Tugumalang.id – Kolaborasi ciamik dalam merawat ekosistem olahraga terlahir di Kota Batu, Jawa Timur. Di tengah keterbatasan alokasi anggaran pemerintah, legislatif, pemerintah daerah, KONI, dan media bergandeng tangan menjaga api pembinaan atlet tetap menyala di Malang Raya, khususnya Kota Batu.
Sinergi ini terwujud dalam gelaran Turnamen Catur Antar Wartawan dan Instansi Kota Batu bertajuk Catur Bahagia yang digagas oleh Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Malang Raya. Bertempat di Restoran Bahagia, Taman Rekreasi Selecta, Kecamatan Bumiaji, ajang ini resmi dibuka pada Kamis (6/8/2026).
Baca Juga: Alih Fungsi Lahan di Kota Batu Makin Masif, Tersisa 429 Hektare Sawah Dilindungi
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Andreas Sustyo, Wali Kota Batu Nurochman, Wawali Kota Batu Heli Suyanto, Sekda Kota Batu Alfi Nurhidayat, Ketua PWI Malang Raya Cahyono beserta seluruh jajaran KONI Kota Batu dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo menegaskan pentingnya dukungan lintas sektor. Menurutnya, percepatan prestasi olahraga Indonesia yang masih tertinggal di tingkat Asia ini membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak. Terlebih di tengah terbatasnya ruang fiskal hari ini.
”Kami di DPR RI mendorong agar CSR BUMN dapat diprioritaskan untuk pembinaan atlet di daerah. Pembahasan ini telah kami jajaki bersama Danantara agar dampaknya terasa langsung di daerah seperti Kota Batu,” ungkap Andreas.
Baca Juga: Dinkes Kota Batu Gencarkan Edukasi Posyandu untuk Cegah Stunting
Dukungan legislatif pusat tersebut disambut hangat Wali Kota Batu Nurochman. Ia menuturkan apresiasi tinggi kepada SIWO PWI Malang Raya. Menurutnya, turnamen ini memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar kompetisi olahraga atau ajang pencarian pemenang.
“Ajang ini bukan sekadar turnamen, melainkan wadah pembentukan karakter, penyemaian bibit unggul secara berkelanjutan, serta ruang terbangunnya silaturahmi, komunikasi, dan kepercayaan antarlembaga yang menjadi modal penting dalam membangun daerah,” ujar Nurochman.
Nurochman juga memaparkan filosofi catur yang amat relevan dengan pembangunan karakter dan dunia jurnalistik. Dalam catur, kemenangan tidak ditentukan oleh siapa yang bergerak paling cepat, melainkan oleh siapa yang mampu berpikir jernih sebelum mengambil keputusan.
Bidak pion, kata dia mengajarkan bahwa siapa pun berkesempatan menjadi sosok yang kuat jika mau berjuang menembus batas, sementara langkah raja yang terbatas mengingatkan pentingnya kehati-hatian dan kecermatan.
Filosofi tersebut, menurut Cak Nur, sangat dekat dengan profesi wartawan. Dalam jurnalistik, setiap informasi wajib diverifikasi sebelum dipublikasikan. Seorang wartawan dituntut berpikir kritis, membaca situasi secara utuh, dan menyampaikan fakta berimbang.
”Nilai-nilai inilah yang kita temukan di atas papan catur: kecermatan, objektivitas, kesabaran, dan tanggung jawab. Sebab itu, turnamen ini menjadi pertemuan dua mitra pembangunan yang saling melengkapi antara pemerintah dan pers yang independen dan konstruktif, serta pemerintah harus transparan demi pelayanan publik yang berkualitas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nurochman menekankan bahwa semangat kolaborasi ini selaras dengan visi mBatu SAE (Sedoyo SAE). Membangun Kota Batu tidak bisa dilakukan pemerintah semata, melainkan butuh kontribusi seluruh elemen, di mana setiap pihak memainkan perannya secara maksimal sebagaimana fungsi tiap-tiap bidak di papan catur.
Sebagai penutup, Nurochman menyemangati para peserta untuk menjadikan turnamen ini sebagai sarana mempererat persahabatan dan sportivitas. “Menang atau kalah hanyalah hasil pertandingan, tetapi persaudaraan dan kolaborasi adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tuturnya.
Melalui ajang Catur Bahagia ini, SIWO PWI Malang Raya membuktikan peran strategis media: tidak hanya bertindak sebagai peliput berita, tetapi juga sebagai katalisator yang menghubungkan pemerintah, KONI, dan DPR RI untuk bersama-sama merawat masa depan atlet daerah.
Dengan sinergi yang terawat antara regulasi legislatif, fasilitasi pemerintah kota, pendampingan teknis KONI, dan gema publikasi media, Kota Batu optimistis mampu mencetak generasi yang tidak hanya tangguh dan berprestasi di papan catur, tetapi juga cerdas, berintegritas, dan berkontribusi nyata di arena kehidupan masyarakat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A


























