Ka Diskominfo : Jadi Perempuan Jangan Mudah Percaya Hoax

  • Whatsapp
Kadiskominfo Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz.

MALANG – Menjadi perempuan memang tak melulu soal perkara rumah tangga. Seperti halnya Aniswaty Aziz, perempuan berhijab dan berkacamata ini, berhasil meniti karir hingga menjadi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, sejak Januari 2020 lalu.

Ibu dua anak ini mengaku sepanjang karirnya sebagai abdi negara sejak 1997, berbagai asam garam hingga pergantian jabatan sudah pernah dirasakannya. Meski sempat kesulitan membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, ia tetap konsisten agar keduanya berjalan seimbang.

Bacaan Lainnya

Bank BNI

“Dulu kesulitan sekali mengurus anak karena masih kecil, tapi karena sekarang anak sudah besar, maka aktivitas mengurus rumah tangga juga berkurang, kalau dulu 50 persen dirumah, sekarang sudah 95 persen fokus melaksanakan tugas sebagai abdi negara. Intinya jalani dulu, enjoy aja setiap prosesnya,” kata dia

Menurutnya, menjadi wanita karir merupakan pilihan sekaligus kesempatan bagi perempuan untuk dapat berdaya. Sebab perempuan, bagi Anis mempunyai banyak kelebihan, termasuk kemampuan serta kemauan untuk berkembang.

“Jadi perempuan memang dilema tapi kalau kita bisa melewati itu dengan baik insyaallah lebih baik. Karena perempuan itu punya banyak kelebihan. Jadi kalau punya kampuan berkarir, kerjakan maksimal jangan nanggung, supaya jadi top di bidangnya,” tambahnya

Pun, salah satu alasan mengapa perempuan layak didorong untuk berkarir, lanjutnya, karena dapat melatih kemandirian.

“Kemandirian ini, jadi saat kita berkeluarga bisa saling membantu atau kerjasama dengan suami untuk keluarga, memang rejeki Allah yang atur tapi kita tetap berusaha,” jelas dia

Baca Juga  Dorong Perempuan Lebih Percaya Diri, Mekar Ajak Teladani RA Kartini

Lebih jauh, Anis juga menekankan agar menjadi perempuan harus mampu smart dalam memilah informasi, sehingga tak mudah termakan berita hoax di era yang serba teknologi.

Mengingat, selain gemar informasi, perempuan juga menjadi salah satu pihak yang kerap kali jadi korban informasi.

Sehingga, ia menghimbau agar perempuan lebih memperhatikan tiga hal berikut. Satu, literasi digital, dimana masyarakat sudah harus mengerti kemana arah berita. Kedua, sharing dulu sebelum membagikan ke orang lain dan terakhir, jangan mudah percaya.

Jadi, kata Anis,  kalau mendapat informasi jangan mudah percaya. Misalnya di WA group, ada yang share untuk menjadi putih bisa menggunakan susu cair dan madu, sekian kali pakai maka akan putih. Kemudian karena percaya, tulisan itu benar dicoba, apa yg terjadi? Kulit menjadi gatal gatal dan kemerahan, siapa yg bisa disalahkan? kalau sudah begitu bagaimana? Padahal jangan langsung percaya.

”Karena itu penelitian siapa?? Siapa yang pernah mencoba kan nggak jelas. Untuk itulah kita harus bijak dalam menyikapi informasi, ” tandasnya.(ads)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *