Malang, Tugumalang.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat sebanyak 5 anak di Kota Malang positif terjangkit campak. Temuan kasus ini membuat Dinkes langsung menggencarkan imunisasi kejar sebagai langkah penanggulangan agar wabah tidak semakin meluas.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, menjelaskan bahwa kasus campak pertama di tahun 2025 ini ditemukan di Kecamatan Kedungkandang, tepatnya di Kelurahan Bumiayu dan Kelurahan Arjowinangun.
“Yang terdeteksi ada 5 anak penderita campak. Namun sudah kami edukasi sekaligus kami lakukan imunisasi kejar agar tidak terjadi penularan lebih luas,” ujar Husnul, Rabu (10/9/2025).
Baca juga: 11.142 Anak di Kota Batu Ikuti Program Imunisasi BIAS 2024
Wabah Campak Ditemukan dari Satu Keluarga
Menurutnya, salah satu kasus campak yang ditemukan bahkan berasal dari satu keluarga. Hal ini menguatkan dugaan bahwa penularan terjadi karena daya tahan tubuh lemah serta mobilitas antaranggota keluarga.
“Virus campak ini menular lewat saluran pernapasan, termasuk droplet saat batuk atau bersin. Penularan juga bisa melalui benda-benda yang terkontaminasi penderita. Dari hasil deteksi, penderita berasal dari keluarga yang berdomisili di Bumiayu dan Arjowinangun,” jelasnya.
Husnul menambahkan, lima kasus campak tersebut menjadi temuan pertama sepanjang tahun 2025 di Kota Malang. Pihaknya kini tengah memperketat program imunisasi serta edukasi masyarakat terkait pencegahan penyakit menular, terutama campak yang bisa berakibat serius pada anak-anak bila tidak ditangani dengan baik.
Temuan ini menurutnya telah dilaporkan ke Pemprov Jatim. Sebab, wabah ini mulai mendera di beberapa daerah. Bahkan di satu daerah ada yang terdeteksi sampai seribu kasus hingga pemerintah mengumumkan menjadi kasus Kejadian Luar Biasa (KLB).
Baca juga: Dinkes Kota Malang Janji Panggil BPJS Kesehatan Usai Kasus Pasien Tumor Otak Meninggal
Dinkes Kota Malang Lakukan Vaksinasi ORI
Rencananya, Dinkes Kota Malang akan melakukan vaksinasi Outbreak Response Immunization (ORI) serentak di Kota Malang untuk anak usia 1-2 tahun. Hal ini dilakukan agar wabah tak menyebar luas di Kota Malang.
Pihaknya juga mengajak para tokoh masyarakat di Kota Malang untuk turut mengkampanyekan pentingnya imunisasi bagi anak, terutama balita usia 9 bulan.
“Ini agar anak anak bisa melengkapi vaksi atau imunisasi kejar yang masih bolong bolong,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Foto:





























