Senin, Juni 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Menuju Idul Fitri Kebangsaan: Dari Taqwa Personal ke Etika Bernegara

Redaksi by Redaksi
Maret 15, 2026 1:29 pm
in Catatan
Menuju Idul Fitri Kebangsaan

Aries Musnandar

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Dr. Aries Musnandar*

Diskursus publik belakangan ini riuh dengan istilah “omon-omon”, sebuah sindiran satir terhadap jurang lebar yang memisahkan antara retorika di podium dan fakta di lapangan. Dalam konteks bernegara, fenomena ini menjadi manifestasi krisis integritas yang akut.

READ ALSO

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Pidato-pidato kebangsaan yang dipenuhi diksi religius dan etis kerap hanya menjadi kosmetik politik, sementara di balik layar, intervensi terhadap independensi lembaga negara terus berjalan demi syahwat kekuasaan yang pragmatis.

Idul Fitri semestinya tidak berhenti pada seremoni saling memaafkan yang bersifat superfisial. Lebih dari itu, Idul Fitri harus menjadi momentum “Fitrah Kebangsaan” yang menuntut kembalinya integritas personal ke dalam praktik bernegara.

Jika taqwa hanya dipahami secara privat sebagai ritual kesalehan individu, tetapi abai terhadap etika publik, maka kita sedang menyaksikan pendangkalan makna agama dalam ruang sipil. Taqwa yang hakiki bukan sekadar komoditas lisan, melainkan konsistensi antara sumpah jabatan dan tindakan nyata.

Baca juga: Kapan Idul Fitri 2026? BMKG dan BRIN Ungkap Prediksi 1 Syawal 1447 Hijriah

Persoalan fundamental bangsa hari ini adalah lumpuhnya profesionalitas akibat intervensi yang mengganggu marwah Trias Politika. Kita menyaksikan proses sebab-akibat yang nyata: ketika ambisi kekuasaan tidak lagi mengenal batas etika, independensi lembaga legislatif dan yudikatif pun dipertaruhkan.

Hukum yang seharusnya menjadi panglima tertinggi perlahan bergeser menjadi instrumen yang dapat “dipesan” atau diintervensi. Padahal, tanpa pemisahan kekuasaan yang tegas dan bersih dari gangguan, keadilan sosial hanyalah fatamorgana dalam narasi pidato.

Di sinilah relevansi ibadah puasa yang baru saja kita lalui diuji. Puasa merupakan laboratorium pengendalian diri (self-restraint) yang paling radikal. Jika secara personal seorang hamba mampu menahan hal-hal yang halal demi ketaatan kepada Sang Pencipta, maka secara kolektif dalam kehidupan kebangsaan, para elite semestinya memiliki ketahanan moral untuk menahan diri dari godaan mengangkangi konstitusi atau merusak tatanan demokrasi.

Indikator keberhasilan puasa seorang hamba bukan terletak pada kemeriahan hari raya, melainkan pada transformasi perilaku pasca-Ramadhan. Secara analogis, keberhasilan “Idul Fitri Kebangsaan” harus diukur dari pergeseran perilaku kolektif ke arah yang lebih positif dan bermartabat.

Baca juga: Layanan Imigrasi Tutup 18-24 Maret 2026 Saat Nyepi dan Idul Fitri

Jika kondisi berbangsa dan bernegara belum menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik, jika korupsi tetap langgeng dan intervensi tetap menjadi tradisi, maka puasa kita secara substantif belum memiliki makna dan belum menyentuh rida-Nya.

Rida Allah tidak akan turun pada sebuah bangsa yang membiarkan kebenaran diputarbalikkan oleh retorika hampa. Idul Fitri tahun ini harus menjadi tenggat bagi para penyelenggara negara untuk kembali ke fitrah integritas, yakni sebuah titik balik ketika taqwa tidak lagi disandera oleh kepentingan sempit, melainkan mewujud dalam etika bernegara yang bersih, jujur, dan profesional. Tanpa itu, kita hanya akan terjebak dalam siklus ritual tahunan yang hampa rasa dan miskin makna.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Tentang Penulis

Aries Musnandar, dosen PAI FIK dan Program Pascasarjana Universitas Islam Raden Rahmat Malang. Memiliki pengalaman bekerja di dunia usaha dan industri selama dua dekade, terutama di perusahaan multinasional.

redaktur: jatmiko

Tags: Aries Musnandaretika bernegaraidul fitriintegritas publikkrisis integritasMenuju Idul Fitri Kebangsaantaqwa personalTrias Politika

Related Posts

Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Selasa, 26 Mei 2026
Momentum Hari Kebangkitan Nasional, refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib tentang kedaulatan algoritma di era digital. /Foto: Dok. Istimewa.
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Rabu, 20 Mei 2026
Tiko Ari. Foto/dok
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional dan Tantangan Nyata Pekerja Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 20 Mei 2026
Agama
Catatan

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (1)

Selasa, 19 Mei 2026
Prophetic Intelligence
Catatan

Prophetic Intelligence: Menyatukan Ideologi dan Strategi Politik PKB di Era Gen Z

Selasa, 12 Mei 2026
Sains dan Agama
Catatan

Paradigma Baru: Mengakhiri “Perang Dingin” antara Sains dan Agama

Minggu, 10 Mei 2026
Next Post
Koni Kabupaten Malang

Ketua Umum KONI Kabupaten Malang Darmadi Siapkan Porkab 2026 untuk Jaring Atlet Berprestasi

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.