Nurcholis MA Basyari: Dalam Konsep Demokrasi, Pers Kampus Sama Seperti Pers Umum

  • Whatsapp
Pemimpin Redaksi (Pemred) Tugujatim.id, Nurcholis MA Basyari, saat mengisi materi di Tugu Media Goes to Campus bersama 4 PTN di Surabaya Raya meliputi Unair, Unesa, UINSA dan ITS, pada Senin (24/05/2021). Foto: tangkapan layar

Tugumalang.id – Materi ketiga di agenda Tugu Media Goes to Campus diisi oleh Pemimpin Redaksi (Pemred) Tugujatim.id, Nucholis MA Basyari, dengan topik mengenai ‘Etika dan Teknik Dasar Menulis Berita’.

Dalam paparannya, dia mengatakan bahwa pers kampus sama seperti pers secara umum, dalam konsep demokrasi. Legal. Karena bagian dari konstitusi, pers itu pilar keempat karena mewakili publik. Sarana menyuarakan kepentingan masyarakat, sesuai tri dharma perguruan tinggi.

“Pers kampus sama seperti pers secara umum, dalam konsep demokrasi. Pers itu pilar keempat karena mewakili publik. Kekuatan media berbasis jurnalistik menjalankan praktik-praktik jurnalisme yang utuh untuk mengupas tuntas secara mendalam setiap berita yang ditulisnya berdasarkan fakta,” terangnya, dalam Tugu Media Goes to Campus, pada Senin (24/05/2021).

Materi Pemimpin Redaksi (Pemred) Tugujatim.id, Nurcholis MA Basyari, di Tugu Media Goes to Campus bersama 4 PTN di Surabaya Raya meliputi Unair, Unesa, UINSA dan ITS, pada Senin (24/05/2021). Foto: tangkapan layar

Selain itu, Nurcholis juga menjelaskan terkait jaminan konstitusi yang dimiliki media seperti yang tertuang dalam Pasal 28 dan Pasal 28F UUD 1945. Di sisi lain, juga perlu memerhatikan poin-poin seperti kesadaran etika dan hukum, kode etik jurnalistik, UU nomor 40 tahun 1999, UU perlindungan anak, UU ITE, pedoman pemberitaan ramah anak, dan pedoman pemberitaan media siber.

“Dalam konteks demokrasipun koridornya ada, tidak ada impunitas apapun, tidak ada yang kebal hukum entah media mainstream atau media kampus (sehingga perlu memperhatikan poin-poin tersebut),” sambungnya.

Elemen kapasitas jurnalis juga disampaikan Nurcholis, yakni skill, kesadaran, leadership, pengetahuan, dan kapasitas. Telebih tingkatan profesi wartawan juga disematkan, ada tiga jenjang meliputi wartawan muda, wartawan madya, dan wartawan utama.

“Temen-temen harus punya pengetahuan lebih dari mahasiswa yang lain, apalagi aktif di pers kampus. Tidak kalah penting yaitu skill, ada 6M yang terdiri dari mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan apa yang anda peroleh di lapangan,” bebernya.

Baca Juga  Dr Aqua Dwipayana Sharing Komunikasi dan Motivasi di Jajaran Brigif 4/Dewa Ratna 

Dalam pelatihan Tugu Media Goes to Campus, Nurcholis juga memaparkan soal piramida terbalik, unjuk kerja menulis berita, keselarasan bahasa, uji kompetensi wartawan, dan lain-lain.

Tugu Media Group yang membawahi Tugujatim.id dan Tugumalang.id bekerja sama dengan PT Paragon Technology and Innovation yang merupakan pabrik kosmetik berlabel halal terbesar di Indonesia—meliputi produk Wardah, Emina, Make Over, Putri, dan Kahf, membuat program pelatihan jurnalistik dan fotografi bernama ‘Tugu Media Goes to Campus’.

Tugu Media Goes to Campus kali ini digelar di 4 perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Surabaya, seperti Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dan UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, yang diikuti lebih dari 725 peserta.

Reporter: Rangga Aji

Editor: Lizya Kristanti

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *