayanan di seluruh wilayah Kota Batu.
Aditya menjelaskan, hingga kini hampir seluruh desa dan kelurahan di Kota Batu telah tersentuh layanan dokter desa. Meski demikian, Dinkes mengakui masih terdapat beberapa wilayah yang terkendala fasilitas fisik.
Sebagai contoh, Kelurahan Ngaglik hingga kini belum memiliki unit Polindes mandiri. Sementara di Desa Torongrejo, layanan dokter desa sempat terhenti karena bangunan Polindes menjalani renovasi total.
“Kemungkinan besar bulan ini sudah mulai berjalan lagi. Untuk wilayah lain seperti Kelurahan Songgokerto, mereka melakukan langkah alternatif dengan menyiapkan ruangan khusus agar layanan tetap berjalan,” tegas Aditya.
Perluasan Layanan Dokter Umum dan Dokter Gigi
Tak hanya dokter umum, Pemkot Batu juga mulai memperluas cakupan layanan dengan menyiagakan dokter gigi di sejumlah desa. Layanan ini telah berjalan di Desa Sumberbrantas, Sumberejo, Gunungsari, dan Bumiaji.
Langkah ini menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan dasar di tingkat desa, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan medis yang lebih lengkap dan terjangkau.
Strategi Jangka Panjang Program Satu Desa Satu Dokter
Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa program Satu Desa Satu Dokter merupakan strategi jangka panjang untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama warga yang tinggal jauh dari pusat kota.
“Di level Polindes, satu layanan bisa dimanfaatkan oleh 3 dusun sekaligus. Ini bagian dari semangat Pemkot Batu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan merata,” ujar Cak Nur, sapaan akrabnya.
Menurutnya, keberadaan dokter di desa memberikan rasa aman bagi warga karena keluhan kesehatan dapat ditangani lebih cepat tanpa harus menempuh jarak jauh atau menunggu lama di fasilitas kesehatan besar.
Baca Juga: Pemkot Batu Tetapkan Kecamatan Junrejo Sebagai LSD
Meski demikian, ia mengakui program ini masih membutuhkan evaluasi dan penguatan, terutama terkait keterbatasan jumlah tenaga kesehatan yang membuat beberapa dusun di wilayah pelosok belum terlayani secara maksimal.
“Ini masih terus kami kaji. Ke depan, Pemkot Batu berkomitmen menambah jumlah tenaga kesehatan sekaligus memperbaiki fasilitas pendukung di tingkat desa,” tegasnya.
Ia memastikan pemerataan layanan kesehatan bukan sekadar slogan, melainkan komitmen berkelanjutan Pemkot Batu agar seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, memperoleh akses layanan kesehatan yang layak dan mudah dijangkau.
“Kami berkomitmen menambah nakes secara bertahap agar pelayanan kesehatan benar-benar merata di seluruh penjuru Kota Batu,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























