Sunday, July 5, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Merawat Sejarah dan Harmoni Budaya Kota Malang

Redaksi by Redaksi
April 22, 2024 12:35 pm
in Catatan
Catatan Pj Wali Kota Malang tentang budaya Kota Malang
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

SEJARAH dan budaya adalah bara yang harus terus dirawat agar tak padam digilas perubahan zaman. Keduanya adalah cikal bakal berkembangnya Kota Malang yang kini menjelma menjadi kota modern.

Khasanah sejarah akan menjadi pemantik kebanggaan generasi terhadap jati diri kotanya. Sedangkan budaya akan menjadi harmoni yang mengiringi generasi menuju era kejayaan.

READ ALSO

Malang dan Ilusi Pembangunan: Ketika Ruang Terbuka Hijau Dikorbankan, Siapa yang Dilayani?

Membaca Fenomena Selebrasi Gen-Z Pasca Sidang Skripsi

Maka merawat khasanah sejarah dan harmoni budaya Kota Malang mutlak harus dilakukan. Jika keduanya berselaras, Kota Malang akan semakin berkelas di lintas sektor dan teritorial.

Bapak Proklamator, Ir Soekarno dalam pidatonya pada 17 Agustus 1966 pernah menyerukan semboyan ‘Jasmerah’ yang artinya Jangan Sekali kali Meninggalkan Sejarah. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tak melupakan sejarahnya sendiri.

Kota Malang memiliki jejak sejarah perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan. Salah satunya Peristiwa Malang Bumi Hangus saat pasukan kolonial melancarkan Agresi Militer Belanda I pada Juli 1947 silam.

Sekitar 1.000 bangunan di Kota Malang dibakar sebagai taktik para pejuang dan gerilyawan untuk menggentarkan pasukan Belanda yang hendak menguasai kembali wilayah Malang.

Baca Juga: Mbois Ilakes untuk Kota Malang

Kala itu, para pejuang tak rela wilayah Kota Malang kembali dikuasai kolonial Belanda yang mulai merangsek masuk. Maka lebih baik hangus dari pada Bumi Arema yang saat itu kaya akan hasil bumi seperti kopi dan gula dikuasai penjajah lagi.

Berbagai bangunan pusat pemerintahan, pendidikan, industri, pertokoan hingga permukiman elit dibakar agar tak diduduki dan dimanfaatkan Belanda.

Bangunan itu diantaranya yakni Balai Kota Malang, Hotel Pelangi, gedung KNPI, Kantor BI, SMA Cor Jesu, pertokoan Kayutangan, permukiman di kawasan Ijen, Rampal, Celaket dan masih banyak lagi.

Pasukan Belanda sempat menguasai Kota Malang setelah Pertempuran Jalan Salak pecah dan 35 pasukan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) gugur. Meski begitu, pasukan Belanda tak bisa memanfaatkan bangunan strategis di Kota Malang lantaran sudah luluh lantah usai dibakar para pejuang.

Setelah pasukan Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia, bangunan bangunan saksi peristiwa Malang Bumi Hangus itu banyak yang kembali dipugar dan masih bisa dimanfaatkan hingga saat ini.

Bangunan bangunan itu kini menjadi jejak bahkan menjadi sumber khasanah keilmuan sejarah di Kota Malang. Maka sebagai generasi penerus, sudah sepantasnya kita bangga dengan sejarah dan jati diri kotanya.

Terlebih, Kota Malang juga memiliki Kelurahan Dinoyo yang konon menjadi pusat Kerajaan Kanjuruhan di era Raja Gajayana. Jejak adanya Kerajaan Kanjuruhan juga tersirat dalam Prasasti Dinoyo yang juga menceritakan masa keemasan Kerajaan Kanjuruhan di era Raja Dewa Simha, ayah Raja Gajayana.

Di wilayah Dinoyo juga banyak ditemukan arca, konstruksi kuno, gerabah hingga prasasti periode Kerajaan Kanjuruhan yakni abad ke-8, termasuk Prasasti Dinoyo. Jejak jejak sejarah itu kini disimpan di Museum Mpu Purwa Kota Malang yang juga menyimpan benda benda era 5 kerajaan besar di Nusantara.

Kota Malang sejatinya juga punya kekayaan budaya yang menjadi harmoni, mengiringi perkembangan zaman. Budaya menjaga keharmonisan perbedaan suku, agama, bahasa, etnik dan lainnya.

Kepada pendatang, masyarakat lokal Kota Malang akan tetap menggelorakan jati dirinya yang lugas, dinamis dan pekerja keras. Bahkan saat merantau. Salah satu peninggalan budaya para leluhur di Kota Malang yang masih lekat terdengar di telinga saat ini adalah bahasa walikan.

Kemudian kekayaan budaya Kota Malang juga berpengaruh terhadap perkembangan kesenian tradisional. Seperti Tari Topeng Malangan, Tari Beskalan, Bantengan dan lainnya. Kini, Kota Malang memiliki 321 cagar budaya sebagai objek pemajuan kebudayaan Kota Malang.

Baca Juga: Mengenal Konsep Sport Tourism Menuju Sport City Kota Malang

Memasuki usia Kota Malang ke-110, peringatan HUT tak akan sekadar menjadi euforia belaka. Namun akan menjadi momentum refleksi dan evaluasi diri. Pencapaian yang telah diraih harus menjadi motivasi untuk menata diri dalam menghadapi dan menatap tantangan masa depan.

Demi Kota Malang yang berkelas, mari saling berselaras. Berkolaborasi lintas komunitas, bersibergi lintas sektor untuk satu visi satu misi membangun Kota Malang yang semakin berkelas dan berdaya saing tinggi di segala bidang.

Dalam peringatan HUT Kota Malang ke-110 ini, saya juga berkomitmen menggelorakan pamor sejarah dan budaya Kota Malang. Mulai melakukan napak tilas, menggelar event, edukasi hingga perbaikan tempat tempat bersejarah di Kota Malang.

Peninggalan sejarah dan keharmonisan budaya Kota Malang harus terus dilestarikan. Jangan sampai terabaikan, apalagi dilupakan. Dengan lugas saya nyatakan ‘Menolak Lupa’.

*Dr Ir Wahyu Hidayat M.M
(PJ Wali Kota Malang)

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko

 

Tags: Budaya Kota Malangcatatan Kota Malangcatatan pj wali kota malang

Related Posts

Ruang hijau
Catatan

Malang dan Ilusi Pembangunan: Ketika Ruang Terbuka Hijau Dikorbankan, Siapa yang Dilayani?

Monday, 29 Jun 2026
Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Membaca Fenomena Selebrasi Gen-Z Pasca Sidang Skripsi

Monday, 29 Jun 2026
Gen-z
Catatan

Membaca Fenomena Selebrasi Gen-Z Pasca Sidang Skripsi

Sunday, 28 Jun 2026
Pendidikan Akhlak
Catatan

Guru dan Orang Tua: Dua Sisi Mata Uang Pendidikan Akhlak

Sunday, 28 Jun 2026
Rama dan Sinta
Catatan

Rama dan Sinta (Bukan dalam Wayang)

Saturday, 27 Jun 2026
Aries Musnandar. Foto/dok
Catatan

Belajar Disiplin dari Negeri Matahari Terbit

Friday, 26 Jun 2026
Next Post
viral video

Viral Video Perbuatan Mesum yang Dilakukan Dua Sejoli di Salah Satu Cafe Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.