Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Masyarakat Pelestari Lingkungan Identifikasi 302 Mata Air di Kota Batu

Redaksi by Redaksi
Juni 2, 2024 3:43 pm
in News
masyarakat pelestari lingkungan

Ekspedisi mata air oleh masyarakat pelestari lingkungan di Kota Batu. Foto: MKTI

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu, Tugumalang.id – Masyarakat pelestari lingkungan hidup yang tergabung dalam Gerakan Kesadaran Terlibat dan Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali (Sabers Pungli) berhasil mengidentifikasi jumlah ril mata air di Kota Batu, Jawa Timur. Jumlahnya bahkan mencapai 302 mata air.

Data hasil ekspedisi tersebut semakin melengkapi data mata air di Kota Batu yang telah terdokumentasi dalam Buku Inventarisasi Sumber Mata Air Wilayah Perhutani KPH Malang, cetakan ke-3 Tahun 2016.

READ ALSO

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Jumlah mata air tersebar baik di seluruh kawasan desa dan kelurahan, termasuk di kawasan hutan dengan berbagai nama lokal. Temuan jumlah itu lebih banyak dari data yang disampaikan Pemkot Batu selama ini hanya mendata sebanyak 157 mata air.

Baca Juga: Mengunjungi Arboretum, Mata Air Sungai Brantas yang Tak Pernah Mati

”Jumlah tersebut masih belum termasuk di 2 desa dan kelurahan yang belum disurvei seperti di Desa Oro-Oro Ombo dan Kelurahan Pesanggrahan,” ungkap Koordinator Ekspedisi Mata Air, Doddy Eko Wahyudi Minggu (2/6/2024).

Diketahui, kegiatan ekspedisi ini dilakukan sejak Oktober 2022 hingga Mei 2024. Dalam ekspedisi ini melibatkan relawan masyarakat dan perwakilan instansi Perum Jasa Tirta I, BBWS Brantas, TNI, Polri, PUPR, DLH, BPBD, dan PDAM Kota Batu.

Ekspedisi dilakukan untuk menjawab ketidaktahuan atau kesimpangsiuran data mata air yang selama ini diketahui masyarakat. Selama ini masyarakat Kota Batu sering mendengar pemberitaan jumlah mata air yang tersisa, namun jumlahnya tidak sama dengan mata air yang dikenal masyarakat.

”Tapi dari data awal di lapangan ini ternyata kok lebih banyak daripada yang diberitakan. Buktinya juga benar, bahkan ada lebih dari 300 titik mata air yang berhasil kami identifikasi,” ungkap Doddy.

Doddy berharap data yang berhasil terdokumentasi ini tidak hanya menjadi sekedar data. Merunut dari data inu diharapkan dapat ditindaklanjuti pihak-pihak berwenang. “Program pemantauan, evaluasi, pelestariannya diharapkan dapat lahir dari data mata air ini,” harapnya.

Ahmad Berlin atau akrab disapa Cak Mad Berlin, tokoh pelestari sungai di Kota Batu menambahkan dalam ekspedisi ini juga melakukan pendataan meliputi nama lokal dan data lokasi, perkiraan debit (liter/detik), status kepemilikan lahan, luasan, juru kunci/tokoh pemangku, periode keberadaan hingga asal buatan/alami.

”Termasuk juga mendata kegiatan pemanfaatan, kegiatan perlindungan, kegiatan adat budaya, aturan yang berlaku, flora dan fauna hingga rekomendasi program,” jelasnya.

Cak Mad Berlin berharap program pelestarian mata air di Kota Batu dapat berjalan. Jadi, tidak hanya sibuk memanfaatkan saja, tapi juga melestarikan.

Baca Juga: 4 Sumber Mata Air di Malang Selatan yang Bisa Dikunjungi Bareng Keluarga

“Penggunaan air tanah dapat dikendalikan dengan tegas agar tidak mengancam keberadaan mata air di Kota Batu sebagai daerah di hulu DAS Brantas,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Pokja Diklat dan Pemberdayaan Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia (MKTI) Jatim Bayu Sakti menuturkan apresiasi atas ekspedisi ini. Ia berharap upaya pelestarian mata air juga dapat dimasifkan.

”Tak hanya di titik mata air saja dan sekitarnya, ada juga daerah tangkapan atau imbuhan yang perlu dilestarikan, seperti daerah yang menjadi asal-usul air yang muncul di titik mata air karena itu juga jadi faktor utama lestarinya mata air,” ungkap Bayu.

Upaya pelestarian yang dapat dilakukan seperti menjaga kestabilan tanah, fungsi hutan dan lahan agar sesuai peran alaminya, mengurangi erosi dan kesuburan tanah. Menurut dia, penggunaan air tanah secara berlebihan juga dapat mengancam keberadaan mata air.

“Jangan sampai elevasi muka air tanah berada di bawah elevasi titik mata air, sehingga mata air dapat terus memunculkan air,” pesannya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
editor: jatmiko

Tags: Masyarakat pelestari lingkungan hidupmata airmata air di kota batusabers pungliSapu bersi sampah nyemplung kali

Related Posts

AKBP Panji Gedhe Prawaba pimpinan baru Polres Batu saat disambut tradisi pedang pora. Foto: Dok.
News

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

Jumat, 16 Okt 2026
Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo (kiri) dan Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi saat meninjau potensi karbon mangrove di Pantai CMC Tiga Warna. Foto: Azmy
News

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Kamis, 15 Okt 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA
News

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Kamis, 15 Okt 2026
DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
Kota Batu

Ribuan Rider se-Indonesia Marakkan KWB 2 Stroke di Kota Batu

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.