TuguMalang.id – Pengerjaan megaproyek Pasar Besar Kota Batu, yang kini dinamai Pasar Induk Among Tani terus menuai progres. Sejak dikerjakan 4 bulan lalu, tepatnya pada 9 Februari 2022, progresnya sudah mencapai 14 persen.
Bersamaan dengan itu, nasib pedagang yang nanti akan kembali menempati pasar baru masih menggantung. Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menjawab keresahan tersebut. Kata dia, undian pedagang baru akan dilakukan saat pengerjaan revitalisasi sudah mencapai 90 persen.
”Saat ini masih baru 14 persen. Baru nanti kalau sudah 90 persen, akan dilakukan pengundian pedagang,” ungkap Punjul, Rabu (22/6/2022).
Punjul melanjutkan, pengundian nomor pedagang ini akan dilakukan bertepatan dengan masa-masa jabatan berakhir kepala daerah Kota Batu pada 27 Desember 2022 mendatang. Pengerjaan konstruksi 90 persen, kata dua diprediksi tercapai pada Oktober 2022 nanti.
Punjul berharap tahap pengundian mendatang bisa berlangsung tertib. Dia berharap semua pedagang bisa mendapat tempat dan menempati. ”Jangan sampai kayak kejadian Pasar Dinoyo itu, selesai dibangun akhirnya gak ditempati. Harapan saya semua pedagang bisa diakomodir, karena itu (tahap pengundian, red) itu yang paling riskan,” kata dia.
Seperti diketahui, megaproyek senilai Rp151 miliar yang bersumber dari APBN itu dikerjakan oleh pihak ketiga, PT Sasmito asal Surabaya. Nantinya, Pasar Besar Batu akan memiliki tiga lantai dengan mengusung konsep bangunan gedung hijau (BGH).
Jumlah pedagang yang ditampung sebanyak 3.306 pedagang dengah rincian sebanyak 1.097 pedagang berasal dari PKL pasar pagi dan sebanyak 2.209 merupakan pedagang Pasar Besar Batu unit 1 hingga unit 5. Bangunan tersebut dirancang dengan luas los masing-masing 2×2 meter dan tiap kios seluas 3×3 meter.
Reporter: Ulul Azmy
editor: jatmiko
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID ,
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id





























