Senin, Agustus 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Inilah Penyebab HIV/AIDS Masih Tinggi di Indonesia, Dibanding Negara ASEAN

Redaksi by Redaksi
November 26, 2025 2:59 pm
in News
Ilustrasi: hiv/aids. foto/freepik

Ilustrasi: hiv/aids. foto/freepik

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id-Kasus HIV/AIDS di Indonesia masih berada dalam kategori serius di kawasan Asia Tenggara. Meski prevalensi persentasenya tergolong tidak setinggi beberapa negara tetangga, jumlah orang yang hidup dengan HIV di Indonesia tercatat sebagai yang terbesar di ASEAN. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan HIV tidak semata soal angka persentase, melainkan juga beban absolut yang harus ditangani secara sistematis dan berkelanjutan.

Dibanding negara lain di Asia Tenggara, Indonesia berada di posisi teratas untuk jumlah penderita HIV secara absolut. Sementara dari sisi prevalensi persentase populasi dewasa, Indonesia berada di urutan menengah, di bawah negara seperti Thailand, Myanmar, Kamboja, dan Laos.

READ ALSO

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah

Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang

Baca juga: Lingga Indonesia Dorong Penghapusan Diskriminasi Terhadap Komunitas HIV/AIDS di Kota Malang

Perbedaan ini menunjukkan bahwa tantangan Indonesia terletak pada skala populasi yang besar, penyebaran geografis luas, serta kompleksitas faktor sosial yang memengaruhi penularan.

Grafik HIV/AIDS Asean
Sumber: katadata.co.id

Data dari kadata.co.id menyebutkan estimasi orang dengan HIV per tahun 2022 di Indonesia tercatat sebanyak 540.000, menyusul Thailand 520.000, Myanmar 270.000, Vietnam 240.000, Filipina 140.000, Malaysia 80.000, Kamboja 74.000, Laos 15.000, Singapura 8.000, Timor Leste 1.400.

Berdasarkan pola epidemi nasional, terdapat lima faktor utama yang membuat angka HIV/AIDS di Indonesia masih relatif tinggi dan belum menunjukkan penurunan signifikan.

Hubungan Seksual Berisiko Masih Mendominasi

Penularan melalui hubungan seksual tanpa kondom masih menjadi penyebab terbesar kasus HIV di Indonesia. Praktik berganti pasangan, rendahnya penggunaan alat pengaman, serta hubungan seksual berisiko pada kelompok rentan seperti pekerja seks dan lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki menjadi jalur utama penularan yang terus berulang di berbagai daerah.

Dibanding beberapa negara ASEAN yang berhasil menekan penularan melalui edukasi seksual komprehensif, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menjangkau kelompok berisiko secara efektif dan berkelanjutan.

Peran Narkoba Suntik dan Rendahnya Literasi HIV

Obat ARV
obat-ARV./foto/pinterest

Penggunaan narkoba suntik secara bergantian menjadi faktor signifikan kedua. Jarum suntik tidak steril memungkinkan virus masuk langsung ke aliran darah, membuat penularan terjadi dengan cepat dan efisien. Di sejumlah wilayah, praktik ini masih terus berlangsung seiring lemahnya pengawasan dan minimnya edukasi harm reduction.

Di sisi lain, rendahnya literasi tentang HIV memperparah situasi. Banyak masyarakat belum memahami secara utuh cara penularan, pencegahan, serta pentingnya tes dini. Hal ini menyebabkan perilaku berisiko tidak disadari dan sulit dikendalikan sejak awal.

Stigma Sosial dan Hambatan Akses Layanan

Stigma
ilustrasi: freepik

Stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS masih menjadi penghalang besar dalam upaya pengendalian. Banyak individu enggan melakukan tes atau mengakses layanan pengobatan karena takut dikucilkan secara sosial. Situasi ini memperbesar potensi penularan yang tidak terdeteksi.

