Jumat, Agustus 21, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Mengunjungi Arboretum, Mata Air Sungai Brantas yang Tak Pernah Mati

Bukti Upaya Konservasi Tak Pernah Salah

Redaksi by Redaksi
Agustus 23, 2022 3:31 pm
in Asli Malang
arboretum

Masyarakat saat diperkenankan mencoba sensasi air di mata air atau titik nol Sungai Brantas di kawasan konservasi Arboretum, di Desa Sumber Brantas, Kota Batu. Dari titik inilah, sumber kehidupan mengaliri sebagian besar masyarakat Jawa Timur. Foto: Ulul Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Sumber mata air sebagai penghidupan tak pelak menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga demi keberlangsungan hidup anak cucu mendatang. Upaya konservasi mutlak menjadi harga mati mengingat semakin banyaknya sumber mata air yang tak lagi mengalir.

Sumber mata air di kawasan Arboretum yang berada di Desa Sumberbrantas, Kota Batu, menjadi saksi bahwa upaya konservasi tak pernah salah. Hingga kini, sumber air yang mengaliri sebagian besar wilayah Jawa Timur itu tak pernah mati, bahkan debit airnya tetap mengalir konstan sepanjang tahun.

READ ALSO

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

”Bahkan di musim kemarau sekalipun, mata air Sungai Brantas yang berhulu di kawasan Arboretum ini tetap mengalir. Jadi kita harus bersyukur masih ada tempat ini dan harus kita jaga,” ujar Dirut Perum Jasa Tirta (PJT) I, Raymond Variant Ruritan, pada Selasa (23/8/2022).

arboretum
Kawasan konservasi Arboretum di Desa Sumber Brantas, Kota Batu. Foto: Ulul Azmy

Raymond menjelaskan bahwa debit air di mata air Sumber Brantas ini bervariasi antara range 1,5 liter hingga 3 liter per detik. Kelihatannya kecil, tapi alirannya terus mengalir secara kontinu.

”Dari banyak mata air di Kota Batu, sumber mata air ini terbilang yang paling awet bertahan. Kebanyakan mata air yang mati terjadi ya karena perubahan tata lahan,” bebernya.

Itulah sebabnya, PJT I memutuskan berkomitmen untuk melindungi kawasan Arboretum. Dari yang semula seluas 2,5 hektar hingga kini berkembang menjadi 8 hektar. Pemberian nama Arboretum ini sendiri disematkan Menteri Kehutanan di era 1984.

arboretum
Masyarakat saat diperkenankan mencoba sensasi air di mata air atau titik nol Sungai Brantas di kawasan konservasi Arboretum, di Desa Sumber Brantas, Kota Batu. Dari titik inilah, sumber kehidupan mengaliri sebagian besar masyarakat Jawa Timur. Foto: Ulul Azmy

Raymond mengisahkan jika dulunya pada 1960-an sebelum dilakukan Reforma Agraria, seluruh wilayah yang ada di Desa Sumber Brantas merupakan kawasan hutan lindung dan perkebunan. Hingga pada 1966-1967, era Orde Baru itu mulai muncul peralihahan fungsi lahan sebagai pertanian.

Bukit-bukit yang semula menjadi lahan resapan air dipapras habis dan dijadikan lahan pertanian. Tren tersebut semakin terjadi masif dan meluas hingga kini. Imbasnya, daerah resapan air semakin berkurang sehingga ribuan mata air yang ada seiring waktu menghilang,

Kawasan Sumber Brantas di Arboretum menjadi salah satu mata air yang menjadi perhatian utama PJT I untuk dilindungi. Hingga kini, ekologi kawasan itu masih tetap terjaga. Indikator keseimbangan ekologi itu terlihat pada tumbuhan lumut hingga beraneka ragamnya kekayaan hayati di dalamnya.

Suasananya juga sejuk dan dingin begitu menginjakkan kaki di sana. Dulunya, tempat ini masih terbuka untuk dikunjungi masyarakat. Namun seiring meningkatnya resiko buruk pariwisata, akhirnya kawasan ini ditutup untuk umum demi keberlangsungan upaya konservasi.

Beberapa waktu lalu, awak media berkesempatan untuk melihat langsung kondisi mata air yang juga disebut titik 0 Sungai Brantas tersebut. Mata air itu muncul dari sebuah lubang air yang dikelilingi batu-batuan besar.

Dijelaskan, lubang air itu memiliki kedalaman hingga 1,25 meter. Dari titik lubang air kecil ini, mengalirlah air hingga sepanjang 320 kilometer ke muara Selat Madura dan menghidupi sebagian besar warga Jawa Timur.

”Sebab itulah, kami terus menumbuhkan kesadaran terlibat seluruh pihak dengan berbagai macam cara untuk menjaga sumber kehidupan ini agar menjadi sesuatu yang bermakna,” pungkasnya.

 

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: arboretumbatukota batu

Related Posts

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Ilustrasi kawasan unik dan bersejarah Kota Malang (Foto: Pinterest/@Sugimin Tukijan)
Asli Malang

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
banjir bandang

Penanganan Pasca Banjir Bandang Rampung, Begini Kondisi Terbaru Sungai Sambong

BERITA POPULER

  • Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.