Monday, July 6, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Olahraga Terbukti Perbaiki Kerusakan Otak akibat Junk Food, Studi Ungkap Mekanismenya

Redaksi by Redaksi
October 30, 2025 7:25 am
in Tugu Sehat
junk food

ilustrasi/freepik.com

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang – Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa olahraga, terutama aktivitas lari, mampu memperbaiki kerusakan otak dan gangguan suasana hati yang disebabkan oleh konsumsi makanan cepat saji atau junk food. Penelitian ini dilakukan oleh tim dari University College Cork, Irlandia, yang dipimpin Profesor Yvonne Nolan, dan dipublikasikan pada pekan lalu di jurnal ilmiah Brain Medicine.

🔬 Olahraga Redam Dampak Junk Food terhadap Otak dan Hormon

Ini junk Food
ilustrasi/freepik

Para peneliti menemukan bahwa lari sukarela dapat mengurangi gejala mirip depresi yang dipicu oleh pola makan tinggi lemak dan gula. Efek positif ini terjadi melalui perubahan hormon dan metabolit usus — zat kimia yang dihasilkan mikroba pencernaan.

READ ALSO

Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara

Investasi Kesehatan Terbaik! Hospital Penawar Hadirkan Paket Medical Check Up Wanita, Mulai RP 990 Ribu

Dalam studi ini, tikus jantan dewasa diberi dua jenis diet: standar dan “diet kafetaria” (tinggi lemak dan gula), selama tujuh setengah minggu. Sebagian tikus diberi akses berlari di roda, sementara sebagian lainnya tidak. Hasilnya, tikus yang aktif secara fisik menunjukkan suasana hati lebih stabil dan fungsi kognitif lebih baik, meskipun tetap mengonsumsi junk food.

“Olahraga memiliki efek seperti antidepresan, bahkan dalam konteks pola makan tidak sehat,” ujar Dr. Minke Nota, penulis utama penelitian ini.

Baca juga: Penyebab Rambut Rontok, Hal yang Harus Dihindari dan Cara Mengatasinya

🧩 Peran Metabolit Usus dalam Suasana Hati

Analisis laboratorium terhadap isi sekum (bagian awal usus besar) menunjukkan bahwa diet tinggi lemak dan gula mengubah metabolisme usus secara drastis. Dari 175 metabolit yang diperiksa, 100 di antaranya terganggu. Namun, olahraga mampu memulihkan sebagian keseimbangan metabolit tersebut.

Tiga metabolit utama — anserin, indol-3-karboksilat, dan deoksiinosin — yang berperan penting dalam pengaturan suasana hati, menurun akibat pola makan buruk tetapi kembali normal setelah olahraga rutin.

Selain itu, olahraga juga memberikan efek anti-kecemasan ringan dan sedikit meningkatkan kemampuan memori spasial.

💉 Hormon Penentu Keseimbangan Emosi dan Energi

Perubahan hormonal juga mencerminkan hasil perilaku. Tikus yang makan junk food tanpa olahraga memiliki kadar insulin dan leptin lebih tinggi — dua hormon yang terkait dengan stres metabolik dan suasana hati buruk. Namun, kadar tersebut menurun signifikan pada tikus yang berolahraga.

Peneliti juga menemukan peran hormon lain seperti GLP-1 dan PYY, yang mengatur nafsu makan dan metabolisme energi. Olahraga tampaknya memicu mekanisme hormonal kompensasi untuk menjaga keseimbangan tubuh ketika kualitas diet menurun.

🧠 Diet Buruk Hambat Pertumbuhan Sel Otak Baru

Yang paling menarik, penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan junk food menghambat neurogenesis hipokampus — proses pembentukan sel-sel otak baru yang biasanya dirangsang oleh olahraga. Artinya, makanan cepat saji dapat mengurangi kemampuan otak beradaptasi dan pulih, bahkan ketika seseorang aktif berolahraga.

“Kualitas diet ternyata menentukan sejauh mana otak mampu mengambil manfaat dari aktivitas fisik,” jelas Prof. Nolan.

Baca juga: 5 Penyakit Langganan di Musim Hujan dan Cara Mencegahnya

⚖️ Implikasi: Olahraga Tetap Penting, Tapi Pola Makan Harus Diperbaiki

Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa kesehatan mental sangat dipengaruhi oleh interaksi antara pola makan dan aktivitas fisik. Olahraga tetap memberikan efek antidepresan, tetapi manfaat optimal bagi otak hanya tercapai jika diimbangi dengan pola makan bergizi.

Para ahli menilai penelitian ini membuka peluang baru untuk menargetkan metabolit usus sebagai terapi gangguan suasana hati. Senyawa seperti anserin dan indol-3-karboksilat bahkan berpotensi menjadi biomarker atau bahan terapi baru untuk depresi.

📌 Kesimpulan

Penelitian dari University College Cork ini memberikan bukti kuat bahwa:

  • Olahraga rutin dapat menetralkan efek negatif junk food terhadap otak.

  • Metabolit dan hormon usus berperan besar dalam mengatur suasana hati.

  • Kombinasi diet sehat dan aktivitas fisik tetap menjadi kunci menjaga kesehatan mental dan kognitif.

Temuan ini sekaligus mengingatkan bahwa olahraga bukan sekadar menjaga fisik, tetapi juga mampu memperbaiki keseimbangan kimia otak yang rusak akibat gaya hidup modern.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: jurnal penelitian University College Cork, Irlandia, sciencedaily
redaktur: jatmiko

Tags: Aktivitas fisikdepresiDiet sehatGaya Hidup Sehathormonilmiahjunk foodkesehatanKesehatan MentalKesehatan Otaklarimakanan cepat sajimetabolit ususneurogenesisolahragaotakpenelitianPola makanriset kesehatanUniversity College Cork

Related Posts

Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara
Tugu Sehat

Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara

Sunday, 5 Jul 2026
Hospital Penawar
Tugu Sehat

Investasi Kesehatan Terbaik! Hospital Penawar Hadirkan Paket Medical Check Up Wanita, Mulai RP 990 Ribu

Sunday, 28 Jun 2026
Hospital Penawar
Tugu Sehat

Hospital Penawar Hadirkan Paket Medical Check Up Pria Mulai Rp 900 Ribu!

Saturday, 27 Jun 2026
PSLCNet Al Qowiy Tanjungpinang gelar webinar session sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang anak, khususnya anak dengan gangguan autisme. /Foto: Dok. PSLC.
Tugu Sehat

Gratis! Ikuti Event Webinar Session PSLCNet Al Qowiy Tanjungpinang

Thursday, 25 Jun 2026
inas26
Tugu Sehat

Pasca INAS26, PSLC Terus Berkomitmen Bergerak Mendukung Lingkungan yang Lebih Ramah bagi Anak

Wednesday, 24 Jun 2026
PSLC bersama Avicenna Childhood hadirkan event Seminar Internasional Anak Berkebutuhan Khusus 2026. /Foto: Dok. PSLC
Tugu Sehat

Kolaborasi PSLC X Avicenna Childhood Hadirkan Seminar Internasional Anak Berkebutuhan Khusus 2026

Monday, 22 Jun 2026
Next Post
Prakiraan Cuaca Malang

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini, Kamis 30 Oktober 2025: Didominasi Hujan Ringan dan Cuaca Berawan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.