Sabtu, Agustus 29, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Apa Bedanya Awan Panas Semeru dan Wedhus Gembel Gunung Merapi?

Redaksi by Redaksi
Desember 6, 2022 1:55 pm
in Peristiwa
wedhus gembel dan awan panas
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Awan panas Semeru bukan hanya satu-satunya muntahan gunung berapi di Jawa yang membahayakan. Sebelas tahun lalu, tepatnya 26 Oktober 2010, Mbah Maridjan menjadi salah satu korban jiwa ganasnya awan panas Gunung Merapi. Juru kunci yang populer itu bersikukuh tetap menemani Merapi hingga akhir hayatnya walau harus berhadapan dengan ‘wedhus gembel’.

Pada Desember 2022, Gunung Semeru yang terletak sejauh 400 Kilometer sisi timur Gunung Merapi pun mengeluarkan guguran awan panas sejauh 19 Km. Gunung Semeru pun dinaikkan statusnya  menjadi level IV (Awas) hingga berita ini diturunkan. Lalu apa beda karateristik awan panas kedua gunung api aktif di Pulau Jawa ini?

READ ALSO

Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total

Pria Ditemukan Tewas di Joglo Taman Wilis Kota Batu

Mengenal Guguran Awan Panas Semeru

Brian Bagus Arianto (2015) dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dalam sebuah studi tentang jalur aliran lava menyebut jika awan panas Semeru merupakan aliran piroklastik yang muncul karena runtuhnya tiang asap erupsi. Guguran lidah atau kubah lava inilah yang kemudian mengalir ke permukaan tanah dengan kecepatan tinggi.

Kecepatan aliran guguran awan panas yang dapat mencapai 150-250 Km/jam ini disebabkan oleh adanya gravitasi sehingga mengarah ke lembah dan lereng searah dengan guguran. Guguran juga dipengaruhi oleh pelepasan gas magma atau lava.

Awan panas sendiri termasuk dalam Bahaya utama atau primer dari letusan gunung api. Selain awan panas, terdapat bahaya utama berupa leleran lava, jatuhan abu, lahar letusan dan gas vulkanik yang beracun. Adapun bahaya sekunder yang mungkin timbul yakni longsoran vulkanik, lahar hujan hingga banjir bandang.

Guguran awan panas (APG) Gunung Semeru pada Desember 2022 bukan yang pertama kali terjadi. Dalam jurnal riset Anggiat Purba (2022), awan panas pernah menyapu lereng Semeru pada November 1818. Pada Mei 1963, awan panas juga turun sejauh 8 Km.

Berikutnya pada 1977 juga terjadi guguran awan panas sejauh 10 Km lewat Besuk Kembar. Muntahan awan panas Semeru pun terus terjadi dalam beberapa rentang tahun selanjutnya. Tercatat pernah terjadi pada 1978, 1981, 1990, 1994, 2002, 2004, 2005, 2007, dan 2008.

Apa Bedanya Guguran Awan Panas Semeru dan Merapi?

Dalam sebuah konferensi pers daring, Hanik Humaida selaku Kepala Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), pernah menyebutkan sedikit perbedaan awan panas Semeru dan Merapi.

Menurutnya, karakter erupsi Gunung Semeru sebenarnya memiliki kemiripan dengan Gunung Merapi. Perbedaanya hanya terletak pada adanya kubah lava yang telah terbentuk sebelum erupsi pada Gunung Semeru. Sedangkan aliran awan panas wedhus gembel Merapi tak didahului dengan kubah lava yang hingga kini belum muncul.

Hanik juga menerangkan jika satu ciri munculnya awan panas salah satunya yakni adanya kubah lava. Guguran kubah lava yang runtuh akan menjadi awan panas yang mengarah ke lereng gunung.

Karakter Wedhus Gembel Gunung Merapi

Surono, Ketua Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan jika “Wedhus Gembel” merupakan sebutan awan panas yang juga disertai adanya agas beracun dengan kandungn sulfur, karbon dioksida dan abu vulkanik.

Saat keluar dari kawah, suhu wedhus gembel bisa mencapai 1000oC dan akan turun hingga 500oC saat mencapai pemukiman. Awan panas ini akan dengan cepat menyapu apa saja yang dilaluinya dengan kecepatan hingga 200 km/jam. Seorang pakar vulkanologi John Seach bahkan menyebut Gunung Merapi sebagai salah satu gunung paling aktif dan berbahaya di dunia.

Catatan Kementerian ESDM menyebut jika Gunung Merapi pertama kali meletus pada tahun 1006. Letusan dahsyat itu bahkan membuat seluruh Pulau Jawa tertutup abu. Letusan pada 1930 pun tak kalah mengerikan. Wedhus gembel yang menyapu 13 desa menyebabkan sekitar 1370 jiwa meninggal dunia.

PVMBG pun menyebut siklus Gunung Merapi kini berada dalam siklus pendek dimana dapat meletus dengan rentang 2-5 tahun dan 5-7 tahun. Letusan besar lainnya pernah terjadi pada tahun 1786, 1822, dan 1872. Hingga kini, awan panas Semeru dan Merapi masih sering terjadi dan perlu diwaspadai setiap saat.

Penulis: Imam A. Hanifah
editor: jatmiko

Tags: awan panasgunung berapiwedhus gembelwedus gembel

Related Posts

Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total
Peristiwa

Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total

Kamis, 27 Agu 2026
Pria Ditemukan Tewas di Joglo Taman Wilis Kota Batu
Peristiwa

Pria Ditemukan Tewas di Joglo Taman Wilis Kota Batu

Rabu, 12 Agu 2026
Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sumur Warga Bululawang
Peristiwa

Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sumur Warga Bululawang

Sabtu, 1 Agu 2026
Tabrakan Hiace dan Truk di Tol Pandaan-Malang, Tiga Penumpang Tewas
Peristiwa

Tabrakan Hiace dan Truk di Tol Pandaan-Malang, Tiga Penumpang Tewas

Kamis, 23 Jul 2026
Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta
Peristiwa

Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta

Sabtu, 18 Jul 2026
Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang
Peristiwa

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Senin, 13 Jul 2026
Next Post
pembatas jalan di kota Batu bikin celaka

Pembatas Jalan Baru di Depan JTP 3 Makan Korban

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.