Malang, Tugumalang.id – Letusan gunung berapi kerap membawa dampak destruktif, namun di balik abu dan material vulkanik, terdapat manfaat ekologis yang jarang disadari: tanah di kawasan vulkanik justru menjadi lebih subur setelah erupsi. Kesuburan ini muncul dari proses pelapukan material gunung berapi yang kaya mineral dan unsur hara.
Sebaran abu dan material erupsi yang menutupi permukaan tanah menjadi bahan dasar terbentuknya tanah baru yang lebih gembur. Setelah tertimbun dan terurai, material tersebut berubah menjadi lapisan tanah muda yang mampu menyimpan air lebih baik serta mendukung pertumbuhan akar tanaman. Kondisi ini membuat area sekitar gunung berapi berpotensi menjadi lahan pertanian produktif dalam jangka panjang.
Baca juga: Lima Gunung Berapi Paling Sering Erupsi di Indonesia dalam 10 Tahun Terakhir
Pemulihan alami pascaerupsi juga memperkaya kandungan organik tanah. Vegetasi pionir yang tumbuh di atas material vulkanik kemudian mati dan menghasilkan humus. Mikroorganisme tanah kemudian bekerja menguraikan mineral, menyediakan nutrisi, dan memperkuat karakter tanah vulkanik sebagai salah satu jenis tanah paling subur.
Abu dan lava mengandung unsur kalium, fosfor, magnesium hingga kalsium. Ketika mengalami pelapukan, mineral tersebut menjadi nutrisi esensial bagi tanah. Struktur tanah vulkanik yang berpori membuat air mudah meresap dan akar tanaman tumbuh lebih cepat.
Pakar tanah asal Islandia, Ólafur Arnalds, pada laman researchgate, menyebut bahwa tanah yang terbentuk dari abu vulkanik tergolong Andisols, dikenal sangat subur berkat kandungan mineral reaktifnya. Kondisi inilah yang menjadikan wilayah vulkanik memiliki tingkat produktivitas pertanian yang tinggi.
Pakar kesuburan tanah Alfred E. Hartemink menambahkan, kualitas tanah dipengaruhi karbon organik, pH, kapasitas tukar kation (CEC), dan ketersediaan unsur hara—semua faktor yang diperkuat oleh material vulkanik yang mudah terurai.
Dari Indonesia, pakar UGM Didik Indradewa menilai abu vulkanik dapat menjadi media tanam baik bila dicampur tanah dan diberi tambahan nutrisi organik. Kombinasi tersebut membuat tanah lebih optimal untuk pertumbuhan tanaman.
Baca juga: 7 Gunung di Sekitar Malang yang Seru untuk Didaki
Pakar ilmu tanah UGM lainnya, Benito Heru Purwanto, menjelaskan bahwa endapan abu halus dapat meningkatkan kandungan hara tanah. Ketebalan material vulkanik kurang dari lima sentimeter disebut tidak berdampak negatif dan justru memperkaya unsur penting bagi tanaman.
Dengan proses alami tersebut, kawasan yang terdampak erupsi dapat kembali produktif dan berkembang menjadi lahan pertanian subur. Meski membawa risiko besar, letusan gunung berapi sekaligus menjadi bagian dari siklus alam yang memperkaya tanah di sekitarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: jatmiko
redaktur: jatmiko
























