Saturday, July 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Hip-Hop hingga “Suluk Sulam”, Kebaikan dalam Sebuah Karya Musik

Redaksi by Redaksi
November 8, 2022 12:05 pm
in Pilihan Redaksi
Ki Sutak Wardiono dan Bonerutzy berbincang dalam acara Mbeber Klasa Lesbumi Kota Malang, di kedai Saptawikrama, Senin 7 November 2022. Foto: Ridwan Hidayat/Tugumalang.id.

Ki Sutak Wardiono dan Bonerutzy berbincang dalam acara Mbeber Klasa Lesbumi Kota Malang, di kedai Saptawikrama, Senin 7 November 2022. Foto: Ridwan Hidayat/Tugumalang.id.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Musik hip-hop menghadirkan musik untuk segala kalangan dan usia dengan pemilihan kalimat sederhana yang positif

Seperti yang biasa dibawakan Bonerutzy Si Boim dari Turen. Dalam suatu kesempatan dia bercerita kisah bermusik di acara Mbeber Klasa Lesbumi Kota Malang, Senin (7/11/2022). Boim mengenalkan hip-hop dengan lirik yang mudah dan bisa dipahami semua kalangan.

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Lim Hardian Ansori, nama asli Boim, mencoba membangun stigma musik hip hop agar ramah untuk siapapun. Bahkan lagu-lagunya pernah dinyanyikan di sebuah pesantren.

“Hip-hop itu segala kalangan dan usia, dengan pemilihan kalimat sederhana yang positif tapi insyallah lirik dari musik saya mudah dilantunkan dan mudah untuk dipahami dengan isi dari lirik yang positif. Dan saya sudah pernah membawa lagu ini ke pesantren-pesantren,” kata Boim.

Bonerutzy berbagi cerita album Isoman di acara Mbeber Klasa Lesbumi Kota Malang. Foto: Ridwan Hidayat/Tugumalang.id.

Dalam acara tersebut memperkenalkan sebuah album “ISOMAN” karya Bonerutzy, yaitu musik hip hop dengan semangat untuk berperilaku positif dalam hal apapun dan softlaunching “Suluk Sulam” karya Ki Sutak Wardiono.

Pada awal acara di buka dengan lagu berjudul “Riyaya” dan “South M Fella”, yaitu lagu yang menceritakan tentang kesempurnaan dan persatuan dalam suatu perbedaan.

“Lagu riyaya memiliki arti bahwa se jelek-jeleknya pasti ada bagusnya atau se bagus – bagusnya pasti ada jeleknya, manusia tidak ada yang sempurna. Lalu lagu kedua South M Fella menceritakan tentang adanya sebuah perbedaan latar belakang atau apapun tetapi kita tetap bersahabat dan bahkan menjadi saudara,” jelas Boim mengenai lagunya sebagai pembuka acara.

“Walau latar belakang keluarga kita berbeda, musik yang kita mainkan pun yo juga tak sama, tapi satu hal yang semoga tak pernah musnah persahabatan di atas cinta itu yang utama” sepenggal lirik dari lagu yang berjudul South M Fella.

Lirik lagu yang mengandung ajakan atau kalimat – kalimat untuk berbuat baik tercipta karena memang kehidupan dari Boim yang dekat atau identik dengan berbagai masalah sosial yang sering terjadi.

“Dari sekian jenis hip hop kenapa saya memilih jalan ini ya memang saya dekat dengan semua hal itu seperti perbedaan latar belakang, etnis, agama dan sebagainya. Apabila saya dekat dengan orang – orang politik mungkin lagu saya juga akan seputar politik, jadi kehidupan pribadi saya sendiri lah yang mempengaruhi terciptanya lirik – lirik seperti itu,” kata Boim.

Para hadirin antusias dalam acara Mbeber Klasa Lesbumi Kota Malang. Foto: Ridwan Hidayat/Tugumalang.id.

Album “ISOMAN” dipersembahkan untuk rekannya bernama Basia S Kaban yang meninggal sebelum projek album ini rampung digarap. Kemudian tercipta nama album “ISOMAN” itu sendiri untuk mengenang almarhum Basia.

Kemudian acara dilanjutkan dengan soft launcing dari Dewan Pakar Lesbumi NU Kota Malang Ki Sutak Wardiono. Ki Sutak memperkenalkan lantunan musik Jawa halus dengan judul “Suluk Sulam”. Suluk ini adalah sebuah ajakan untuk berbuat taat kepada agama.

“Suluk Sulam ini memiliki arti sebuah ajakan untuk memperbaiki. Sulam itukan tindakan untuk memperbaiki luka, maka di sulam atau di jahit. Maka bisa di artikan suluk sulam ini sebagai peringatan agar kita selalu taat dan memperbaiki atau menghapus dosa dengan taat itu tadi.” terang Ki Sutak.

Sebelum acara ditutup, “Suluk Sulam” dinyanyikan terlebih dahulu oleh putri dari Ki Sutak. Kemudian acara di tutup dengan 2 lagu dari Boim yang berjudul “Indahnya Berbagi” dan “Isoman” yang juga digunakan sebagai nama albumnya.

Mbeber Klasa bersama Bonerutzy dipandu moderator Fajrus Sidiq. Selain berbagi cerita bersama Bonerutzy, juga dilangsungkan soft launching Suluk Sulam karya Ki Sutak Wardiono. Mbeber Klasa ditutup dengan penyematan cindera mata kepada Boim, yang diberikan langsung oleh Ketua Lesbumi Kota Malang Fathul H Panatapraja.

Penulis: Ardia Anwar Sanusi

Tags: BonerutzyHip-HoplesbumiSuluk SulamSuluk Trucuk

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Monday, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Sunday, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Tuesday, 7 Oct 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Tuesday, 7 Oct 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Tuesday, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Monday, 15 Sep 2025
Next Post
Mobil terbakar usai isi BBM

Usai Isi BBM, Mobil di Kota Malang Hangus Terbakar

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Festival Budaya di Malang yang Digelar Rutin Setiap Tahun, Wajib Masuk Daftar Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.