Malang, Tugumalang.id – Aktivitas vulkanik di Indonesia kembali menjadi perhatian serius dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai negara yang berada di atas cincin api Pasifik, Indonesia memiliki ratusan gunung berapi aktif yang sewaktu-waktu dapat mengalami peningkatan aktivitas.
Dalam rentang satu dekade terakhir, sejumlah gunung menunjukkan pola erupsi berulang yang tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat di sekitarnya, tetapi juga menimbulkan korban jiwa serta kerusakan yang signifikan. Dinamika vulkanik ini menjadi cermin bahwa ancaman bencana geologi di tanah air masih sangat nyata dan membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Catatan dari lembaga vulkanologi dan kebencanaan menunjukkan bahwa beberapa gunung api mengalami erupsi yang berlangsung berkali-kali dalam sepuluh tahun terakhir, mulai dari letusan kecil hingga kejadian besar yang berdampak luas. Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa tingkat bahaya setiap gunung berbeda, namun semuanya memerlukan pemantauan intensif.
Baca juga: Wajib Kenali 7 Tipe Letusan Gunung Api di Indonesia
Dari sekian banyak gunung berapi aktif yang tersebar di Nusantara, lima gunung menonjol karena intensitas erupsinya: Semeru, Sinabung, Merapi, Anak Krakatau, dan Dukono. Kelimanya menjadi simbol betapa pentingnya kesiapsiagaan dan sistem mitigasi bencana di wilayah rawan erupsi.
Gunung Semeru: Erupsi Mematikan 2021

Gunung Semeru di Jawa Timur menjadi salah satu gunung dengan aktivitas paling intens. Erupsi pada 4 Desember 2021 menjadi peristiwa paling berdampak besar dalam dekade terakhir. Laporan menyebutkan sedikitnya puluhan korban meninggal dunia dengan angka terlapor mencapai 69 orang dalam pembaruan resmi, serta ribuan warga terdampak dan kerusakan luas pada permukiman serta fasilitas umum. Erupsi tersebut juga memicu awan panas dan aliran lahar yang jangkauannya mencapai wilayah padat penduduk. Dalam periode 2016–2025, Semeru tercatat mengalami erupsi berulang dan masuk dalam kategori gunung dengan aktivitas episodik yang konsisten.
Gunung Sinabung: Aktivitas Tinggi dan Korban Berjatuhan

Sejak kembali aktif sekitar 2010, Gunung Sinabung di Sumatera Utara terus menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Dalam kurun sepuluh tahun terakhir, Sinabung mengalami beberapa kali erupsi besar yang menimbulkan korban jiwa, termasuk kejadian pada 2016 yang menyebabkan sejumlah korban meninggal dunia. Total pengungsi dari rangkaian aktivitas erupsi sejak 2010 hingga beberapa tahun berikutnya mencapai puluhan ribu jiwa. Sepanjang 2016–2025, Sinabung termasuk gunung api dengan frekuensi erupsi sangat tinggi, baik berupa awan panas, lontaran abu, maupun erupsi strombolian yang terjadi berulang.
Baca juga: Apa Bedanya Awan Panas Semeru dan Wedhus Gembel Gunung Merapi?
Gunung Merapi: Aktivitas Tinggi, Kerusakan Material Mendominasi

Gunung Merapi, yang terletak di perbatasan DIY dan Jawa Tengah, terus aktif selama dekade terakhir. Meskipun tidak lagi menghasilkan korban jiwa besar seperti erupsi 2010, Merapi tetap memunculkan ancaman melalui guguran lava, awan panas kecil, dan lontaran abu yang terjadi dalam beberapa fase peningkatan aktivitas, termasuk pada 2018–2020. Dalam sepuluh tahun terakhir, erupsi Merapi tercatat puluhan hingga ratusan kali dalam bentuk kejadian kecil hingga sedang, dengan dampak utama berupa gangguan aktivitas warga serta kerusakan material.
Gunung Anak Krakatau: Erupsi Pemicu Tsunami 2018

Anak Krakatau di Selat Sunda menjadi sorotan dunia setelah peristiwa 22 Desember 2018, ketika runtuhan tubuh gunung memicu tsunami yang menewaskan ratusan orang dan melukai ribuan lainnya di pesisir Banten dan Lampung. Dalam dekade terakhir, Anak Krakatau juga tercatat mengalami aktivitas letusan eksplosif dan perubahan morfologi pulau yang terus dipantau intensif oleh lembaga vulkanologi.
Gunung Dukono: Aktivitas Nyaris Tanpa Henti
Berbeda dengan gunung api lain yang memiliki fase erupsi besar, Gunung Dukono di Halmahera, Maluku Utara, dikenal sebagai gunung dengan aktivitas vulkanik yang hampir tidak pernah berhenti selama lebih dari satu abad. Dalam rentang 2016–2025, letusan kecil berupa abu dan gas tercatat terjadi terus-menerus. Meski jarang menyebabkan korban jiwa, frekuensi letusan menjadikan Dukono sebagai salah satu gunung paling aktif di Indonesia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: jatmiko
redaktur: jatmiko





























