Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Studi Lancet: Paparan Plastik di Masa Kanak-Kanak Tingkatkan Risiko Penyakit Kronis

Redaksi by Redaksi
Oktober 2, 2025 12:14 pm
in Tugu Sehat
Paparan plastik

seorang bayi bermain dengan bahan plasti. foto/freepik

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Paparan bahan kimia dari plastik sejak masa kanak-kanak terbukti meningkatkan risiko penyakit serius yang dapat berlangsung hingga dewasa. Fakta ini terungkap dalam laporan komprehensif yang dirilis NYU Langone Health dan dipublikasikan di jurnal The Lancet Child & Adolescent Health pada 21 September 2025.

Penelitian tersebut merupakan tinjauan dari ratusan studi terbaru yang menyoroti dampak plastik terhadap kesehatan manusia. Para ahli menegaskan bahwa bahan kimia dalam plastik tidak hanya berbahaya bagi lingkungan, tetapi juga berkontribusi langsung pada berbagai penyakit kronis pada anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

READ ALSO

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Bahan Kimia Plastik dan Dampaknya pada Kesehatan

Laporan ini menyoroti tiga kelompok utama zat kimia berbahaya:

  • Ftalat, yang digunakan untuk membuat plastik lebih fleksibel.

  • Bisfenol (BPA), yang memberikan kekakuan pada plastik.

  • Zat perfluoroalkil (PFAS), yang membuat plastik tahan panas dan air.

Ketiga bahan ini ditemukan dalam berbagai produk sehari-hari, mulai dari kemasan makanan, kosmetik, hingga struk kertas. Menurut hasil penelitian, paparan zat kimia tersebut sejak dini berhubungan dengan risiko penyakit jantung, obesitas, infertilitas, asma, serta gangguan perkembangan otak seperti autisme dan ADHD.

“Temuan kami menunjukkan peran plastik dalam asal mula berbagai penyakit kronis yang memengaruhi anak hingga dewasa,” ujar Leonardo Trasande, MD, MPP, penulis utama studi sekaligus profesor pediatri di NYU Grossman School of Medicine.

ilustrasi/freepik

Baca juga: Aktivis Lingkungan Demo Pemkot Malang, Desak Perda Pembatasan Plastik Sekali Pakai Segera Disahkan

Mikroplastik, Peradangan, dan Risiko Neurologis

Paparan plastik tidak hanya berhenti pada bahan kimia. Ketika dipanaskan atau diproses, plastik dapat melepaskan mikroplastik dan nanopartikel yang masuk ke dalam tubuh manusia. Zat ini terbukti memicu peradangan, mengganggu fungsi hormon, serta memengaruhi perkembangan otak.

Sejumlah penelitian juga mengaitkan paparan plastik dengan penurunan IQ dan gangguan saraf pada anak. Hal ini menegaskan perlunya tindakan pencegahan sejak dini untuk melindungi generasi muda.

Upaya Pencegahan dan Solusi Paparan Plastik

Meski berisiko, para peneliti menekankan bahwa langkah pencegahan sederhana dapat dilakukan orang tua, seperti:

  • Mengganti wadah plastik dengan kaca atau baja tahan karat.

  • Menghindari penggunaan plastik di microwave dan dishwasher.

  • Memilih produk yang bebas BPA dan ftalat.

“Dengan memberikan panduan yang jelas, tenaga kesehatan dapat membantu orang tua memilih produk yang lebih aman,” tambah Trasande.

Selain itu, keterlibatan sekolah, organisasi masyarakat, dan kebijakan publik sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai.

Baca juga: Sungai Brantas Tercemar Plastik, Pegiat Lingkungan di Kota Malang Gelar Aksi

Regulasi Global dan Perjanjian Plastik PBB

Tinjauan ini juga bertepatan dengan negosiasi terbaru Perjanjian Plastik Global PBB di Jenewa. Lebih dari 100 negara mendesak pembatasan produksi plastik secara hukum. Menurut Trasande, hasil penelitian ini semakin memperkuat urgensi regulasi global.

Ia menekankan bahwa meski industri plastik bernilai ekonomi besar, biaya kesehatan akibat dampaknya mencapai $250 miliar per tahun di Amerika Serikat.

Perjanjian internasional ini juga akan dibahas dalam Simposium Plastik, Kesehatan Manusia, dan Solusi 2025 yang digelar NYU Langone Health di New York.

Paparan Plastik di Mainan bayi
mainan bayi.foto/freepik

Plastik dalam Dunia Medis: Perlu, Tapi Harus Bijak

Para peneliti menegaskan bahwa plastik tetap memiliki peran penting, terutama dalam bidang medis seperti ventilator bayi prematur, nebulizer, hingga masker kesehatan. Namun, penggunaannya harus dibatasi pada konteks medis yang memang vital, bukan untuk konsumsi harian yang berisiko pada kesehatan jangka panjang.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

redaktur: jatmiko

Tags: bahan kimia berbahayaBPAftalatkesehatan anakkesehatan globalMikroplastikNYU Langone Healthpenyakit kronisperjanjian plastik PBBPFASplastikThe Lancet

Related Posts

Akademisi UMM Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru
Tugu Sehat

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Senin, 31 Agu 2026
Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Tugu Sehat

Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Jumat, 31 Jul 2026
Next Post
Sate ayam ponorogo

Rekomendasi Sate Ayam Ponorogo di Malang: Kuliner Khas Kota Reog yang Wajib Dicoba!

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.