Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Korban Luka Mata Merah pada Tragedi Kanjuruhan Dikhawatirkan Alami Kebutaan

Redaksi by Redaksi
Oktober 17, 2022 4:08 pm
in Berita
mata merah pada korban luka tragedi kanjuruhan

Pendamping hukum Tim Gabungan Aremania, Anjar Nawan Yusky (kanan) meragukan temuan TGIPF terutama pada kondisi mata merah yang disebut karena terinjak, bukan karena gas air mata. Foto/Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, tugumalang.id – Mata merah yang dialami para korban luka pada tragedi Kanjuruhan, dikhawatirkan mengalami kebutaan. Penegasan itu disampaikan Pendamping hukum Tim Gabungan Aremania.

Pendamping hukum Tim Gabungan Aremania, Anjar Nawan Yusky menyebutkan, hasil investigasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) di bawah arahan Menko Polhukam Mahfud MD masih menggantung. Hingga kini, publik masih belum tahu penyebab pasti kematian hingga luka-luka para korban Tragedi Kanjuruhan.

READ ALSO

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Keraguan ini muncul setelah melihat hasil diagnosa sejumlah korban yang dinilai janggal. Seperti pada salah satu korban luka dengan kondisi mata merah yang dikatakan akibat terinjak-injak. Bukan akibat paparan gas air mata.

”Dari hasil rekam medis salah satu korban, kondisi mata merah disebutkan karena terinjak-injak. Tapi saat kami tanyai, dia tidak merasa diinjak-injak. Di situ kan keliatan gak nyambung ya,” Anjar Nawan Yusky,  Pendamping hukum Tim Gabungan Aremania, Senin (17/10/2022).

Pihaknya mulai mencari keterangan pembanding dari dokter spesialis lain (second opinion, red). Hasilnya, kondisi mata merah yang dialami para korban luka tragedi Kanjuruhan, akibat pembuluh darah yang pecah. Sangat berbeda dari hasil rekam medis dari rumah sakit yang ditunjuk pemerintah.

Bahkan, sambung Anjar, jika dibiarkan tanpa penanganan spesifik, dikhawatirkan terjadi pemburukan. Kemungkinan buruk bisa terjadi kecacatan permanen bahkan kebutaan.

”Jadi berbahaya ketika paparan zat mengiritasi mata dan kornea, dikhawatirkan terjadi cacat permanen. Ini harus jadi konsentrasi kita bersama,” tutur Anjar.

Anjar menuturkan jika hasil pemeriksaan terhadap korban harus benar-benar valid dan objektif. Tidak boleh ada yang ditutupi, dilebihi maupun dikurangi. ”Kami harus memihak pada korban. Mereka datang sehat, pulang cacat permanen. Jangan begitu. Ini ada kesamaan gejala dan kondisi pada para korban paparan gas air mata,” tuturnya.

Lebih lanjut, desakan tim Gabungan Aremania untuk memastikan penyebab kematian para korban dengan cara otopsi sudah berhasil diakomodir. Rencana, proses otopsi akan dilakukan pada 20 Oktober 2022 nanti.

”Jadi, proses-proses penting itu harus dikawal untuk mengurai tuntas tragedi ini. Kami harap tidak ada proses yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

Reporter: Ulul azmy
editor: jatmiko

Tags: HeadlineMata MerahTGIPtim gabungan independen pencari faktatragedi kanjuruhan

Related Posts

Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Jemaah haji asal Kepanjen, Sukardi dilaporkan hilang di Makkah. Foto: dok. Keluarga
Berita

Jemaah Haji Asal Kabupaten Malang Dilaporkan Hilang di Makkah

Selasa, 24 Jun 2025
Next Post
CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq.

Kenangan Menjadi Aremania, dan Itulah Salah Satu Momen Terbaik Saya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.