MALANG, Tugumalang.id – Penyimpanan es untuk ikan tangkapan di Sendangbiru, Kabupaten Malang, terbatas. Cold storage milik Pemkab Malang di Desa Tawangrejeni Kecamatan Turen itu tidak sanggup menampung semua hasil produksi laut Malang selatan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, tidak menampik soal itu. “Memang benar bahwa cold storage Pemkab Malang di Turen terbatas. Bahkan sangat sering over capacity,” ujar Nurman dalam peresmian cold storage swasta PT Akademi Laut Selatan, Kedungpedaringan Kepanjen, Sabtu (22/6/204).
Saat ini, cold storage Turen memiliki kapasitas 100 ton untuk mencegah ikan cepat membusuk. Sehingga, usia ikan lebih lama dan bisa dikonsumsi dalam jangka waktu lebih panjang.
Baca Juga: Pemkot Batu Kekeh Bangun Cold Storage Meski Warga Tak Sepakat
Berdasarkan laporan stafnya, Nurman menyebut over capacity terjadi karena jumlah ikan memang sudah terlalu banyak.
Hingga akhir Desember 2023 lalu, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Malang mencatat, jumlah hasil tangkapan ikan menembus angka 22.905 ton.
Jumlah tersebut juga meningkat dibandingkan tahun 2022 lalu yang hanya 17.038 ton. Maka, kehadiran cold storage swasta seperti milik PT ALS sangat diapresiasi untuk mencegah ikan membusuk.
Baca Juga: Pasar Induk Among Tani Kota Batu Dijatah 3 Unit Cold Storage
“Kami sangat apresiasi dan siap mendukung cold storage swasta. Karena, harapan kami jangan sampai ikan-ikan produksi Malang Selatan terbuang percuma,” ujarnya.
Selain itu, cold storage swasta juga bisa mencegah ikan produksi Malang selatan pergi ke daerah lain. Dia berharap cold storage swasta seperti milik PT ALS bisa meningkatkan kualitas ikan Kabupaten Malang.
Direktur PT ALS, Neny Fitrin, menerangkan cold storage yang baru diresmikan itu berkapasitas 300 ton. Sementara, kekuatan mesin pendingin untuk mengawetkan ikan sekitar minus 20 derajat celsius.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Nur Hayati
Editor: Herlianto.
