Selain itu, akses layanan kesehatan yang belum merata, terutama di daerah terpencil dan komunitas rentan, menyebabkan banyak kasus baru ditemukan dalam kondisi sudah memasuki fase AIDS. Keterlambatan deteksi ini membuat beban penanganan semakin berat dan angka penularan sulit ditekan secara cepat.

Secara keseluruhan, tingginya kasus HIV/AIDS di Indonesia mencerminkan kombinasi persoalan perilaku berisiko, rendahnya edukasi, stigma sosial, serta kesenjangan akses layanan kesehatan. Dibanding negara ASEAN lain, tantangan Indonesia lebih kompleks karena jumlah populasi yang besar dan variasi kondisi sosial yang sangat beragam.

Penguatan edukasi publik, strategi pencegahan berbasis komunitas, serta perluasan layanan tes dan pengobatan menjadi kunci utama untuk menekan laju HIV/AIDS di Indonesia sekaligus memperbaiki posisi nasional dalam peta epidemi kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa penanggulangan penyakit HIV/AIDS masih menjadi perhatian serius lintas sektor. Upaya pengendalian epidemi HIV tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari sektor swasta hingga komunitas.

Seluruh pihak saat ini terus memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk menekan laju penularan serta meningkatkan akses layanan bagi kelompok rentan.

“Penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi perhatian seluruh sektor swasta, akademisi, LSM, hingga komunitas peduli AIDS. Kami terus berupaya memperkuat kolaborasi untuk mengatasi epidemi HIV,” kata Plt Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine, pada sambutan di Temu Media bertajuk ‘Peringatan Hari AIDS/HIV sedunia 2025 ‘di Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Prima mengakui, berbagai tantangan masih membayangi upaya pengendalian HIV di Indonesia. Stigma, diskriminasi, serta ketidakmerataan akses layanan kesehatan di sejumlah daerah dinilai menjadi hambatan utama yang harus segera diselesaikan.

“Kita masih menghadapi tantangan besar berupa stigma, diskriminasi, dan ketidakmerataan akses layanan. Ini harus kita selesaikan agar target pengendalian HIV dapat tercapai,” ucap Prima.

Ia menegaskan bahwa peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini harus dimaknai sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor secara lebih konkret. Menurutnya, terdapat tiga kata kunci yang harus diterjemahkan dalam aksi nyata di seluruh level.

  • Komunikasi

  • Koordinasi

  • Kolaborasi

“Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini adalah momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dan menghapus berbagai hambatan yang selama ini masih ada. Komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi itu mudah diucapkan tetapi sulit dijalankan,” ujar Prima.

Di sisi lain, Ketua Tim Kerja HIV PIMS Kemenkes, Tiersa Vera Junita, memaparkan adanya tren peningkatan tes dan pengobatan Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada ibu hamil. Sepanjang Januari hingga September 2025, tercatat sebanyak 2.264 ibu hamil terdeteksi positif HIV.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: jatmiko
redaktur: jatmiko

 

Tags: AIDS di IndonesiaData HIV terkiniEpidemi HIVHIV ASEANHIV Indonesiakesehatan masyarakatPencegahan HIVPenyebab HIV

Related Posts

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah
News

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah

Senin, 31 Agu 2026
Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang
News

Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang

Senin, 31 Agu 2026
Kandang Ayam di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp600 Juta
News

Kandang Ayam di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp600 Juta

Senin, 31 Agu 2026
66 Angkot Pelajar Gratis Mulai Beroperasi di Kota Malang
News

66 Angkot Pelajar Gratis Mulai Beroperasi di Kota Malang

Senin, 31 Agu 2026
Muktamar NU ke-35 Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU
News

Muktamar ke-35 NU Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU

Senin, 31 Agu 2026
Gus Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan
Advertorial

Gus Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan

Minggu, 30 Agu 2026
Next Post
Banggar DPRD Kota Malang

TKD Terpangkas Rp 243 Miliar, DPRD Kota Malang Dorong Digitalisasi Potensi Daerah demi APBD Berdikari

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.