MALANG, Tugumalang.id – KH Thoha Abrori, ulama kondang asal Bojonegoro, memberikan ceramah penuh makna dan canda tawa dalam acara Haul ke-49 KH Achmad Dachlan yang digelar di Kampung Tempe Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis malam (8/5/2025).
Selama satu setengah jam, sekitar seribu jamaah yang hadir larut dalam suasana khidmat sekaligus penuh gelak tawa, mendengarkan tausiyah dan humor khas dari KH Thoha Abrori.

Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah tentang keberadaan para wali Allah. Menurutnya, para wali tetap ada hingga hari ini dan tersebar di berbagai tempat, mulai dari kampung hingga kecamatan.
“Keberadaan para wali Allah dirahasiakan oleh-Nya, agar manusia tidak saling meremehkan satu sama lain. Karena bisa jadi orang yang kita anggap remeh ternyata adalah wali Allah. Itu bisa membahayakan kita,” tegas KH Thoha Abrori.
Baca juga: Pendakwah Kondang KH Thoha Abrori Akan Berceramah di Sanan Kota Malang
Empat Manfaat Haul Ulama
Dalam ceramahnya, KH Thoha Abrori juga menjelaskan empat manfaat penting dari peringatan haul, seperti yang dilakukan untuk mengenang KH Achmad Dachlan.
-
Menghidupkan Ingatan terhadap Ulama
Haul menjadi momen untuk mengingat sosok ulama yang telah wafat, mulai dari ciri fisik, sejarah hidup, hingga amal-amalnya yang penuh keistiqamahan. “Agar generasi penerus, termasuk anak-cucu beliau, bisa meneladani kebaikan yang telah dilakukan,” ujarnya.
-
Mengingat Kematian
Acara haul juga mengingatkan manusia bahwa kematian bisa datang kapan saja. “Tak perlu alasan untuk mati. Bahkan ada orang yang baru menyalakan rokok, rokoknya belum mati, orangnya sudah meninggal,” imbuhnya.
-
Menguatkan Silaturahmi
Haul menjadi ajang mempererat silaturahmi. KH Thoha menceritakan kisah tentang seseorang yang disiksa karena memutus tali persaudaraan. Namun, setelah dimaafkan oleh saudaranya, siksaan tersebut berhenti. “Jangan sampai memutus silaturahim, apalagi dengan keluarga,” pesannya.
-
Menumbuhkan Bakti kepada Orang Tua
Menurut KH Thoha, haul juga bisa menjadi momentum untuk terus berbakti kepada orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.
Baca juga: Membangun Keluarga Sakinah Itu Mudah, Begini Nasihat Kiai Thoha Abrori
Mengalah Itu Berkah
Menutup ceramahnya, KH Thoha Abrori mengajak jamaah untuk senantiasa bersikap mengalah, terutama dalam urusan dunia.
“Saya punya teman yang mengalah dalam pembagian warisan. Ia dapat sawah yang jelek, tapi sekarang sawah itu disewa ExxonMobil dengan harga ratusan juta. Itulah barokah dari sikap mengalah,” tutupnya.
Mengenal KH Achmad Dachlan
KH Achmad Dachlan merupakan tokoh asli Urung-Urung, Kabupaten Pasuruan. Sekitar tahun 1940-an, beliau hijrah ke Kampung Sanan, Kota Malang, setelah menikah dengan Hj Siti Aisyah, putri dari H Abdurrahman, salah satu tokoh kaya Sanan pada masa itu.
Semasa hidup, KH Achmad Dachlan dikenal sebagai sosok alim dan konsisten dalam berbuat kebaikan. Berkat perjuangannya, Kampung Sanan yang dahulu dikenal sebagai kampung judi, berubah menjadi kampung santri yang religius.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Irham Thoriq
redaktur: jatmiko


























