Senin, Juni 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Saat Keyakinan dan Tindakan Bertentangan: Mengenal Cognitive Dissonance ala Leon Festinger

Redaksi by Redaksi
Juli 22, 2025 6:47 am
in Tugu Sehat
Cognitive Dissonance

Ilustrasi/freepik

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Pernahkah Anda merasa tidak nyaman karena melakukan sesuatu yang bertentangan dengan prinsip yang Anda yakini? Misalnya, Anda percaya pentingnya hidup sehat tapi tetap saja tergoda mencoba tren makanan cepat saji yang viral di media sosial. Atau, Anda mengampanyekan pentingnya self-love, tetapi setiap hari justru membandingkan diri dengan orang lain di media sosial. Perasaan tidak nyaman itu bisa jadi tanda bahwa Anda sedang mengalami cognitive dissonance.

Istilah ini diperkenalkan oleh Leon Festinger, seorang psikolog sosial terkemuka, untuk menggambarkan konflik internal yang terjadi saat ada ketidaksesuaian antara keyakinan dan perilaku seseorang. Dalam era digital yang serba cepat dan penuh tekanan sosial, fenomena ini semakin relevan.

READ ALSO

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

Mengapa Tubuh Bisa Lemas setelah Makan Daging Kurban? Ini Penjelasan dr. Indra Gunawan

Apa Itu Cognitive Dissonance?

Cognitive dissonance atau disonansi kognitif adalah kondisi psikologis ketika seseorang memiliki dua atau lebih pikiran (kognisi) yang saling bertentangan. Misalnya, seseorang percaya bahwa merokok itu berbahaya, tapi tetap melakukannya. Ketegangan psikologis yang timbul dari ketidaksesuaian ini menciptakan perasaan tidak nyaman.

Baca juga: Cara Ampuh Mengatasi Overthinking dan Menenangkan Pikiran

Menurut teori Festinger, semakin besar perbedaan antara kognisi yang bertentangan, semakin kuat pula rasa tidak nyamannya. Untuk meredakan ketegangan ini, seseorang biasanya akan:

  • Mengubah perilaku

  • Menyesuaikan keyakinan

  • Menambah alasan baru yang membenarkan perilaku (justifikasi)

Mengapa Kita Sering Membenarkan Ketidakkonsistenan Diri?

Berpikir
ilustrasi:foto/freepik

Alih-alih segera berubah, banyak orang justru mencari alasan pembenar untuk mempertahankan kebiasaannya. Inilah yang disebut justifikasi.

Contohnya, seseorang yang merasa bersalah membeli produk fast fashion bisa saja berpikir, “Saya butuh baju ini untuk presentasi kantor.” Penambahan kognisi seperti ini membuat perilaku tersebut tampak lebih rasional.

Dalam masyarakat modern, lingkungan sosial bahkan ikut memperkuat justifikasi ini, membuat kita makin jauh dari konsistensi antara nilai dan tindakan.

Baca juga: FOMO, YOLO, dan FOPO: 3 Penyakit Pikiran Serang Siapa Saja, Apakah Kamu Termasuk Orangnya?

Dampak Disonansi Kognitif Jika Dibiarkan

Jika tidak dikelola, disonansi kognitif bisa berdampak serius pada kesehatan mental. Gejala yang umum muncul antara lain:

  • Rasa bersalah dan stres berkepanjangan

  • Frustrasi dan kelelahan emosional

  • Hilangnya rasa percaya diri

  • Merasa tidak autentik

Studi Dewanti & Irwansyah (2021) menemukan bahwa individu dengan tingkat disonansi tinggi cenderung mengalami tekanan psikologis lebih besar dan memiliki hubungan yang renggang dengan nilai-nilai pribadinya.

3 Strategi Praktis Mengurangi Cognitive Dissonance

Ilustrasi
ilustrasi/freepik

Menurut Festinger, ada tiga strategi utama yang bisa digunakan untuk mengatasi konflik batin ini:

1. Mengubah Perilaku agar Sesuai dengan Nilai

Ini adalah pendekatan paling langsung. Misalnya, jika Anda percaya pentingnya pola makan sehat namun sering konsumsi junk food, Anda bisa mulai mengganti makanan tersebut dengan pilihan yang lebih bergizi.

