MALANG, Tugumalang.id – Di tengah hiruk pikuk Kota Malang yang semakin ramai. Masih terdapat beberapa situs-situs sejarah yang menjadi saksi peradaban manusia di masa lampau. Salah satunya adalah situs Sumur Windu yang diyakini memiliki ikatan erat dengan permaisuri Kerajaan Singhasari, Ken Dedes.
Lokasi situs Sumur Windu tak jauh dari pusat Kota Malang tepatnya berada di Jalan Cakalang Gang Sumur Windu Ken Dedes Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Saat Tugumalang.id menyambangi situs tersebut, ada renovasi kecil yang dilakukan warga sekitar di area situs Sumur Windu.
Baca Juga: Mengenal Situs Petirtaan Ngawonggo, Jejak Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno di Malang
Sosok Ken Dedes yang diyakini sebagai ibu dari raja-raja Jawa itu memang menjadi salah satu tokoh penting dalam perkembangan Kerajaan Singhasari sebagai salah satu kerajaan Hindu-Buddha yang pernah berdiri di sekitar wilayah Malang Raya.
Konon, Ken Dedes menghabiskan masa kecilnya di daerah Polowijen bersama sang ayahanda, Mpu Purwa.

Nama Sumur Windu memiliki arti sumur yang sangat dalam atau tak berujung. Erat dikaitkan sebagai perwujudan hubungan antara manusia dengan Sang Maha Pencipta yang tak pernah dapat berujung.
Suasana di sekitar Sumur Windu mencerminkan bahwa dahulu situs tersebut merupakan tempat kegiatan keagaamaan di masa Hindu-Budda.
Baca Juga: Situs Peninggalan Kerajaan Singasari, Saksi Bisu Kejayaan Kerajaan Hindu-Buddha Terbesar di Malang
Juru Kunci Situs Sumur Windu, Dwi ketika ditemui Tugumalang.id pun membenarkan arti dari Sumur Windu yang memiliki makna filosofis mendalam tentang hubungan manusia dengan Tuhan-Nya.

“Sumur Windu ini memiliki makna sumur yang dalam dan tidak berujung. Seperti manusia yang ingin mendekatkan diri kepada Sang Hyang Widhi maka ia tidak akan bisa mengukur kedalamannya (ketaatan),” tuturnya.
Dwi juga menunjukkan beberapa benda-benda sejarah yang ada di area situs Sumur Windu. Di sekitar area situs ditemukan batu merah yang diyakini sudah ada sejak era Kerajaan Kanjuruhan, batu kenong (umpak), serta struktur pondasi bangunan di sekitar situs.
Berdasarkan papan informasi yang ada di sekitar situs Sumur Windu, situs tersebut diduga berhubungan dengan situs Joko Lulo yang berada di sebelah Timur. Dimana situs yang sebenarnya justru berada di luar pagar cungkup yaitu di sebelah barat dan utara.
Situs Sumur Windu juga dihubungkan dengan riwayat perjalanan hidup Ken Dedes sebagai putri Mpu Purwa yang merupakan pendeta agama Budha cukup mahsyur di daerah Panawijen atau sekarang Polowijen.
Saat itu daerah Polowijen merupakan wilayah Tumapel sebagai daerah bawahan atau perdikan Kerajaan Kadiri atau Kediri. Hal itu tercatat dalam Kitab Pararaton bawah Mpu Purwa memiliki pertapaan bernama Setra di Polowijen.
Kemudian di era Kerajaan Majapahit, daerah tersebut difungsikan sebagai asrama kependetaan agama Resi.
Demikian informasi tentang situs Sumur Windu yang berada di daerah Polowijen, Kota Malang. Semoga informasi ini bermanfaat!.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























