Malang, Tugumalang,id – Investasi properti di Malang terus berkembang seiring tingginya kebutuhan hunian, terutama bagi mahasiswa. Di tengah peluang tersebut, lokasi strategis menjadi salah satu faktor penting yang menentukan potensi nilai dan keberlanjutan investasi properti.
Properti yang berada dekat kawasan pendidikan dan dapat menjangkau beberapa kampus sekaligus memiliki peluang pasar lebih luas. Strategi inilah yang menjadi salah satu pertimbangan Tomoland dalam mengembangkan proyek hunian maupun rumah kos di wilayah Malang.
Sebagai kota pendidikan, Malang memiliki pasar properti yang relatif dinamis. Kedekatan dengan kampus dan pusat fasilitas publik, kemudahan akses, hingga potensi pasar sewa menjadi sejumlah pertimbangan sebelum seseorang memutuskan berinvestasi.
Namun, memilih properti untuk investasi tidak cukup hanya dengan melihat harga yang ditawarkan. Lokasi menjadi faktor strategis yang perlu diperhitungkan, terutama untuk properti yang menyasar segmen mahasiswa dan pekerja.
Baca juga: Rumah Kos Jadi Pilihan Investasi Properti di Malang
Marketing Tomoland, Suryo, mengatakan, salah satu pertimbangan utama dalam pengembangan proyek properti adalah kedekatan dengan kawasan perguruan tinggi. Tomoland menerapkan konsep lokasi yang berada di antara tiga kampus besar di Malang Raya.
“Kalau masalah lokasi, hampir semua proyek Tomoland berada di lokasi premium. Istilahnya berada di segitiga emas tiga kampus, misalnya di antara kampus-kampus besar seperti UB, UMM dan UIN,” ungkapnya.
Menurut dia, konsep tersebut diterapkan pada sejumlah proyek Tomoland. Di kawasan Tasikmadu, misalnya, lokasi properti dirancang agar dapat menjangkau kawasan kampus ITN, UMM, dan UB. Sementara itu, proyek di kawasan Merjosari dan sekitarnya memiliki akses menuju UIN, UB, UMM, bahkan Unisma.
Sejumlah lokasi disebut dapat menjangkau kawasan kampus dalam waktu sekitar 7 hingga 10 menit. Jarak dan kemudahan akses tersebut menjadi pertimbangan penting, khususnya bagi investor yang ingin mengembangkan properti rumah kos.
Sebab, kedekatan dengan kampus memungkinkan sebuah properti menjangkau lebih dari satu kelompok calon penyewa. Investor tidak hanya bergantung pada satu kawasan pendidikan, tetapi juga memiliki peluang pasar yang lebih beragam.
Lokasi dan lingkungan jadi pertimbangan
Selain lokasi, Suryo menyebut faktor lingkungan juga perlu diperhatikan. Tomoland turut mempertimbangkan kawasan yang memiliki jalur relatif aman dari risiko banjir. Aspek ini dinilai penting untuk menjaga kenyamanan penghuni sekaligus mendukung nilai properti dalam jangka panjang.
Di sisi lain, calon investor juga perlu mencermati aspek legalitas, kualitas pembangunan, serta ketepatan waktu penyelesaian proyek. Ketiga hal tersebut menjadi bagian penting agar investasi tidak hanya mengandalkan potensi lokasi, tetapi juga memberikan kepastian bagi pembeli.
Tomoland mengembangkan sejumlah proyek dengan segmen berbeda. Untuk hunian keluarga, di antaranya Grand Avenue Sukun, Royal Avenue Sulfat, dan Graha Agung Merjosari.
Baca juga: Expo Properti Malang di MOG, Tomoland Tawarkan Rumah dan Kos Mulai Rp 400 Jutaan
Sementara itu, untuk pasar investasi rumah kos, tersedia Comfy Kost Merjosari di Lowokwaru, Brawijaya Premier Kost di kawasan Dewandaru, Comfy Kost Soehat di Tasikmadu, Graha Agung Highland di Dau, hingga Apart Kost Tlogomas yang berada tidak jauh dari Apartemen Begawan.
Keberagaman proyek tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin memiliki properti, baik untuk ditempati sendiri maupun dikembangkan sebagai aset produktif. Pemilihan jenis properti perlu disesuaikan dengan tujuan investasi, kemampuan finansial, serta karakteristik pasar di sekitarnya.
Harga properti mulai Rp 400 jutaan
Suryo menilai, saat ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk mulai mempertimbangkan kepemilikan properti, selama tetap memperhatikan kesesuaian harga dan potensi kawasan. Dia menyebut sejumlah proyek Tomoland masih menawarkan harga yang relatif terjangkau, yakni mulai Rp 400 jutaan.
“Mumpung harganya masih terjangkau, lokasinya premium di antara tiga kampus. Untuk pembangunan kami mengutamakan tepat waktu dan legalitasnya juga aman,” ujarnya.
Meski demikian, calon pembeli properti disarankan melakukan pengecekan langsung terhadap lokasi, dokumen kepemilikan, perizinan, spesifikasi bangunan, serta perhitungan potensi pendapatan dan biaya perawatan.
Dengan pertimbangan matang, properti tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga berpeluang menjadi aset investasi jangka panjang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko





































