Kota Batu, Tugumalang.id – Masyarakat diimbau waspada dan menjaga kontak fisik selama momen Lebaran 2026, khususnya pada anak. Imbauan ini dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Batu pasca terjadinya peningkatan kasus suspek campak di sana.
Dinkes Kota Batu mencatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah kasus suspek campak dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data terbaru, wilayah Kecamatan Bumiaji tercatat sebagai daerah dengan temuan kasus terbanyak di Kota Batu.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Batu, Yuni Astuti, mengungkapkan bahwa tren kenaikan ini mulai terlihat sejak tahun 2024. Pada tahun tersebut, tercatat sebanyak 56 kasus suspek campak, di mana lima di antaranya dikonfirmasi positif setelah melalui uji laboratorium.
Baca juga: Kasus Campak di Kota Malang Turun Drastis, Kini Tersisa Satu Pasien Dirawat
Kondisi ini semakin mengkhawatirkan pada tahun 2025, di mana angka suspek melonjak tajam hingga menyentuh 120 kasus. Dari total 120 kasus suspek pada 2025, enam kasus dinyatakan positif campak dan satu kasus terkonfirmasi positif rubela.
”Sebaran kasus paling banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Bumiaji,” kata dia, Rabu (18/3/2026).
Merespons lonjakan ini, Pemerintah Kota Batu melalui Dinkes akan segera menggelar program Catch-Up Campaign atau kampanye imunisasi kejar untuk Campak dan Rubela (MR). Program ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 30 Maret hingga 18 April 2026.
Langkah ini diambil tidak hanya sebagai respons lokal, tetapi juga merupakan bagian dari upaya antisipasi terhadap meningkatnya kasus campak di tingkat provinsi Jawa Timur. Selain imunisasi, Dinkes juga memperkuat surveilans penyakit untuk mendeteksi dini setiap potensi penularan baru di tengah masyarakat.
Imbauan Jaga Kontak Fisik Anak
Sementara, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Dinkes Kota Batu, dr Icang menambahkan jika penyakit campak dikenal menular dan dapat memicu komplikasi serius seperti radang paru (pneumonia), infeksi telinga, hingga peradangan otak jika tidak segera ditangani.
Sebab itu, masyarakat diminta untuk waspada terhadap gejala awal yang muncul. Jika ditemukan anggota keluarga dengan gejala demam tinggi dan muncul bintik kemerahan pada kulit, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.
”Kami mengimbau sementara untuk waspada untuk menjaga kontak fisik, apalagi di momen Lebaran nanti. Tidak apa-apa, asal sama sama sehat boleh. Bila ada salah satu yang sakit flu, batuk pilek dan tetap pakai masker dan hindari cipika cipiki,” imbau Icang.
Ia juga menekankan pentingnya pengambilan sampel darah bagi pasien suspek guna memastikan apakah infeksi tersebut merupakan campak atau rubela.
Pemerintah berharap melalui kampanye imunisasi mendatang, cakupan kekebalan masyarakat (herd immunity) di Kota Batu, khususnya di titik-titik rawan seperti Bumiaji, dapat kembali meningkat guna memutus rantai penyebaran virus mematikan ini.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























