Malang, Tugumalang.id-Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan paling mulia dalam kalender hijriah. Dalam Islam, bulan ini memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Terutama pada 10 hari pertama Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah karena keutamaannya sangat besar, bahkan disebut-sebut melebihi hari-hari Ramadan—kecuali malam Lailatul Qadar.
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah diyakini sebagai hari-hari terbaik sepanjang tahun. Banyak riwayat menyebutkan bahwa pahala ibadah di waktu ini sangat berlimpah. Inilah saat yang tepat untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa melalui berbagai amalan sunnah yang dianjurkan.
Sayangnya, banyak orang hanya mengaitkan bulan Dzulhijjah dengan ibadah haji dan Hari Raya Idul Adha. Padahal, bagi umat Islam yang tidak menunaikan haji sekalipun, ada banyak amalan bulan Dzulhijjah yang bisa dilakukan untuk meraih keberkahan dan pahala besar.
Baca juga: Diyakini Mendapat Banyak Pahala! 6 Amalan di Bulan Dzulhijjah yang Dianjurkan pada Umat Muslim
Allah SWT bahkan bersumpah atas waktu ini dalam Al-Qur’an, dalam surah Al-Fajr ayat 1–2: “Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” Para ulama tafsir menjelaskan bahwa “malam yang sepuluh” merujuk pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, yang menunjukkan betapa agungnya waktu ini dalam pandangan Allah.
Momen istimewa ini adalah kesempatan emas untuk membersihkan jiwa, memperkuat hubungan dengan Allah, dan memperbanyak amal saleh. Jangan sia-siakan waktu yang sangat berharga ini—mari maksimalkan dengan amalan utama bulan Dzulhijjah sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Amalan di Bulan Dzulhijjah
1. Puasa Sunnah, Terutama pada Hari Arafah
Puasa di sembilan hari pertama Dzulhijjah sangat dianjurkan, terutama pada tanggal 9 Dzulhijjah (Hari Arafah), Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan dalam Hadits Riwayat (HR) Muslim:
“Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR.Muslim).
2. Memperbanyak Dzikir dan Takbir
Di hari-hari ini sangat dianjurkan memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih. Takbir dimulai sejak masuk 1 Dzulhijjah hingga akhir hari Tasyrik (13 Dzulhijjah). Berikut ini bacaan takbir yang dianjurkan:
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, wallahu Akbar, Alllahu Akbar wa lillahil hamd”
Baca juga: Nggak Cuma Nunggu Idul Adha: Ini Keutamaan Puasa Sunah Menjelang Dzulhijjah
3. Salat dan Membaca Al-Qur’an
Menjaga salat lima waktu berjamaah dan menambah dengan salat sunnah sangat dianjurkan. Membaca Al-Qur’an di hari-hari mulia ini juga memiliki keutamaan yang luar biasa.
4. Berkurban
Bagi yang memiliki kelapangan rezeki, berkurban menjadi ibadah utama di hari-hari ini, khususnya pada tanggal 10 Dzulhijjah. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada amal yang lebih dicintai Allah pada hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan qurban,” (HR.Tirmidzi).
5. Bersedekah dan Amal Kebajikan
Di bulan penuh berkah ini, perbanyaklah sedekah dan bantu sesama, karena setiap amal baik yang dilakukan pada waktu ini dilipatgandakan pahalanya.
6. Bertobat dan Memperbaiki Diri
Manfaatkan momen ini untuk memperbanyak istighfar, meninggalkan maksiat, dan memperbarui niat taat kepada Allah SWT.
Waktu berjalan cepat, dan kesempatan ini datang hanya sekali dalam setahun. Jangan sia-siakan 10 hari pertama Dzulhijjah tanpa meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Meskipun tidak sedang berhaji, kita tetap bisa meraih pahala yang besar dengan memanfaatkan momen penuh rahmat ini.
Mari sambut Dzulhijjah dengan semangat ibadah dan amal saleh. Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko
























