Tugumalang.id – Muhammad Said (86), penjual es campur legendaris di Kota Batu, Jawa Timur sukses mewujudkan impiannya berangkat haji pada 2025 ini. Impian ini terwujud berkat keteguhannya menabung dari hasil berjualan es campur sejak 70 tahun silam.
Diketahui, Pak Said, sapaan akrabnya bersama sang istri Kasiatun (82) akhirnya mendapat giliran untuk berangkat ke tanah suci. Keduanya dijadwalkan berangkat pada 25 Mei 2025 mendatang dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya.
Pak Said merupakan warga Jalan Panglima Sudirman, Gang 4, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu mendaftar haji sejak 2019. Nanti, ia bersama istri tergabung dalam kloter 81, yang merupakan gabungan jemaah dari Kota Batu, Kabupaten Malang dan Kota Malang.
Baca Juga: Sekda dan Wali Kota Malang Berangkat Haji Tahun Ini

Pak Said mengaku bersyukur bisa berangkat haji meski di usia yang tergolong senja. Meski begitu, ia tak ragu sedikit pun untuk berangkat. Hingga saat ini, kondisinya masih terlihat bugar dan bahkan masih tetap berdagang es campur.
Sehari-hari, rombong es campur Pak Said ini bisa anda temui di Gang Kauman, Kelurahan Sisir, tepatnya di samping Masjid Agung An-Nur Kota Batu. Meski tangannya terlihat gemetar saat meracik es campurnya, namun es buatannya tetaplah lezat dan segar.
Pak Said mengisahkan sejak awal berjualan es pada sekitar 1954, saat dirinya berusia 16 tahun, ia sudah meneguhkan diri untuk menyisihkan sebagian hasil jualannya. Bahkan dari hasil jualannya itu pula juga mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi.
Baca Juga: Alhamdulillah, 5.090 CJH Kota Batu Bisa Berangkat Haji Tahun Ini
”Setiap hari saya sempatkan untuk menabung Rp30 hingga Rp50 ribu. Alhamdulillah impian saya untuk berhaji kesampaian,” tuturnya, Jumat (16/5/2025).
Ia mengisahkan telah berjualan sejak usianya masih 16 tahun. Waktu itu, harga seporsi es campurnya berkisar di harga Rp60 sen. Sekarang, harganya Rp6 ribu. Sebelum mendapat tempat yang sekarang, dulu Pak Said berjualan es campur keliling.
”Baru pindah ke sini itu kira-kira tahun 1985. Dulu di sini Alun-alun itu pasar, kemudian kebakaran dan diubah jadi taman. Alhamdulillah sejak Batu jadi kota wisata itu, jualan saya ikutan ramai,” ujarnya.
Pak Said sangat bersyukur bisa menunaikan ibadah haji tahun ini setelah puluhan tahun menyisihkan uang dari hasil berjualan es. Untuk menjaga kondisi fisiknya sebelum berangkat, Pak Said bersama istri rutin berolahraga dengan berjalan kaki di sekitar rumah setiap pagi.
”Anak saya dua, sudah punya 5 cucu dan 6 buyut. Saya akan terus berjualan hingga raga tidak kuat. Doakan nanti lancar saya beribadah haji,” harapnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























