Ketua RT: Terduga Penjual Senjata Api di Malang Punya Padepokan Silat

  • Whatsapp
Suasana lingkungan Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi.
Suasana lingkungan Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi.

MALANG – Penangkapan terhadap Abu Rizal warga Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, oleh tim gabungan Jatanras Polda Jawa Timur dan Polres Malang dibantu Densus 88 mengagetkan warga sekitar.

Pasalnya, pelaku dikenal aktif berinteraksi dengan warga sekitar dan tidak ada gelagat mencurigakan selama tinggal di sana.

Bacaan Lainnya

“Belia sering mengikuti kegiatan bersama masyarakat sekitar,” terang Ketua RT Desa Putukrejo, Aminuddin, saat dikonfirmasi pada Kamis (22/04/2021).

Aminuddin sendiri bercerita jika sehari-hari pelaku berprofesi sebagai guru pencak silat untuk remaja di sekitar rumahnya.

“Beliau punya padepokan perguruan pencak silat, jadi banyak santri-santrinya dilatih di sana,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ia sendiri mengaku kaget dengan penangkapan Abu Rizal yang sangat mendadak.

“Hingga saat ini saya dan masyarakat tidak tahu, juga tidak ada pemberitahuan kepada saya selaku RT,” tuturnya.

Padahal menurutnya jika ada penangkapan pasti saat ini sudah ramai diperbincangkan di grup-grup WhatsApp.

“Padahal lalau ada kejadian seperti ini sudah ramai di dibicarakan di grup WhatsApp RT, tapi yang ini tidak sama sekali,” tukasnya.

Sementara itu, kerabat Abu Rizal yang tidak ingin disebut namanya mengatakan jika Abu Rizal sejak kemarin ijin keluar dan belum kembali sampai saat ini.

“Mulai kemari ijin keluar kepada saya, tidak tahu keluar ke mana dan sampai saat ini belum kembali,” pungkasnya.

Sebelumnya, Abu Rizal warga Jalan Sunan Ampel RT.04 RW.02, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang ditangkap tim gabungan Jatanras Polda Jawa Timur dan Polres Malang dibantu Densus 88. Abu Rizal ditangkap karena diduga merakit dan menjual senjata api (senpi) ilegal dan harus dicokok oleh tim gabungan Polda Jawa Timur, Polres Malang dan Densus 88 pada Rabu (21/04/2021) pukul 22.30 WIB sampai Kamis (22/04/2021) pukul 02.30 WIB. (Rizal/noe)

Baca Juga  Kapolres Malang: Belum Ada Indikasi Cinta Segitiga Kasus Eva Sofiana Wijayanti

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *