Malang, Tugumalang.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat adanya penurunan signifikan kasus campak di wilayahnya. Setelah sempat mencapai 27 pasien terkonfirmasi positif pada akhir Agustus 2025, kini jumlah tersebut menurun drastis hingga tersisa satu pasien yang masih menjalani perawatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, menyampaikan bahwa berbagai langkah penanganan dan pencegahan telah digencarkan untuk menekan penyebaran wabah campak di Kota Malang.
“Dua minggu lalu jumlahnya mencapai 27 kasus. Setelah kami lakukan pemantauan dan intervensi, kini tersisa satu pasien saja. Alhamdulillah, situasi sudah terkendali,” ujar Meifta, Senin (6/10/2025).
Meski kasus campak sudah menurun, Dinkes Kota Malang tetap berkomitmen menjaga kewaspadaan melalui sejumlah langkah pencegahan. Di antaranya pemberian imunisasi campak pada bayi usia 9 dan 18 bulan, distribusi vitamin A, serta sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di masyarakat.
Baca juga: 5 Anak di Kota Malang Terjangkit Wabah Kasus Campak, Dinkes Intensifkan Imunisasi
Menurut Meifta, awalnya kasus campak di Kota Malang hanya ditemukan pada beberapa pasien, namun jumlahnya meningkat hingga 27 kasus yang mayoritas menyerang anak-anak. Seluruh kasus tersebut dinyatakan positif setelah melalui uji laboratorium.
“Jadi, 27 kasus itu merupakan total keseluruhan, bukan penambahan kasus baru,” jelasnya.
Sementara itu, satu pasien yang masih dirawat kini menunjukkan perkembangan kondisi yang semakin membaik.
“Insyaallah pasien terakhir ini juga segera sembuh,” tambah Meifta.
Campak merupakan penyakit menular yang dapat menyebar melalui percikan air liur (droplet) atau kontak langsung dengan penderita. Orang yang belum mendapatkan imunisasi memiliki risiko lebih tinggi tertular penyakit ini. Gejala umum campak meliputi demam tinggi, batuk, ruam di kulit, dan badan terasa lesu.
Meifta mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala campak pada anak.
“Segera periksakan ke puskesmas jika anak menunjukkan gejala campak. Bila positif, sebaiknya istirahat di rumah sampai sembuh agar tidak menular ke orang lain,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko
























