Oleh: Prof. Dr. Zainuddin, MA, Rektor UIN Maliki Malang
Tugumalang.id – Kuota jemaah haji Indonesia tahun 2024 ini adalah yang terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan ibadah haji. Jumlah totalnya mencapai 241.000 kuota haji.
Jumlah tersebut meliputi kuota tambahan sebesar 20.000 jemaah. 10.000 kuota diperuntukan bagi jemaah haji reguler, sementara 10.000 lainnya untuk jemaah haji khusus. Indonesia juga merupakan negara terbanyak kuota jemaah hajinya, disusul Pakistan, India, Banglades dan Iran.
Sebagaimana tekad Menteri Agama (Gus Yaqut) bahwa pelayanan haji harus menjadi prioritas, sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal dan prima. Apalagi jamaah haji Indonesia adalah jamaah terbanyak nomor satu di dunia.
Baca Juga: Putra Ibrahim yang Dikurbankan, Ismail atau Ishak?
Mereka juga mendapat konsumsi penuh dalam pelaksanaan ibadah di fase puncak haji di Arafah Muzdalifah Mina (Armuzna). Seluruh jemaah mendapatkan 15 kali jatah konsumsi, sebagaimana yang dituturkan Kasi Konsumsi PPIH Arab Saudi daker Makkah, Beny Hermawan, (Kompas.com. Selasa,11/6/2024).
Selain itu, mereka masih mendapat tambahan snack (makanan ringan) serta konsumsi pelengkap lainnya. Seluruh menu-nya disiapkan oleh penyedia yang telah ditunjuk. Penyediaan konsumsi bagi jemaah selama ibadah Armuzna sudah disiapkan sedemikian rupa, dengan menyesuaikan kondisi padatnya lalu lintas orang maupun kendaraan di Arafah, Mina, maupun Muzdalifah.
Seperti saat jemaah hendak bergerak dari Arafah ke Mina pada tgl 9 Dzulhijjah, semua mendapat paket snack. Selain itu, jemaah juga masih mendapat paket konsumsi pelengkap berupa bahan minuman seperti gula, kopi, creamer, dan lainnya yang ditempatkan dalam paket. Tak hanya jatah konsumsi, PPIH menyiapkan jatah batu kerikil untuk lempar jumrah bagi seluruh jemaah.
Baca Juga: Psikodrama Pesan Islami Kendalikan Risiko Ide Bunuh Diri?
Petugas memastikan seluruh menunya sangat layak untuk para jemaah, termasuk para lansia, seperti nasinya yang lunak sehingga mudah dicerna. Selain itu, soal cita rasa juga khas Indonesia. Mulai dari rendang, gulai, dan lainnya. Sehingga para jemaah tidak perlu membawa peralatan dapur untuk memasak sendiri.
Ikhtiar Keras Kementerian Agama
Pelaksanaan ibada haji tahun lalu (2022) Kementerian Agama mendapat apresiasi yang luar biasa dari para jemaah maupun publik karena di-manage secara profesional dan transparan, melebihi pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.
Tahun 2023 Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas juga masih terus berjuang keras untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para jemaah haji Indonesia dengan melakukan upaya-upaya antisipatif dan inovatif.
Apalagi tahun ini jemaahnya yang jauh melebihi tahun-tahun sebelumnya, dan masih banyak jemaah yang dari kaum lansia. Jika kemudian ada yang tidak beres dengan pelayanan jemaah, maka Gus Menteri tidak segan-segan untuk menegur keras.
Oleh karena itu, sebagai amir al-hajj, bersama timnya beliau melakukan kontrol ketat dan terus memantau kondisi di lapangan. Misalnya soal telat pengiriman makanan oleh catering, beliau harus rela menahan panas dan lapar hingga para jemaah itu sudah terlayani dengan baik dan masalahnya beres semua. Inilah sikap dan tanggung jawab yang beliau emban sebagai pejabat publik.
Upaya-upaya pelayanan jemaah haji yang prima itu antara lain dilakukan dengan usulan penambahan kuota kepada Pemerintah Saudi Arabia. Tahun ini kuota Jemaah haji Indonesia berjumlah 241.000 orang. Jumlah tersebut meliputi kuota tambahan sebesar 20.000 jemaah.
10.000 kuota diperuntukan bagi jemaah haji reguler, sementara 10.000 lainnya untuk jemaah haji khusus. Kemudian atas lobby Gus Men, pemerintah Arab Saudi memberikan kuota tambahan, sehingga total Jemaah haji Indonesia sebanyak 241.000 orang dan merupakan jumlah yang terbesar sepanjang sejarah pelaksaan haji di Indonesia.
Modal Ibadah Haji
Tahun ini atas nama Rektor, saya melepas para Jemaah Calon Haji (JCH) dari warga besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebanyak 22 orang dan ada diantara mereka yang menjadi petugas. Dan alhamdulillah setiap tahun UIN Malang selalu mendapat amanah dari Kementerian Agama untuk menjadi petugas kesehatan di tanah suci Makkah.
Karena UIN Malang memiliki FKIK (Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan). Dan alhamdulillah para dokter yang ditugaskan tersebut mendapat apresiasi dan sambutan yang positif dari Jemaah dan Kementerian karena dapat menjalankan tugas dengan baik dan penuh integritas.
Dalam setiap kesempatan saya melepas Jemaah Calon Haji (JCH), baik di kampus maupun di luar kampus, saya selalu sampaikan bahwa modal utama berhaji itu–selain mengerti syarat rukunnya-adalah kesabaran.
Dengan sikap sabar inilah semua yang terkait dengan masalah atau problem yang ditemui akan terlampaui dengan baik. Karena tidak sedikit para Jemaah haji berantem atau geger di tanah suci karena tidak mampu menahan amarahnya (alias tidak sabar).
Bahkan antar suami-isteri pun juga terjadi konflik karena masalah sepele. Padahal mereka itu berada di tanah suci (haram). Maka pesan Tuhan dalam Alquran, “bahwa barang siapa yang berhaji ke tanah suci (baitullah) maka jangan berkata-kata kotor atau yang tidak bermanfaat (rafas), jangan berbuat maksiat (fusuq) dan jangan berantem (jidal).
Termasuk larangan berulah atau berbuat usil seperti mencabut tanaman dan meburu binatang dan juga perbuatan lain yang merugikan orang atau lingkungan.
Itulah etika yang harus dijaga oleh setiap orang yang berhaji, yaitu etika teologis (hablun min Allah), etika sosiologis (hablun min al-nas) dan juga etika kosmik (hablun min al’alam).
Dan etika ini tidak hanya berlaku pada setiap orang yang sedang menunaikan ibadah haji (hujjaj) di Makkah al-Mukarramah saja, namun harus terbawa sampai kembali ke tanah air masing-masing. Inilah sesungguhnya lesson learn dan message universal di balik ibadah haji.
Bukan simbol dan atributnya yang dibawa pulang, melainkan pelajaran dan hikmahnya. Kini, para jemaah haji sudah berangsur-angsur mulai kembali ke tanah air, semoga mereka diberi keselamatan dan haji mereka diterima oleh Allah Swt sebagai haji mabrur.**
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A




























