Tugumalang.id – Kegiatan kuliah yang padat sering kali membuat mahasiswa merasa kelelahan dan mencari pelarian instan untuk tetap terjaga.
Salah satu cara paling umum adalah dengan mengandalkan kafein, terutama kopi. Namun, kebiasaan minum kopi di malam hari ternyata bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan, terutama kualitas tidur.
Apa Itu Kafein?
Kafein, stimulan alami yang terdapat pada lebih dari 60 tanaman seperti kopi, teh, dan kakao, yang bekerja aktif dalam tubuh. Ia memicu sistem saraf pusat, menghasilkan peningkatan kewaspadaan yang signifikan.
Baca Juga: Mahasiswa ITN Malang Lolos Final Kompetisi Desain Jembatan Internasional di Singapura
Efek jangka pendeknya cukup terasa: kantuk sirna dan energi melonjak. Namun, di balik keuntungan sesaat itu, tersembunyi potensi risiko yang penting untuk diwaspadai, terutama jika dikonsumsi pada waktu yang kurang tepat.
Sayangnya, banyak yang menjadikan minum kopi malam hari sebagai kebiasaan, apalagi saat menghadapi tenggat tugas.
Padahal, riset dari American Academy of Sleep Medicine menemukan bahwa mengkonsumsi kafein enam jam sebelum tidur bisa menurunkan kualitas tidur secara signifikan.
Baca Juga: 5 Cara Investasi Cerdas untuk Mahasiswa: Modal Minim, Manfaat Maksimal
Faktanya juga, di kalangan mahasiswa, kopi terbukti menjadi sumber utama konsumsi kafein, demikian menurut hasil studi dari BioMed Central Public Health pada tahun 2022. Sekitar tiga perempat dari mahasiswa mengaku mengkonsumsi kopi dalam setahun terakhir.
Akibatnya, tubuh tidak mendapat istirahat yang cukup untuk pemulihan, dan ini bisa memicu kelelahan berkelanjutan, kesulitan konsentrasi, hingga stres.
Seseorang mungkin mengalami sulit tidur, tidur yang tidak nyenyak, atau sering terbangun di malam hari sebagai bagian dari efek sampingnya.
Tapi, Bukannya Ada yang Tetap Bisa Tidur Meski Minum Kopi?
Betul. Toleransi kafein tiap individu berbeda. Ada yang bisa menikmati kopi pukul 9 malam tanpa gangguan tidur, dan ada juga yang sulit tidur semalaman hanya karena minum kopi di sore hari.
Bahkan, ada yang bilang bahwa kita tidur selama 4 jam saja sudah cukup. Tidur yang cukup sangat penting tak hanya untuk energi, melainkan juga untuk daya ingat, suasana hati, dan kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Tidur dengan waktu yang relatif singkat bertentangan dengan studi yang diselenggarakan oleh American Academy of Sleep Medicine, mereka merekomendasikan jam tidur minimal 7 jam setiap malam bagi orang dewasa.
Selagi masih muda, lebih baik jaga pola tidur daripada menambah kopi saat malam, prioritaskan kesehatan, dan atur waktu tugas.
Catat kutipan dari ahli tidur Matthew Walker, “The best bridge between despair and hope is a good night’s sleep.” Kafein memang bisa membantu, tapi mengorbankan waktu tidur demi tetap melek bukanlah strategi jangka panjang yang sehat. Berhasil dalam akademik butuh fisik dan mental yang kuat, dan itu semua dimulai dari tidur yang cukup.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Muhammad Veri Adrianto Ivansa (Magang)
Editor: Herlianto. A





























