Senin, Agustus 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Masyarakat Pelestari Lingkungan Identifikasi 302 Mata Air di Kota Batu

Redaksi by Redaksi
Juni 2, 2024 3:43 pm
in News
masyarakat pelestari lingkungan

Ekspedisi mata air oleh masyarakat pelestari lingkungan di Kota Batu. Foto: MKTI

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu, Tugumalang.id – Masyarakat pelestari lingkungan hidup yang tergabung dalam Gerakan Kesadaran Terlibat dan Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali (Sabers Pungli) berhasil mengidentifikasi jumlah ril mata air di Kota Batu, Jawa Timur. Jumlahnya bahkan mencapai 302 mata air.

Data hasil ekspedisi tersebut semakin melengkapi data mata air di Kota Batu yang telah terdokumentasi dalam Buku Inventarisasi Sumber Mata Air Wilayah Perhutani KPH Malang, cetakan ke-3 Tahun 2016.

READ ALSO

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah

Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang

Jumlah mata air tersebar baik di seluruh kawasan desa dan kelurahan, termasuk di kawasan hutan dengan berbagai nama lokal. Temuan jumlah itu lebih banyak dari data yang disampaikan Pemkot Batu selama ini hanya mendata sebanyak 157 mata air.

Baca Juga: Mengunjungi Arboretum, Mata Air Sungai Brantas yang Tak Pernah Mati

”Jumlah tersebut masih belum termasuk di 2 desa dan kelurahan yang belum disurvei seperti di Desa Oro-Oro Ombo dan Kelurahan Pesanggrahan,” ungkap Koordinator Ekspedisi Mata Air, Doddy Eko Wahyudi Minggu (2/6/2024).

Diketahui, kegiatan ekspedisi ini dilakukan sejak Oktober 2022 hingga Mei 2024. Dalam ekspedisi ini melibatkan relawan masyarakat dan perwakilan instansi Perum Jasa Tirta I, BBWS Brantas, TNI, Polri, PUPR, DLH, BPBD, dan PDAM Kota Batu.

Ekspedisi dilakukan untuk menjawab ketidaktahuan atau kesimpangsiuran data mata air yang selama ini diketahui masyarakat. Selama ini masyarakat Kota Batu sering mendengar pemberitaan jumlah mata air yang tersisa, namun jumlahnya tidak sama dengan mata air yang dikenal masyarakat.

”Tapi dari data awal di lapangan ini ternyata kok lebih banyak daripada yang diberitakan. Buktinya juga benar, bahkan ada lebih dari 300 titik mata air yang berhasil kami identifikasi,” ungkap Doddy.

Doddy berharap data yang berhasil terdokumentasi ini tidak hanya menjadi sekedar data. Merunut dari data inu diharapkan dapat ditindaklanjuti pihak-pihak berwenang. “Program pemantauan, evaluasi, pelestariannya diharapkan dapat lahir dari data mata air ini,” harapnya.

Ahmad Berlin atau akrab disapa Cak Mad Berlin, tokoh pelestari sungai di Kota Batu menambahkan dalam ekspedisi ini juga melakukan pendataan meliputi nama lokal dan data lokasi, perkiraan debit (liter/detik), status kepemilikan lahan, luasan, juru kunci/tokoh pemangku, periode keberadaan hingga asal buatan/alami.

”Termasuk juga mendata kegiatan pemanfaatan, kegiatan perlindungan, kegiatan adat budaya, aturan yang berlaku, flora dan fauna hingga rekomendasi program,” jelasnya.

Cak Mad Berlin berharap program pelestarian mata air di Kota Batu dapat berjalan. Jadi, tidak hanya sibuk memanfaatkan saja, tapi juga melestarikan.

Baca Juga: 4 Sumber Mata Air di Malang Selatan yang Bisa Dikunjungi Bareng Keluarga

“Penggunaan air tanah dapat dikendalikan dengan tegas agar tidak mengancam keberadaan mata air di Kota Batu sebagai daerah di hulu DAS Brantas,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Pokja Diklat dan Pemberdayaan Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia (MKTI) Jatim Bayu Sakti menuturkan apresiasi atas ekspedisi ini. Ia berharap upaya pelestarian mata air juga dapat dimasifkan.

”Tak hanya di titik mata air saja dan sekitarnya, ada juga daerah tangkapan atau imbuhan yang perlu dilestarikan, seperti daerah yang menjadi asal-usul air yang muncul di titik mata air karena itu juga jadi faktor utama lestarinya mata air,” ungkap Bayu.

Upaya pelestarian yang dapat dilakukan seperti menjaga kestabilan tanah, fungsi hutan dan lahan agar sesuai peran alaminya, mengurangi erosi dan kesuburan tanah. Menurut dia, penggunaan air tanah secara berlebihan juga dapat mengancam keberadaan mata air.

“Jangan sampai elevasi muka air tanah berada di bawah elevasi titik mata air, sehingga mata air dapat terus memunculkan air,” pesannya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
editor: jatmiko

Tags: Masyarakat pelestari lingkungan hidupmata airmata air di kota batusabers pungliSapu bersi sampah nyemplung kali

Related Posts

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah
News

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah

Senin, 31 Agu 2026
Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang
News

Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang

Senin, 31 Agu 2026
Kandang Ayam di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp600 Juta
News

Kandang Ayam di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp600 Juta

Senin, 31 Agu 2026
66 Angkot Pelajar Gratis Mulai Beroperasi di Kota Malang
News

66 Angkot Pelajar Gratis Mulai Beroperasi di Kota Malang

Senin, 31 Agu 2026
Muktamar NU ke-35 Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU
News

Muktamar ke-35 NU Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU

Senin, 31 Agu 2026
Gus Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan
Advertorial

Gus Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan

Minggu, 30 Agu 2026
Next Post
Kota Batu

Ribuan Rider se-Indonesia Marakkan KWB 2 Stroke di Kota Batu

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.