Senin, Juli 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Kajawi Angkat Kisah Wayang Purwo Lewat Perpaduan Hip-Hop dan Lirik Jawa

Redaksi by Redaksi
Februari 10, 2026 11:01 am
in News
Kajawi

Gojalisuta, karya Kajawi ft. Ki Purbo Sasongko (Foto: YouTube @Kajawi Official)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Upaya menghidupkan kembali budaya Jawa yang nyaris terlupa dilakukan musisi asal Yogyakarta, Kajawi, melalui karya musik yang unik dan berani. Mengemas kisah Wayang Purwo dalam balutan beat hip-hop, musik gamelan, suara sinden, penggalan narasi dalang, serta lirik Jawa yang kental, Kajawi menghadirkan nuansa klasik yang terasa segar dan relevan.

Meski tidak mengisahkan alur Wayang Purwo secara menyeluruh, Kajawi mampu menyuguhkan gambaran besar cerita Mahabharata. Kisah-kisah penting yang dipilih berfokus pada peristiwa besar di Hastinapura dan Amarta, khususnya konflik panjang antara Pandawa dan Kurawa, termasuk perang Bharatayuda yang sarat nilai sejarah dan filosofi.

READ ALSO

Mendikdasmen RI Dorong Sekolah Jadi Ruang Aman Lewat MPLS Ramah

Libur Sekolah 2026, Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Capai 379.628 Orang

Tak sekadar menghadirkan ulang cerita pewayangan yang mulai asing di telinga generasi muda, Kajawi juga menyisipkan pesan moral di setiap lagu. Melalui bahasa Jawa yang sederhana dan rangkaian nada yang mengalir, pesan-pesan tentang nilai kehidupan disampaikan dengan cara yang mudah dicerna dan menghibur.

Baca juga: Jejak Bung Karno di Museum Musik Indonesia

Empat Lagu Kajawi yang Wajib Masuk Playlist

1. Wayang Purwo

Lagu ini dibuka dengan alunan gamelan yang berpadu dengan suara lembut sinden, menyuarakan harapan akan kesejahteraan dan kelestarian budaya Jawa. Perpindahan beat yang halus menciptakan kesan harmonis sejak awal.

Dalam lagu Wayang Purwo, Kajawi mengenalkan kembali tokoh-tokoh pewayangan, mulai dari para ksatria Ngastina (Kurawa), Ngamarta (Pandawa), putra-putra Pandawa, hingga empat punakawan sebagai tokoh khas wayang Jawa. Di bagian akhir lagu, terselip pesan dalang pewayangan:

“Elingo papan dunungmu”

“Elingo marang kabudayanmu”

Pesan tersebut mengingatkan pentingnya mengenal asal-usul dan menjaga budaya. Kajawi mengajak pendengar untuk tidak hanya menonton pagelaran budaya, tetapi juga memahami pesan dan tuntunan yang terkandung dalam cerita wayang purwa.

2. Bharatayudha

Bharatayudha mengisahkan perang besar antara Pandawa dan Kurawa. Lagu ini dibuka dengan lolongan terompet perang, teriakan, serta denting suara pedang beradu yang membangun suasana peperangan terasa nyata.

Kajawi menguraikan peran tokoh-tokoh penting di masing-masing kubu, seperti Prabu Bisma sebagai panglima Kurawa serta Krisna, penyebar ilmu pengetahuan yang menjadi kusir Janaka atau Arjuna. Gugurnya para tokoh besar dan alasan kematian yang telah diramalkan para dewa turut diceritakan secara runtut.

Melalui kisah sumpah, pengorbanan, dan pembalasan dendam, perang Bharatayudha menghadirkan pelajaran tentang tugas ksatria Pandawa dalam menuntaskan kejahatan Kurawa, sekaligus refleksi nilai kebajikan bagi umat manusia.

