Malang, Tugumalang.id – Batik Blimbing menjadi salah satu UMKM khas Kota Malang yang terus konsisten mengangkat identitas lokal melalui karya batik. Sesuai namanya, batik ini berasal dari Kecamatan Blimbing, Kota Malang, dan telah berdiri sejak tahun 2010.
Ciri khas Batik Blimbing terletak pada motif-motifnya yang kental dengan nuansa Malang. Selembar kain batiknya bisa menampilkan ikon-ikon kota seperti gedung Balai Kota Malang, Kampung Warna-Warni Jodipan, Kayutangan Heritage, hingga topeng Malangan.
Pemilik Batik Blimbing, Aulya Rishmawati, menyebut bahwa batik bukan hanya sekadar kain, tetapi juga media untuk menyampaikan pesan dan cerita. Ia memanfaatkan batik sebagai sarana untuk mengenalkan kekayaan budaya serta ikon-ikon Kota Malang kepada masyarakat luas.
“Kami selalu konsisten mengangkat ikon-ikon Kota Malang. Batik itu salah satu cara menyampaikan pesan. Melalui motif, kami ingin menunjukkan apa saja yang ada di Kota Malang,” ujar Aulya saat ditemui di galeri Batik Blimbing, Jalan Candi Jago No. 6, Kelurahan Blimbing, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Jadi Souvenir karena Motifnya yang Unik
Selama 15 tahun berdiri, Batik Blimbing dikenal karena motifnya yang unik dan mempromosikan ikon-ikon Kota Malang. Sehingga produk-produk Batik Blimbing jadi souvenir tamu luar kota.
Aulya mengungkapan bahwa unsur Kota Malang tak terbatas pada gedung-gedung ikonik. Tapi menuangkan ciri khas lainnya, seperti bunga teratai dan mikrolet berwarna biru.
Ia sempat melengkapi koleksinya dengan batik-batik dari daerah lain, namun, produk tersebut tidak laku.
Pelanggan yang datang ke galeri memiliki keinginan spesifik membeli batik yang motifnya identitas Kota Malang. Batik dari daerah lain bisa mereka dapatkan dari tempat lain.
“Pelanggan memang ke sini mencari batik malangan,” kata Aulya.
Berawal dari kegiatan ibu PKK

Usaha batik ini bermula dari sebuah inisiatif kegiatan PKK pada tahun 2009 yang didukung oleh pihak kelurahan. Sayangnya, kegiatan tersebut tak berjalan dengan baik karena kesibukan masing-masing anggota.
Wiwik Niarti, anggota PKK Kelurahan Blimbing sekaligus ibu dari Aulya, melihat potensi besar di balik kegiatan tersebut. Pada saat itu kerajinan batik belum banyak dikenal di Malang.
Baca juga: Eksistensi Batik Blimbing, Sudah Ekspor Hingga Asia dan Mancanegara

“Tahun itu batik sulit dikembangkan di sini karena kurangnya wawasan dan bukan lingkungan pembatik. Tapi ibu saya melihat potensi yang besar,” ujar Aulya.
Wiwik kemudian menekuni kerajinan batik dan mengembangkan Batik Blimbing bersama keluarganya. Usaha tersebut akhirnya dikenal luas hingga dikirim ke Amerika Serikat, Jepang, dan Korea.
Proses Pembuatan Modern dan Ramah Lingkungan

Dalam proses produksi kain batik, menggunakan canting elektrik karena mampu mempercepat proses pembuatan batik yang awalnya dua minggu, kini hanya tiga hari.
“Kami menggunakan inovasi canting elektrik agar produksi batik lebih cepat,” kata Aulya.
Selain itu, Batik Blimbing juga mendaur ulang limbah, sehingga proses pembuatannya lebih ramah lingkungan. Air rebusan kain yang mengandung malam (lilin khusus untuk batik) tidak dibuang begitu saja.
Air rebusan itu dibiarkan dingin sehingga cairan minyak dari malam membeku. Lalu cairan tersebut diolah kembali menjadi malam yang baru.
“Meskipun tidak beli malam baru, kualitasnya masih tetap bagus,” ucap Aulya.
Belajar dan Mengajar di Rumah BUMN Kota Malang by BRI
Aulya bergabung dengan Rumah BUMN Kota Malang by BRI di tahun 2023 melalui program BRIncubator. Sejak saat itu, ia kerap mengikuti pelatihan yang digelar di sana.
Bahkan, ia juga sempat menjadi narasumber workshop sebanyak dua kali. Dalam workshop tersebut, ia memberi pelatihan membuat batik.
Menurut Aulya, sumber daya manusia merupakan tantangan terbesar dalam mengembangkan bisnisnya. Tak banyak masyarakat Malang, terutama anak-anak muda yang memiliki keahlian membatik. Oleh karena itu, ia merasa perlu membagikan ilmunya agar kerajinan batik tetap lestari.
Koordinator Rumah BUMN Kota Malang by BRI, Indah Dwi Pangestu mengatakan pelatihan yang digelar di sana kerap kali diisi oleh para pelaku UMKM. Keterampilan yang terasah bertahun-tahun menjadikan mereka trainer yang layak bagi para pemula.
“Kami menghadirkan trainer dari kalangan profesional. Terkadang para pemilik UMKM juga menggelar workshop di sini dan kami fasilitasi,” kata Indah.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























