MALANG, Tugumalang.id – Kementerian Pertanian (Kementan) RI akan mendatangkan dua juta sapi hidup dari luar negeri dalam jangka lima tahun ke depan. Impor sapi ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhan susu sapi bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari pun menyiapkan kandang dengan kapasitas 600 ekor sapi. Kandang ini rencananya akan dibangun di tahun 2025. Sapi akan didatangkan pihak ketiga yang bekerja sama dengan BBIB Singosari.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono mengatakan pemenuhan kebutuhan susu dan daging sapi untuk program MBG masih kurang. Oleh karena itu, pihaknya membuka peluang bagi investor dan perusahaan untuk mendatangkan sapi hidup.
Baca Juga: Produksi Susu Sapi untuk Bahan Baku Keju Gouda di UPT Pengolahan Hasil Ternak Wajak Masih Kembang Kempis
“Jumlah bertambahnya manusia dan bertambahnya sapi itu tidak sama. Sehingga mau tidak mau kami harus datangkan sapi hidup ke Indonesia,” ujar Sudaryono saat melakukan kunjungan ke BBIB Singosari, Selasa (7/1/2024).
Ia merinci sapi yang didatangkan ke Indonesia terdiri dari 1,2 juta sapi perah dan 800 ribu sapi potong. Di tahun 2025, pihaknya menargetkan 250 ribu ekor sapi masuk ke Indonesia.
Sapi ini sebagian didatangkan dari Australia. Namun, pihaknya tengah mengajukan permohonan izin impor dari Brazil. Menurutnya, sapi dari Brazil hidup di iklim yang sama dengan Indonesia sehingga lebih cocok.
“Dari Australia sudah pasti bisa karena kami sudah dapat izin. Tapi kami lagi mengajukan untuk bisa datangkan sapi dari Brazil karena sapi tropis,” jelasnya.
Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, Agung Suganda menambahkan BBIB Singosari yang berada di bawah naungannya telah menyiapkan lahan untuk pembangunan kandang dengan kapasitas 600 ekor. Pihaknya akan membangun kandang baru dengan kapasitas 500 ekor dan merenovasi kandang lama yang berkapasitas 100 ekor.
Baca Juga: Cara Unisma Dorong Kemandirian Pangan Lewat Teliti Sapi Pasundan di Jawa Barat
“Rencananya sapi akan didatangkan (oleh investor) dan BBIB Singosari akan memelihara (sapi tersebut),” ujarnya.
Sapi yang dipelihara BBIB Singosari merupakan sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu. Dari 600 ekor sapi perah, diperkirakan bisa mendapatkan 18 ton susu segar setiap harinya.
“Susunya akan diambil untuk diolah menjadi UHT,” kata Agung.
Dalam kurun waktu lima tahun, program MBG membutuhkan kurang lebih 8,9 juta ton susu. Agung mengatakan, populasi sapi perah perlu ditambah untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Apabila populasi tak ditambah, maka impor susu segar akan terus meingkat.
“Harapannya, produk susu dari sini (BBIB Singosari) semuanya bisa terserap. Saat ini semua susu segar 100 persen terserap untuk susu pasteurisasi, UHT, dan sebagainya,” kata Agung.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Redaktur: jatmiko





























