Tugumalang.id – Kisah pilu datang dari Jalan Kawi Selatan, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Seorang kakek bernama Yudi Pairines (79) ditemukan meninggal dunia di dalam mobil orang pada Jumat (27/2/2026).
Kakek itu ternyata sudah menjadikan mobil itu sebagai tempat berteduh dan beristirahat sejak 2 tahun terakhir.
Mobil sedan Toyota Corolla bernopol N-1315-JQ itu terparkir di teras rumah nomor 45. Kendaraan tersebut milik Mulyadi (79), warga setempat yang sejak 2024 mengizinkan Yudi tidur di dalamnya karena iba melihat kondisi sang kakek yang hidup sebatang kara.
Baca Juga: Kesaksian Warga Kota Malang yang Geram Aksi Balap Liar, Buang Motor ke Sungai
“Almarhum setiap malam tidur di dalam mobil saya ini, sudah hampir 2,5 tahun. Saya izinkan karena tidak punya siapa siapa, kasihan,” kata Mulyadi, Sabtu (28/2/2026).
Sepengetahuannya, Yudi sebelumnya memiliki istri dan tiga anak. Namun kehidupan keluarganya tidak stabil dan kerap berpindah pindah kontrakan. Seiring waktu, korban diketahui hidup sebatang kara setelah keluarganya entah kemana. Salah satu anaknya dikabarkan telah meninggal dunia.
“Dia punya istri dan tiga anak, tapi satunya meninggal. Informasinya anak dan istrinya sudah tidak mau. Karena kasihan, untuk tidur saya tawarkan di mobil saya itu,” bebernya.
Baca Juga: Warga Bubarkan Balap Liar di Kota Malang Dapat Penghargaan
Sebelum menetap di dalam mobil, Yudi sempat berpindah pindah tempat untuk bermalam. Ia pernah tidur di masjid tak jauh dari lokasi tersebut. Namun kemudian ia tak lagi diperkenankan tinggal di sana.
Sejak itu, sedan tua di teras rumah Mulyadi menjadi ruang sempit yang melindunginya dari dingin dan hujan malam Kota Malang. Meski hidup dalam keterbatasan, Yudi tidak sepenuhnya sendiri. Warga sekitar kerap memberinya makanan.
“Kalau makan sudah banyak yang kasih, cukup. Kadang saya ajak kalau ada keperluan ke Surabaya atau luar kota,” tuturnya.
Tak ada firasat apa pun sebelum pagi itu tiba. Saat hendak membersihkan mobilnya, Mulyadi mencoba membangunkan Yudi yang tampak terlelap. Namun yang ia dapati justru napas tersengal sengal.
“Saya mau bersihkan mobil, saya bangunkan, napasnya tersengal sengal. Saya panggil Pak RT. Setelah Pak RT datang, tidak lama kemudian meninggal,” ungkapnya.
Peristiwa ini menjadi potret getir tentang rapuhnya hidup di usia senja dibalik riuhnya Kota Malang. Ada seorang lansia yang bertahan hidup di balik mobil tua hingga akhir hayat.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Shobikin mengatakan bahwa petugas telah datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil olah TKP tidak ditemukan adanya tanda kekerasan,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, kondisi kesehatan korban memang diketahui menurun dalam sepekan terakhir sebelum ditemukan meninggal dunia.
“Dalam seminggu terakhir, korban disebut warga memang kurang sehat” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























