Jumat, Juli 10, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Kenali Gejala Depresi Penyebab Bunuh Diri, Begini Saran Psikolog

Redaksi by Redaksi
Mei 27, 2023 3:34 pm
in Tugu Sehat
Ilustrasi.

Ilustrasi. (Foto/Pixabay)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Baru baru ini masyarakat Kota Malang digemparkan dengan adanya aksi pemuda melompat dari Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat) hingga ditemukan meninggal di sungai. Faktor depresi diduga kuat menjadi penyebab aksi bunuh diri itu.

Psikolog Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Fuji Astuti, berpandangan bahwa orang yang melakukan aksi bunuh diri biasanya telah melewati banyak proses untuk bisa bertahan hidup. Kemudina puncak yang mendorong orang untuk melakukan aksi bunuh diri ketika sudah merasa beban hidupnya sudah diluar kemampuan.

READ ALSO

Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?

5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya

Fuji mengatakan bahwa orang yang depresi akan menunjukkan gejala gejala tertentu. Gejala itu menurutnya sangat perlu dikenali agar bisa segera tertangani.

Baca Juga: Terungkap! Korban Sudah Berkali-Kali Mencoba Bunuh Diri di Jembatan Suhat

“Mulai menarik diri dari lingkungan, merasa hidupnya hampa hingga merasa tidak ada orang yang memperhatikannya,” kata Fuji.

Menurutnya, orang orang yang seperti itu butuh pendampingan dan konseling dari profesional untuk memperkuat mental. Fuji juga memberikan saran agar orang yang depresi bisa bangkit dengan melakukan kesibukan positif.

“Kalau sudah merasa hampa, gak enak, bawaannya gini banget hidup. Itu bisa mencoba merubah pola aktifitas. Misal mengatur kamar agar lebih menyenangkan, berolahraga atau menyalurkan hobi,” tuturnya.

“Kegiatan kegiatan itu bisa meminimalisir perasaan depresi. Jangan lupa juga tetap terhubung dengan orang lain baik di media sosial maupun secara langsung dengan orang yang dikenal dan bisa menguatkan,” imbuhnya.

Baca Juga: Perempuan di Kota Malang Gagal Bunuh Diri usai Hubungi Ibunya

Di sisi lain, Fuji juga menyarankan agar keluarga, kerabat atau teman orang yang depresi bisa memberikan empati dan tidak menghakimi. Sebab menurutnya, hal hal aneh yang dilakukan orang depresi bisa jadi hanya ingin menunjukkan bahwa dia ingin diperhatikan.

“Cobalah cari akar masalahnya dan jadi tempat ternyaman dengan tidak mengungkit ungkit permasalahan orang yang depresi itu,” paparnya.

Fuji menegaskan bahwa kesehatan mental sangat penting dan sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Namun keduanya memerlukan penanganan yang berbeda karena sama sama memiliki potensi kematian.

“Oleh karena itu mari peduli dengan kesehatan mental kita. Setidaknya jika belum bisa membantu, jangan mendeskreditkan orang yang mengalami masalah dalam kejiwaan,” kata dia.

Lebih lanjut, Fuji juga menyarankan pemerintah memberikan perhatian pada fasilitas fasilitas umum yang banyak digunakan untuk melakukan aksi percobaan bunuh diri. Seperti jembatan dan tempat ketinggian.

“Misalnya ada keinginan bunuh diri, tapi kalau tidak ada tempat yang mendukung, keinginan itu bisa tidak terealisasi. Jadi tempat yang berpotensi dijadikan lokasi bunuh diri disarankan diperhatikan,” ujarnya.

“Fasilitas seperti jembatan itu misalkan sudah berkali kali digunakan untuk bunuh diri, harus ada langkah agar diberi pengaman. Dengan demikian niat niat seperti itu bisa diminimalisir,” tambahnya.

Selain itu, Fuji juga menyarankan pemerintah untuk memperkuat pendidikan mental generasi muda secara dini melalui kurikulum pendidikan.

“Pendidikan mental itu salah satunya adalah pelajaran untuk menyelesaikan masalah, menghadapi masalah hingga pelajaran menghadapi kegagalan,” tandasnya.

Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: bunuh diriPenyebab Bunuh Diripsikolog

Related Posts

Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?
Tugu Sehat

Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?

Jumat, 10 Jul 2026
5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya
Tugu Sehat

5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya

Senin, 6 Jul 2026
Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara
Tugu Sehat

Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara

Minggu, 5 Jul 2026
Hospital Penawar
Tugu Sehat

Investasi Kesehatan Terbaik! Hospital Penawar Hadirkan Paket Medical Check Up Wanita, Mulai RP 990 Ribu

Minggu, 28 Jun 2026
Hospital Penawar
Tugu Sehat

Hospital Penawar Hadirkan Paket Medical Check Up Pria Mulai Rp 900 Ribu!

Sabtu, 27 Jun 2026
PSLCNet Al Qowiy Tanjungpinang gelar webinar session sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang anak, khususnya anak dengan gangguan autisme. /Foto: Dok. PSLC.
Tugu Sehat

Gratis! Ikuti Event Webinar Session PSLCNet Al Qowiy Tanjungpinang

Kamis, 25 Jun 2026
Next Post
Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat) Kota Malang yang kerap dijadikan tempat melancarkan aksi bunuh diri.

Pemkot Malang Disarankan Beri Pengaman Jembatan yang Sering Dijadikan Tempat Bunuh Diri

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.