Tugumalang.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan menyoroti distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang yang belum merata. Pondok pesantren dan madrasah menjadi salah satu sasaran MBG yang disorot dalam kunjungannya di Kota Malang pada Selasa (24/2/2026).
Di Kota Malang, Zulhas melakukan peninjauan di 3 sekolah yakni MAN 2 Kota Malang, SMAN 3 Malang dan SMPN 2 Muhammadiyah Kota Malang. Di 3 sekolah itu, ia mengecek langsung pelaksanaan program MBG yang bertepatan dengan Ramadan 2026.
Baca Juga: Dinas Pendidikan Kota Batu Dorong Dapur MBG Serap Hasil Tani dan Ternak Lokal
Selama Ramadan, ia menyebut penyaluran MBG dengan makanan kering wajib tetap memperhatikan komposisi nilai gizi. Dia menjelaskan di dalam setiap paket MBG harus terdapat makanan yang mengandung protein, karbohidrat, hingga serat.
“Terpenting memenuhi aturan soal syarat gizi, karena di SPPG kan sudah ada ahli gizinya. Harus ada protein, karbohidrat dan harus ada serat,” kata dia.
Soal waktu pendistribusian juga disesuaikan. Misalnya untuk pondok pesantren digeser ke waktu mendekati jam berbuka puasa. Sedangkan, bagi pelajar non muslim di setiap sekolah diperbolehkan tetap mendapatkan paket MBG siap santap.
“Kalau ibu hamil, balita, dan ibu menyusui itu juga tetap mendapatkan, termasuk non muslim,” ujarnya.
Di sisi lain, ia menyoroti penyaluran MBG yang belum merata. Terutama di lingkungan pondok pesantren dan madrasah yang ada di Kota Malang. Salah satunya yakni di MAN 2 Kota Malang yang belum memperoleh distribusi MBG sama sekali.
Baca Juga: Sajikan Menu Kering, MBG di Kabupaten Malang Tetap Jalan Selama Ramadan
“Sudah saya minta datanya nanti segera kami bantu agar cepat mendapatkan MBG. Pondok pondok (pesantren) juga banyak yang belum hampir 40 persen, itu didata,” ungkapnya.
Ia memandang bahwa belum meratanya distribusi MBG di Kota Malang dilatari masalah pendataan. Untuk itu, ia meminta seluruh sekolah maupun pondok pesantren mana saja yang belum mendapatkan MBG segera didata.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Kota Malang, Samsudin mengakui bahwa sekolahnya memang belum mendapat distribusi MBG sama sekali.
“Sekolah ini belum, masih proses. Sudah ada tim yang melakukan survey disini. Kami disini ada 1.572 siswa,” ujarnya.
Pihaknya juga berencana segera melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada wali murit terkait pelaksanaan teknis program MBG itu.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A
























