Tugumalang.id – Pendakwah kondang asal Bojonegoro KH Thoha Abrori dijadwalkan akan berceramah di Sanan, Purwantoro, Kota Malang, Kamis, 8 Mei 2025 pukul 19.00 WIB.
Pria yang merupakan murid dari Gus Baha ini dijadwalkan berceramah dalam acara haul ke-49 KH Achmad Dachlan, seorang penyebar Agama Islam di kampung Tempe, Sanan, Kota Malang.
“Beliau insyaAllah sudah pasti hadir, dan semoga acara Haul ini memberi manfaat kepada masyarakat untuk senantiasa mendekat kepada Allah SWT,” kata Zakaria, ketua pelaksana.
Baca Juga: Kitab Kopi dan Rokok Bela Siapa? Kajian di Pesantren Karanggenting Selama Ramadan
Untuk diketahui, KH Achmad Dachlan adalah pria asli Urung-Urung, Kabupaten Pasuruan. Sekitar tahun 1940–an atau sebelum kemerdekaan, beliau hijrah ke Sanan, Kota Malang, setelah mempersunting Hj Siti Aisyah.
Aisyah adalah puteri dari H Abdurrahman yang dikenal sebagai orang kaya Sanan waktu itu.

Layaknya pernikahan zaman dahulu, Dachlan muda dan Hj Siti Aisyah menikah karena perjodohan. Tidak lama setelah menikah, karena H Abdurrahman adalah orang kaya waktu itu, lantas KH Dachlan dan Hj Siti Aisyah dinaikan haji.
”Ceritanya sebelum haji, beliau berdua belum begitu akrab, baru ketika Haji itulah, ada yang menyebut saat momen di Kapal Laut atau di atas unta, keduanya bisa dibilang klik dan menemukan kecocokannya,” kata M Nanang Choiruddin, salah seorang cicit KH Achmad Dahlan.
Baca Juga: Tokoh Lintas Agama Khidmat Ikuti Haul Gus Dur ke-15 di Pesantren Rakyat Al-Amin Sumber Pucung
Sebelum menikah, KH Achmad Dachlan sudah mempunyai bekal ilmu agama yang kuat. Berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, ada dua versi soal di mana KH Achmad Dachlan belajar ilmu Agama.
”Ada yang menyebut beliau belajar Ilmu Agama di Mbah Nyemplong Madura, ada yang menyebut di Mbah Bungkuk, Singosari,” imbuh pria yang berprofesi sebagai dosen di UIN Maliki Malang ini.
Selain itu, menurut Nanang, ada yang mengatakan bahwa dulu beliau pernah menimba ilmu ke mbah Kholil Bangkalan dan Kyai Nawawi Sidogiri.
Berlandaskan pengetahuan Ilmu Agama itulah, KH Achmad Dachlan mengajar mengaji dan ilmu agama lainnya di Sanan, Kota Malang. Awalnya, KH Achmad Dahlan mengajar di Gang X atau di sekitar rumah mertuanya.
Baru sekitar tahun 1943, KH Achmad Dahlan pindah ke Sanan Gang 3, Kota Malang. Di tempat ini, KH Achmad Dachlan mendirikan musala dan Pesantren Raudlatul Mujtahidin.
Belakangan, musala dan pesantren ini, lebih dikenal sebagai Raudlatul Mujtahidin Al Dachlany. Nama ini merupakan salah satu penghormatan terhadap sang pendiri.
Di Pesantren tersebut, KH Achmad Dachlan mengajar sejumlah kitab seperti kitab Al Hikam, Ta’lim Muta’alim, dan lain sebagainya.
Adapun santrinya berasal dari Cirebon, Demak, Kudus, Surabaya, Jember, Banyuwangi, Mojokerto, Kertosono, Jombang, Nganjuk, Semarang, Gondanglegi, Cilacap. ”Santri beliau banyak menjadi kiai di daerahnya masing-masing,” katanya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























