MALANG, Tugumalang.id – Setiap Sabtu sore, kafe Taman Byru di Jalan Effendi, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang menjadi titik kumpul belasan perupa sketsa yang tergabung dalam komunitas Konco Sket.
Dari sana, mereka bergerak menyusuri sudut-sudut sekitar Kepanjen, berburu objek menarik untuk ditangkap dalam goresan sketsa. Mulai dari kesibukan di Pasar Kepanjen hingga potret dari seorang kawan.
Hasil goresan tersebut kini dipamerkan di Taman Byru, mulai Jumat (16/1/2025) hingga Kamis (22/1/2025). Selama satu minggu, pengunjung bisa menikmati sekitar 60 karya sketsa dalam pameran bertajuk MberArt tersebut secara gratis.
Baca Juga: 10 Kafe Hits di Malang dengan Konsep Unik, Cocok untuk Nongkrong dan Healing
Penggagas komunitas Konco Sket, Ahmad Khozin Kafabika mengatakan, karya-karya dalam pameran ini dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu sketch outdoor dan sketch model. Sketch outdoor adalah sketsa yang menampilkan suasana di suatu tempat.

“Kami berusaha menangkap suasana di sekitar, misal riuhnya pasar. Kami berusaha menampilkan suasana dalam suatu gambar tanpa memindah objek,” ujar Khozin saat ditemui, Sabtu (17/1/2026).
Sementara sketch model merujuk pada sketsa dengan seorang model sebagai objek. Seseorang ditunjuk untuk menjadi model dan potretnya dilukis dalam sebuah sketsa.
“Modelnya biasa bergantian antara teman-teman (seniman) atau mungkin ada temannya teman yang mau mengajukan (untuk digambar),” kata Khozin.

Konco Sket berdiri pada 24 Februari 2024. Selama hampir dua tahun, mereka telah menggelar empat pameran. Namun, ini pertama kalinya menggelar pameran di Kepanjen.
Sebelumnya, pameran digelar di Dewan Kesenian Malang yang berada di Kota Malang. Khozin menyebut Kepanjen menjadi lokasi pameran kali ini untuk mengenalkan seni ke masyarakat di Malang Selatan.
Baca Juga: Rekomendasi Kafe di Kota Batu yang Cocok untuk Kerja: Suasana Nyaman dan Pemandangan Menawan
“Tujuan kedua adalah membangun ekosistem seni yang sehat karena saya rasa Kepanjen butuh hiburan baru selain mberot (bantengan) dan sound horeg,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tajuk pameran MberArt memang mengandung makna satir sekaligus filosofis. Selain permainan kata dari mberot, kata “mber” dalam bahasa Jawa juga berarti hujan. Bahkan, bulan Desember juga dikenal sebagai gede-gedene sumber (sumber air yang terbesar).

Sementara persiapan pameran dilakukan sepanjang Desember hingga Januari, di tengah musim hujan. Meski demikian, Konco Sket menganggap hujan bukanlah penghalang, melainkan bagian dari proses berkarya.
Karya yang ditampilkan di pameran ini merupakan hasil kurasi berjenjang yang dilakukan setiap bulan dan enam bulan sekali. Proses kurasi tidak dilakukan oleh perupa masing-masing, melainkan oleh sesama anggota komunitas.
“Mayoritas karya berasal dari anggota Konco Sket sendiri sebagai bentuk apresiasi telah berkegiatan di Kepanjen selama dua tahun ini. Tapi ada pula kontribusi dari perupa luar,” kata Khozin.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A
























