Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Studi Lancet: Paparan Plastik di Masa Kanak-Kanak Tingkatkan Risiko Penyakit Kronis

Redaksi by Redaksi
Oktober 2, 2025 12:14 pm
in Tugu Sehat
Paparan plastik

seorang bayi bermain dengan bahan plasti. foto/freepik

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Paparan bahan kimia dari plastik sejak masa kanak-kanak terbukti meningkatkan risiko penyakit serius yang dapat berlangsung hingga dewasa. Fakta ini terungkap dalam laporan komprehensif yang dirilis NYU Langone Health dan dipublikasikan di jurnal The Lancet Child & Adolescent Health pada 21 September 2025.

Penelitian tersebut merupakan tinjauan dari ratusan studi terbaru yang menyoroti dampak plastik terhadap kesehatan manusia. Para ahli menegaskan bahwa bahan kimia dalam plastik tidak hanya berbahaya bagi lingkungan, tetapi juga berkontribusi langsung pada berbagai penyakit kronis pada anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

READ ALSO

Jaga Kesehatan! Hospital Penawar Hadirkan Paket Skrining Prostat dengan Biaya Terjangkau

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

Bahan Kimia Plastik dan Dampaknya pada Kesehatan

Laporan ini menyoroti tiga kelompok utama zat kimia berbahaya:

  • Ftalat, yang digunakan untuk membuat plastik lebih fleksibel.

  • Bisfenol (BPA), yang memberikan kekakuan pada plastik.

  • Zat perfluoroalkil (PFAS), yang membuat plastik tahan panas dan air.

Ketiga bahan ini ditemukan dalam berbagai produk sehari-hari, mulai dari kemasan makanan, kosmetik, hingga struk kertas. Menurut hasil penelitian, paparan zat kimia tersebut sejak dini berhubungan dengan risiko penyakit jantung, obesitas, infertilitas, asma, serta gangguan perkembangan otak seperti autisme dan ADHD.

“Temuan kami menunjukkan peran plastik dalam asal mula berbagai penyakit kronis yang memengaruhi anak hingga dewasa,” ujar Leonardo Trasande, MD, MPP, penulis utama studi sekaligus profesor pediatri di NYU Grossman School of Medicine.

ilustrasi/freepik

Baca juga: Aktivis Lingkungan Demo Pemkot Malang, Desak Perda Pembatasan Plastik Sekali Pakai Segera Disahkan

Mikroplastik, Peradangan, dan Risiko Neurologis

Paparan plastik tidak hanya berhenti pada bahan kimia. Ketika dipanaskan atau diproses, plastik dapat melepaskan mikroplastik dan nanopartikel yang masuk ke dalam tubuh manusia. Zat ini terbukti memicu peradangan, mengganggu fungsi hormon, serta memengaruhi perkembangan otak.

Sejumlah penelitian juga mengaitkan paparan plastik dengan penurunan IQ dan gangguan saraf pada anak. Hal ini menegaskan perlunya tindakan pencegahan sejak dini untuk melindungi generasi muda.

Upaya Pencegahan dan Solusi Paparan Plastik

Meski berisiko, para peneliti menekankan bahwa langkah pencegahan sederhana dapat dilakukan orang tua, seperti:

  • Mengganti wadah plastik dengan kaca atau baja tahan karat.

  • Menghindari penggunaan plastik di microwave dan dishwasher.

  • Memilih produk yang bebas BPA dan ftalat.

“Dengan memberikan panduan yang jelas, tenaga kesehatan dapat membantu orang tua memilih produk yang lebih aman,” tambah Trasande.

Selain itu, keterlibatan sekolah, organisasi masyarakat, dan kebijakan publik sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai.

Baca juga: Sungai Brantas Tercemar Plastik, Pegiat Lingkungan di Kota Malang Gelar Aksi

Regulasi Global dan Perjanjian Plastik PBB

Tinjauan ini juga bertepatan dengan negosiasi terbaru Perjanjian Plastik Global PBB di Jenewa. Lebih dari 100 negara mendesak pembatasan produksi plastik secara hukum. Menurut Trasande, hasil penelitian ini semakin memperkuat urgensi regulasi global.

Ia menekankan bahwa meski industri plastik bernilai ekonomi besar, biaya kesehatan akibat dampaknya mencapai $250 miliar per tahun di Amerika Serikat.

Perjanjian internasional ini juga akan dibahas dalam Simposium Plastik, Kesehatan Manusia, dan Solusi 2025 yang digelar NYU Langone Health di New York.

Paparan Plastik di Mainan bayi
mainan bayi.foto/freepik

Plastik dalam Dunia Medis: Perlu, Tapi Harus Bijak

Para peneliti menegaskan bahwa plastik tetap memiliki peran penting, terutama dalam bidang medis seperti ventilator bayi prematur, nebulizer, hingga masker kesehatan. Namun, penggunaannya harus dibatasi pada konteks medis yang memang vital, bukan untuk konsumsi harian yang berisiko pada kesehatan jangka panjang.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

redaktur: jatmiko

Tags: bahan kimia berbahayaBPAftalatkesehatan anakkesehatan globalMikroplastikNYU Langone Healthpenyakit kronisperjanjian plastik PBBPFASplastikThe Lancet

Related Posts

Hospital Penawar hadirkan paket skrining prostat berbiaya terjangkau bagi pasien asal Indonesia./Foto: Pinterest/Kimberly Getchell
Tugu Sehat

Jaga Kesehatan! Hospital Penawar Hadirkan Paket Skrining Prostat dengan Biaya Terjangkau

Senin, 1 Jun 2026
Event INAS26
Tugu Sehat

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

Jumat, 29 Mei 2026
Cara Aman Mengonsumsi Olahan Daging saat Idul Adha (Foto: Pexels)
Tugu Sehat

Mengapa Tubuh Bisa Lemas setelah Makan Daging Kurban? Ini Penjelasan dr. Indra Gunawan

Rabu, 27 Mei 2026
Black Mold
Tugu Sehat

Bahaya Black Mold di Rumah, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selasa, 26 Mei 2026
Aqua Yoga
Tugu Sehat

Mengenal Aqua Yoga, Olahraga Air yang Bantu Relaksasi dan Kebugaran

Selasa, 26 Mei 2026
Para dokter spesialis dari Morula. (Foto/ist)
Tugu Sehat

10 Persen Pasangan Usia Subur di Malang Hadapi Persoalan Infertilitas, Morula Beber Faktornya

Senin, 25 Mei 2026
Next Post
Sate ayam ponorogo

Rekomendasi Sate Ayam Ponorogo di Malang: Kuliner Khas Kota Reog yang Wajib Dicoba!

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.