Dalam konteks lain, seseorang yang menjunjung tinggi integritas namun berada di lingkungan kerja yang manipulatif bisa mulai menolak ikut serta dalam praktik-praktik tidak etis.

2. Mengubah Lingkungan untuk Mendukung Perilaku

Ketika sulit mengubah perilaku, opsi lain adalah menciptakan lingkungan yang mendukung dan memvalidasi perilaku tersebut. Contoh:

  • Mengikuti komunitas yang mendukung gaya hidup minimalis jika Anda merasa bersalah karena konsumtif

  • Mengatur ulang feed media sosial agar lebih sejalan dengan nilai-nilai pribadi

Dengan lingkungan yang “mengamini” perilaku kita, rasa bersalah yang muncul akibat disonansi bisa berkurang.

3. Menambahkan Kognisi Baru sebagai Justifikasi

Strategi ketiga adalah menambahkan informasi atau pikiran baru yang bisa membenarkan tindakan yang bertentangan. Contohnya:

  • “Saya makan fast food, tapi kan saya sudah olahraga hari ini.”

  • “Saya lembur terus, tapi ini demi jenjang karier saya.”

Walaupun tidak mengubah perilaku, kognisi tambahan ini bisa membantu mengurangi ketegangan psikologis.

Kesimpulan: Mengelola Disonansi untuk Kesehatan Mental yang Lebih Baik

Ilustrasi
Ilustrasi/freepik

Cognitive dissonance adalah bagian tak terelakkan dari kehidupan. Namun jika dibiarkan, bisa menjadi bom waktu bagi kesehatan mental. Menyadari konflik internal, memahami mekanisme pembenaran diri, dan berani mengambil langkah nyata adalah kunci untuk hidup lebih autentik dan seimbang.

Di tengah derasnya arus informasi dan tekanan sosial di era digital, konsistensi antara nilai dan tindakan mungkin bukan hal yang mudah. Tapi bukan berarti mustahil. Kesadaran adalah langkah pertama, tindakan kecil yang konsisten adalah kelanjutannya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Risma (magang)
redaktur: jatmiko

Tags: cognitive dissonancedisonansi kognitifKesehatan Mentalkeseimbangan hidupkonflik batinleon festingerperubahan perilakupsikologi modernself-justificationstrategi psikologisteori psikologi

Related Posts

Event INAS26
Tugu Sehat

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

Jumat, 29 Mei 2026
Cara Aman Mengonsumsi Olahan Daging saat Idul Adha (Foto: Pexels)
Tugu Sehat

Mengapa Tubuh Bisa Lemas setelah Makan Daging Kurban? Ini Penjelasan dr. Indra Gunawan

Rabu, 27 Mei 2026
Black Mold
Tugu Sehat

Bahaya Black Mold di Rumah, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selasa, 26 Mei 2026
Aqua Yoga
Tugu Sehat

Mengenal Aqua Yoga, Olahraga Air yang Bantu Relaksasi dan Kebugaran

Selasa, 26 Mei 2026
Para dokter spesialis dari Morula. (Foto/ist)
Tugu Sehat

10 Persen Pasangan Usia Subur di Malang Hadapi Persoalan Infertilitas, Morula Beber Faktornya

Senin, 25 Mei 2026
Ilustrasi ketika seseorang dengan kondisi pencernaan yang sehat (Foto: Pinterest @prozenycz)
Tugu Sehat

Bukan Sekedar Lancar BAB, Ini 10 Ciri Pencernaan yang Sehat

Jumat, 22 Mei 2026
Next Post
Koperasi Merah Putih Kota Batu

24 Koperasi Merah Putih Kota Batu Resmi Beroperasi, Gandeng Coosae Perkuat Pasar Lokal

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.