MALANG, Tugumalang.id – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang, Darmadi, telah menyiapkan sejumlah program yang akan digalakkan selama masa kepemimpinannya hingga 2028 mendatang.
Salah satu program yang menjadi prioritas adalah menggelar kembali Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Malang yang sempat terhenti sejak pandemi Covid-19. Porkab menjadi ajang kompetisi antarkecamatan untuk menjaring atlet-atlet berprestasi.
“Kami akan upayakan untuk memulai kembali Porkab di tahun 2026 dalam rangka menjaring atlet-atlet bertalenta di usia dini,” kata Darmadi usai pelantikan Pengurus KONI Kabupaten Malang Pergantian Antar Waktu masa bakti 2026-2028 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (14/3/2026).
Porkab Malang 2026 Jadi Ajang Menjaring Atlet Potensial
Atlet-atlet yang meraih prestasi di Porkab Malang 2026 nantinya memiliki kesempatan untuk bertanding di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Mereka ditargetkan mampu meraih posisi ranking dua atau naik dua tingkat dibandingkan capaian pada Porprov Jatim 2025.
Baca juga: Darmadi Resmi Dilantik sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Malang 2026-2028
Darmadi optimistis Porkab Malang tetap bisa digelar meski pada 2026 terdapat efisiensi anggaran. Ia menyebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah berkomitmen memberikan dukungan bagi kemajuan olahraga daerah.
“Saya kira memungkinkan (meski ada efisiensi), tinggal mengatur manajemennya. Penganggaran juga harus direncanakan dengan baik,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Malang tersebut.
Pemetaan Cabor Jadi Fokus Pembinaan KONI Kabupaten Malang
Selain menggelar Porkab, Darmadi mengatakan dirinya akan mengubah pola pembinaan atlet di Kabupaten Malang, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan pusat pelatihan (puslat) yang lebih serius.
Selanjutnya, ia juga akan melakukan pemetaan kekuatan atlet. Pemetaan ini dilakukan untuk mengetahui cabang olahraga (cabor) mana saja yang paling berpotensi menyumbang medali.
“Mana (cabor) yang memang punya peluang besar, itu akan kita petakan,” kata Darmadi.
Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, berharap pemetaan tersebut bisa segera dilakukan agar KONI Kabupaten Malang dapat lebih fokus membina cabor yang memiliki peluang besar untuk meraih prestasi.
Bahkan, pemetaan tidak hanya dilakukan di tingkat cabor, tetapi juga pada nomor atau kategori pertandingan. Misalnya di cabor atletik, KONI Kabupaten Malang perlu memetakan nomor mana yang paling besar potensinya.
“Misal di cabor atletik, jangan diambil semua nomornya. Ambil saja nomor-nomor yang punya potensi,” kata Nabil.
Ia juga berharap Porkab Malang benar-benar dapat terlaksana karena ajang tersebut dinilai menjadi metode yang paling objektif, proporsional, dan sportif dalam pemetaan serta penjaringan atlet-atlet berprestasi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























