Minggu, Mei 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Ironi Pendidikan Tinggi Nasional

Redaksi by Redaksi
Juni 7, 2025 9:15 am
in Catatan
Moh. Kholid, S.Pd. Foto/dok

Moh. Kholid, S.Pd. Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Moh. Kholid, S.Pd*

Tugumalang.id – Di tanah air kami, negeri di mana sistem pendidikannya bisa disandingkan dengan plot Standup Komedi, kembali mencatatkan prestasi membanggakan: 1,01 juta lulusan perguruan tinggi menganggur pada 2025, sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada 7.465.599 pengangguran di Indonesia per Agustus 2024.

READ ALSO

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

11,28% di antaranya, atau 842.378 orang, merupakan ‘sarjana pengangguran’, yaitu lulusan D4, S1, S2, dan S3.

Bayangkan, setelah menghabiskan bertahun-tahun belajar tentang teori akademis dan cara membuat jurnal akademik yang isinya lebih banyak kutipan dari sumber-sumber umum daripada analisis orisinal, yang sebelumnya mereka tentunya disambut oleh jabat tangan Rektor lalu pada acara puncak formalitas itu mereka diberi selembar Kertas Bernama Ijazah, endingnya para sarjana ini disambut dengan jawaban dingin: “Terima kasih, kami akan hubungi jika ada lowongan.”

Baca Juga: 12 SD Islam Terbaik di Kota Malang 2025: Pilihan Unggul untuk Pendidikan Anak

Oh, tentu saja—lowongan itu pasti ada, mungkin hanya untuk mereka yang bisa joget sambil coding dalam bahasa Python atau JavaScript sambil menyanyi lagu kebangsaan mungkin sembari ngepel lantai juga.

Kementerian Pendidikan juga tak kalah kreatif. Alih-alih fokus membersihkan diri dari skandal korupsi pengadaan proyek—di mana anggaran sebesar Rp1,2 triliun raib tanpa jejak—mereka justru sibuk meluncurkan program pelatihan digitalisasi—dan berita terkininya adalah ternyata Program Digitalisasi Pendidikan di Kemendikbudristek 2019-2023 itu justru lebih fantastis angka Korupsinya, 9,9 triliun.

Padahal peserta program itu diajari cara menggunakan Google Form dan Zoom saja awalnya, rencana penyediaan fasilitas belajar peserta yang awalnya dicanangkan berupa satu set PC Windows bisa berbalik arah menjadi Chromebooks—ada aroma amis dan menyengat hidung dalam kasus ini.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Segera Beroperasi, Dosen UM: Pastikan Pendidikan Bisa Diakses Semua Kalangan

Sementara itu, kurikulum pendidikan tinggi kita yang berubah-ubah tidak menentu seperti daun tertiup angin yang lama-lama akan robek juga—tetap seperti daftar belanja nostalgis, lengkap dengan teori-teori kuno yang lebih cocok disimpan di museum ketimbang diajarkan di kelas.

“Hei, mahasiswa! Kamu harus adaptif!” —ya, kalau bisa adaptif (bergumam dalam hati), kalo tidak bisa? Bagaimana? mungkin kami bisa terbang ke bulan sambil bawa lamaran kerja di sana.

Dan untuk pemerintah yang gemar berpidato tentang “revolusi mental”: mari kita ucapkan terima kasih atas sindiran tak tersirat bahwa lulusan perguruan tinggi di negeri ini adalah bukti kegagalan struktural yang dibiarkan berakar.

“Kami butuh orang yang punya soft skill!” —oh, tentu saja! Kami para sarjana sudah terlatih dalam soft skill bernama “menahan lapar sambil menunggu panggilan kerja yang tak kunjung datang” Seperti kata pepatah, “Di balik kesulitan, ada peluang.”

Tapi mungkin, untuk kali ini, peluang itu hanya ada di iklan lowongan kerja, atau Job Fair yang kapan hari ricuh dan simpang siur itu—HRD nya bilang acara itu hanya Formalitas tapi Wamenaker menyatakan bahwa pernyataan HRD itu merupakan bentuk ketidakbertanggung-jawaban—yang penuh janji palsu—seperti janji kampanye yang hilang setelah pemilu usai.

Oh, dan jangan lupa, para sarjana ini tidak gagal. Mereka hanya terlalu cerdas untuk sistem yang lebih suka melahirkan birokrat daripada innovator—yang sibuk diajari cari relasi daripada mempertajam kompetensi.

Jadi, jika Anda masih percaya bahwa pendidikan adalah jalan menuju kesuksesan, mungkin Anda belum membaca berita hari ini. Atau, mungkin Anda salah satu dari mereka yang masih percaya bahwa “lowongan selalu ada, asal rela digaji UMR dan lembur sampai jam 10 malam.”

Selamat berjuang, calon pemimpin bangsa! (pengagguran merata dan meningkat jumlahnya karena dipelihara) Anda adalah masterpiece dari sebuah sistem yang lebih mirip zombie factory daripada tempat mencetak generasi emas (atau minimal dilapisi emas).

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

*Penulis adalah mahasiswa pasca sarjana Unisma sekaligus pengajar di STF Al Farabi Malang

Editor: Herlianto. A

Related Posts

Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Selasa, 26 Mei 2026
Momentum Hari Kebangkitan Nasional, refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib tentang kedaulatan algoritma di era digital. /Foto: Dok. Istimewa.
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Rabu, 20 Mei 2026
Tiko Ari. Foto/dok
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional dan Tantangan Nyata Pekerja Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 20 Mei 2026
Agama
Catatan

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (1)

Selasa, 19 Mei 2026
Prophetic Intelligence
Catatan

Prophetic Intelligence: Menyatukan Ideologi dan Strategi Politik PKB di Era Gen Z

Selasa, 12 Mei 2026
Sains dan Agama
Catatan

Paradigma Baru: Mengakhiri “Perang Dingin” antara Sains dan Agama

Minggu, 10 Mei 2026
Next Post
Dr. Ahmad Syaifudin, S.H., M.H

Hikmah Kurban, Menyembelih Sisi Banalitas Manusia

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.