Baca juga: PCHC Rilis Trilogi Music Video, Perkuat Ekosistem Musik Underground Malang

3. Sengkuni Dadu

Lagu Sengkuni Dadu mengangkat kisah liciknya Sengkuni, paman Kurawa, yang menantang Yudistira bermain dadu di Kerajaan Ngastina. Dalam permainan tersebut, Kerajaan Ngamarta, harta kekayaan, pakaian saudara-saudaranya, hingga Drupadi atau Pancali, istri Yudistira, dijadikan taruhan.

Puncak cerita terjadi saat Dursasana mencoba melucuti pakaian Drupadi. Keajaiban pun terjadi ketika kain yang ditarik tak pernah habis, sebagai simbol keberpihakan dewa pada kebenaran.

Melalui lagu ini, tergambar jelas kekejaman Kurawa dan Sengkuni dalam upaya mengalahkan Pandawa dengan segala cara. Pesan tentang karma dan pentingnya menjaga perilaku disampaikan kuat, sesuai dengan nilai yang tertulis dalam kisah Mahabharata.

4. Gojalisuta

Berkolaborasi dengan Ki Probo Sasongko, lagu Gojalisuta dibuka dengan alunan gamelan dan suara dalang yang menyampaikan pesan Krisna kepada putranya, Bomo. Pesan yang diabaikan tersebut memicu terjadinya perang Gojali Suta, konflik antara Krisna dan Bomo.

Lagu ini menyoroti bagaimana cinta dapat menjadi pemantik perang antar saudara. Kisah bermula dari Samba, putra Krisna, yang jatuh cinta kepada istri Bomo, Narakasura. Tindakan tersebut memicu amarah Bomo, yang semakin memuncak akibat hasutan Wilmuna.

Bomantara, simbol angkara murka, digambarkan merasuki jiwa Bomo hingga ia membunuh Samba dengan kejam. Meski akhirnya menyadari konsekuensinya, perang Gojali Suta tak dapat dihindari. Pesan yang disampaikan pun mendalam, bahwa bukan hanya amarah yang perlu dikendalikan, tetapi juga cinta yang harus ditempatkan pada posisi yang tepat.

Melalui lagu-lagu hip-hop Jawa karya Kajawi, banyak nilai kehidupan yang dapat dipetik, mulai dari persaudaraan, pertarungan antara kebaikan dan kejahatan, pengendalian amarah, hingga cinta yang jika tak terkelola justru membawa petaka.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah (magang)
redaktur: jatmiko

Tags: Baratayudhabudaya jawaHip-hop JawaKajawi musisi JogjaMahabarata Tag: KajawiMusisi JogjaWayang Purwa

Related Posts

Mendikdasmen RI
News

Mendikdasmen RI Dorong Sekolah Jadi Ruang Aman Lewat MPLS Ramah

Senin, 13 Jul 2026
Libur Sekolah 2026, Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Capai 379.628 Orang
News

Libur Sekolah 2026, Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Capai 379.628 Orang

Senin, 13 Jul 2026
Prakiraan Cuaca Malang Senin 13 Juli 2026: Didominasi Udara Kabur
News

Prakiraan Cuaca Malang Senin 13 Juli 2026: Didominasi Udara Kabur

Senin, 13 Jul 2026
Getok parkir Kota Batu
News

Belum Tuntas Getok Parkir, Oknum Jukir Alun-alun Kota Batu Diduga Beri Karcis Bekas

Minggu, 12 Jul 2026
Kebakaran Mebel di Singosari Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Rp50 Juta
News

Kebakaran Mebel di Singosari Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Rp50 Juta

Minggu, 12 Jul 2026
Buku 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny Bagian 2: Langkah Sederhana nan Konsisten dan Pupuk Sriwidjaja
News

Buku 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny Bagian 2: Langkah Sederhana nan Konsisten dan Pupuk Sriwidjaja

Minggu, 12 Jul 2026
Next Post
Harlah Satu Abad NU 2026

PLN Siagakan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Harlah Satu Abad NU 2026 di Malang

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.