Kota Batu, Tugumalang.id – Kebakaran hebat melanda sebuah peternakan ayam di kawasan Jalibar, Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Jawa Timur, Selasa (10/02/2026) dini hari. Peristiwa ini diduga dipicu kebocoran gas dari oven atau alat pemanas kandang yang digunakan untuk menghangatkan ayam.
Akibat insiden tersebut, seluruh bangunan kandang peternakan ayam dilaporkan habis dilalap api. Kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Otto Sugianto sekitar pukul 03.50 WIB, saat ia melihat kobaran api semakin membesar dari arah kandang.
Melihat kondisi tersebut, warga segera menghubungi pihak berwenang untuk meminta bantuan pemadaman. Laporan itu langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu dengan menerjunkan personel ke lokasi kejadian.
Baca juga: 7 Kandang Ayam Terbakar di Kabupaten Malang, Ini Faktor Utamanya
Respons Cepat Damkarmat Kota Batu
Kepala Dinas Damkarmat Kota Batu, Agung Sedayu, mengonfirmasi bahwa tim pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 04.10 WIB. Petugas langsung melakukan upaya pemadaman intensif guna mengendalikan kobaran api agar tidak merambat ke area sekitar.
Sebanyak 21 personel dikerahkan dalam operasi ini, terdiri dari 14 personel Regu Yudha dan 7 personel Regu Brama.
“Fokus utama petugas saat tiba di lokasi adalah melakukan isolasi area agar api tidak merambat ke kandang ternak lainnya,” ujar Agung, Selasa (10/02/2026).
Baca juga: Peternakan Ayam Terbakar di Dampit, Kerugian Ditaksir Capai Rp800 Juta
Dalam proses pemadaman, Damkarmat Kota Batu mengerahkan tujuh unit armada, meliputi Unit Gajah 2, 3, dan 4, unit supply berwarna kuning dan putih, unit rescue, serta unit comando.
Dugaan Sumber Api dan Proses Pemadaman
Berdasarkan hasil investigasi awal di lapangan, sumber api diduga berasal dari pojok utara kandang peternakan. Kebakaran diyakini dipicu oleh kebocoran gas pada perangkat pemanas atau oven yang digunakan sebagai penghangat ayam.
“Api kemudian menyambar material di sekitarnya yang didominasi bambu dan mudah terbakar, sehingga kobaran cepat membesar,” jelas Agung.
Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih tiga jam dan melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Polsek Junrejo, Kepala Desa Tlekung, Camat Junrejo, hingga warga sekitar. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya, dengan proses pembasahan selesai pada pukul 07.20 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan terkait total kerugian materiil yang dialami pemilik peternakan akibat kebakaran tersebut.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























