Kamis, Oktober 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Kisah Peternak Sapi Perah di Ngantang Bertahan di Tengah Wabah PMK Jual Sapi Murah

Hingga Cekcok Rumah Tangga

Redaksi by Redaksi
Juni 22, 2022 9:13 pm
in Berita
PMK

Sapi milik Sugito yang sedang menjalani tahap pemulihan setelah terserang virus PMK. Foto/Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

TuguMalang.id – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sebagian besar wilayah Kabupaten Malang bagian barat membawa berbagai masalah runyam. Mulai dari kerugian ekonomi, lilitan hutang hingga berujung cekcok rumah tangga.

Ketua Koperasi Unit Daerah (KUD) Sumbermakmur Sugiono menuturkan wabah PMK yang menyerang sebagian besar populasi sapi perah di Kecamatan Ngantang memang membawa dampak luar biasa. Khususnya bagi perekonomian warga.

READ ALSO

Rambu Stop Trans Jatim Koridor II Malang Raya Dipasang Bertahap

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Sugito (59), peternak sapi terdampak akibat PMK di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Dia terus berharap wabah ini bisa segera usai. Foto/Azmy

Di situasi sekarang ini, kata Sugiono, peternak mulai kelimpungan setelah melihat sapi ternaknya mulai bertumbangan. Mereka dihadapkan dengan pilihan sulit; menjual sapinya atau membiarkan sapinya bertahan hidup atau mati.

Kebanyakan, peternak lebih memilih pilihan pertama, yakni menjualnya dengan harga murah. Kata Sugiono, banyak sapi dijual dengan harga murah. Jika biasanya seharga Rp 10-15 juta per ekor, kini peternak rela merugi menjualnya dengan harga Rp 600 ribu hingga sejuta per ekor.

”Jadi memang peternak banyak yang panik. Tidak bisa melakukan penanganan atau pengobatan dengan panik. Akhirnya mereka banyak yang pilih dijual saja daripada melihat ternaknya mati,” kisah Sugiono.

Sugito (59) menunjukkan berbagai obat kimia maupun herbal untuk mengobati sapinya yang terpapar PMK. Foto/Azmy

Situasi itu akhirnya ikut berdampak pada kestabilan ekonomi masyarakat. Banyak peternak yang juga dililit hutang dan akhirnya berujung perselisihan internal rumah tangga.

”Kami dari KUD ya hanya bisa mengimbau agar sama-sama menyadari. Wong sudah musibah, semua sama-sama merasakan,” ungkapnya.

Situasi kepanikan ini juga diamini seorang peternak sapi perah di Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Sugito (59). Hanya saja, Sugito masih punya semangat ikhtiar untuk terus merawat sapi-sapi ternak miliknya.

Sejak diserang wabah PMK 3 pekan lalu, Sugito sudah kehilangan 6 ekor sapi. Jika ditaksir kerugian materialnya bisa mencapai Rp 50-70 juta. Saat ini, sapi ternaknya hanya tersisa 11 ekor sapi. Sapi yang ada terus dia rawat dengan berbagai macam cara agar sembuh.

Sapi milik Sugito yang sedang menjalani tahap pemulihan setelah terserang virus PMK. Foto/Azmy

”Mulai obat kimia rekomendasi dinas sampai obat herbal semua saya kasihkan. Ini ikhtiar saya sampai wabah ini selesai. Hanya lewat sapi-sapi inilah saya bergantung hidup,” kata dia.

Ikhtiar Sugito mulai berbuah hasi. Terhitung di pekan ketiga inkubasi virus, sebelas ternaknya di kandang menunjukkan tanda masih dapat bertahan. Meski dari sekian diantaranya masih lemah dan hanya bisa tidur karena kuku kakinya masih sakit.

Tapi setidaknya, kata Sugito, nafsu makan sapi ternaknya sudah meningkat. Dia mengisahkan pada 3 pekan lalu, sapi-sapinya tidak mau makan hingga kurus kering akibat infeksi pada mulut dan kakinya.

Akibatnya, produksi susunya merosot drastis. Dari yang semula dia bisa menyetor 300 liter susu per hari, kini hanya bisa menyetor 50 liter per hari. Meski kini sapi-sapinya terbilang sudah pulih, tetap saja produksi susunya diprediksi masih akan sulit.

”Rata-rata mereka masih pincang. Bagian kukunya dan puting masih sakit. Tapi setidaknya nafsu makan mereka sudah membaik. Semoga kondisi baik ini bisa terus berlangsung,” ungkapnya.

Reporter: Ulul Azmy
editor: jatmiko

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: Ngantangpeternak sapiPeternak Sapi Ngantangpmk

Related Posts

Rambu stop Trans Jatim di depan Stadion Kanjuruhan. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Berita

Rambu Stop Trans Jatim Koridor II Malang Raya Dipasang Bertahap

Kamis, 15 Okt 2026
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, jelaskan soal parkir di Kota Malang. (M Sholeh)
Berita

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Kamis, 8 Okt 2026
Forum pertemuan warga Perum Griya Shanta di Kantor Dishub Kota Malang dalam pembahasan upaya pembukaan blokade jalan alternatif. (Foto/M Sholeh)
Berita

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

Kamis, 8 Okt 2026
Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai
Berita

Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai

Kamis, 1 Okt 2026
Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan
Berita

Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Okt 2026
Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!
Berita

Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!

Kamis, 1 Okt 2026
Next Post
Pemkot Batu kucurkan dana

Megaproyek Pasar Induk Among Tani Capai 14 Persen, Nasib Pedagang Bagaimana?

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.